RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
TIDAK BISA MENAHANNYA LAGI


__ADS_3

Hari ke hari dan minggu ke minggu, Neha menjalani perawatan terbaik di rumah sakit yang bertuan kan Exsel itu. Akhir nya sekarang bisa sembuh total dan di perboleh kan untuk kembali ke rumah dengan kondisi yang sangat baik..


Exsel yang terus menemani Neha, menjemput Neha untuk ikut kembali ke rumah milik nya.


Pasti nya Neha akan ikut.. bukan Niat yang ingin Neha lakukan. Tapi mau tidak mau Neha tetap harus ikut masuk ke dalam rumah mewah Milik Exsel itu.


Neha menuruti semua ucapan Exsel hingga mereka tiba di kediaman mewah itu...


.Terlihat seperti sepasang kekasih yang teramat serasi.. Exsel menggandeng tangan Neha menuju rumah tersebut, dan hal itu terjadi saat turun dari mobil berkelas milik Exsel.


"Neha....Aku sudah menyiap kan kamar yang bagus untuk kamu beristirahat, dan pasti nya kamar yang kamu miliki saat ini, lebih bagus dan lebih dekat dengan kamar milik ku" ucap Exsel menggenggam tangan Neha dengan lembut dan sedikit meremas nya nakal...


Neha sama sekali tak memberi respon hal tersebut. hanya ikut dan mengikuti kemana langkah dan kemana Exsel menarik pelan tubuh Neha yang sudah sehat itu...


"Takk.tak..takk.takk.takk..." Sepatu itu sudah benar-benar memasuki kediaman mewah itu, dan di sambut para pelayan dan beberapa anak buah Exsel yang terus berjaga di beberapa Tempat dengan siaga. lalu tanpa mengatakan hal apa pun lagi, Exsel membawa Neha ke lantai dua rumah itu dan menuju ke sebuah kamar yang di maksud Oleh Exsel sebelum nya...


"Krieeettt..." Exsel membuka pelan kamar tersebut lalu mengajak Neha untuk masuk ke kamar, untuk menunjuk kan kepada Neha kamar tersebut..


'Bagai mana dengan kamar nya??. kamu suka bukan.... dan ini aku khusus kan untuk kamu dan juga kita saat aku masuk ke sini" ucap Exsel yang mendekat dan berbisik dengan mencondong kan tubuh kekar nan tinggi itu ke arah tqubuh Neha...


Neha tetap tak memberi respon apa pun, sikap itu membuat seorang Exsel seperti tidak di hargai dan di harap kan di hadapan Neha. Dengan Emosi yang mylai Naik melihat Reaksi Neha itu, Exsel menarik teng kuk Neha lalu menyambar bib ir merah mudah milik Neha yang alami itu lalu melum at nya rakus


Merasakan sikap spontan Exsel yang mengaget kan Neha, dia berusaha mendorong tubuh besar milik Exsel.


Namun semakin Neha melawan, semakin


Gaii rah Exsel memuncak, seperti sebuah magnet yang terus menarik Exsel untuk terus melum at bib ir milik Neha itu..

__ADS_1


Saat Neha berhasil terlepas sesaat. Exsel kembali membungkam bib ir Neha lalu memaksa Neha untuk membuka Bib ir nya agar Exsel bisa mema suk kan lid ah nya ke dalam mul ut Neha... dan kembali melakukan dengan rakus


Exsel menekan tubh buh sintal milik Neha ke dinding dan merapat kan tubh buh milik nya ke tub buh milik Neha itu..


Tangan besar yang tadi nya di guna kan untuk menarik pinggang dan tengkuk Neha.


Kini satu tangan bisar Exsel mulai mas uk ke dal am Gaun Tipis nan pendek milik Neha..


Semakin Neha melawan, semakin Exsel merasa tertantang untuk menakluk kan tubbhuh sintal itu.


Tangan besar itu, merab ba-rabb ba sawah milik Neha yang jarang di sentuh oleh Exsel..


Satu kaki Exsel. memaksa kaki Neha untuk terbuk ka agar dia lebih leluasa mengo bok-o bok sawah milik Neha itu..


Neha memaksa kan penyatuan bib ir mereka terlepas lalu mulai berucap.


Dengan senyum Nackal itu, Exsel berbisik di depan wajah Neha. aku sudah menyuruh mu Mandi sebelum pulang. itu semua agar aku leluasa dan kapan saja mau kamu harus sudah siap seperti saat ini, apa pun yang aku lakukan pada tubhuh ini kamu harus menerimah nya" Ucap Exsel sambil membuat bagian bawah Neha bass ah...


"Emmmzzzhh... Ahhhhh...ahhhh" mulut yang tak bisa di kontrol itu mengeluar kan suarah aneh dari bib ir milik Neha yang dia tahan, sejak Exsel mengob ok-ngob ok sawah milik nya..


"Clakk..clakk..clakkk...clakkk" suara sawah yang terus di galih Eleh Exsel denga jar ri tengah nya.. namun satu hal yang membuat Exsel sedikit merasa anehh, kenapa sawah milik Neha begitu semm pit saat dia memaksa jarr i tengah milik nya untuk masuk ke lobb ang surgawi itu..


Sebenar nya Obat Apa Yang Neha minum sehingga masih sangat semm pit lobb ang milik nya itu...... apa ini alasan banyak para pria hidung bell ang selalu memilih Neha, selain punya tubuh yang sempurnah dan paras yang cantik ini" Pikir Exsel saat masih betah melakukan pengo bokan pada Sawah milik Neha


"Kamu tidak boleh Menolak, aku sudah tidak bisa menah an nya"ucap Exsel yang langsung mendorong tubhuh Neha ke ranj ang luas tersebut... dan menin dih tubuh Itu..


Lalu kembali mencum buh Bib ir Neha dan Mero bek Paksa gaun tipis nan pendek yang menutupi tub uh sint al milik Neha.

__ADS_1


Dengan sekali tarik oleh kekuatan tangan Exsel dan di penuhi oleh Naf su yang sudah di ubun-ubun Neha sudah bug gil..


Saat menatap langsung tu bhuh milik Neha yang tak tertutup sehelai benang pun. Kabut Gair ah Exsel benar-nenar tidak bisa dia bendung. Dan benar-benar ingin langsung ke inti nya.


Menarik satu kaki dan mengang kang kan kaki milik Neha yang mulai terlihat perlawanan itu. membuat Exsel sulit melakukan nya..


Dengan tenaga nya, Exsel menarik kedua tangan Neha ke atas kepala nya sambil mendekat...dan berbisik.


"Mau bermain dengan ku atau anak buah ku yang berada di luar yang sangat menunggu untuk di hidang kan daging segar ini" ucap Exsel sambil menatap tubhub Neha yang tak tertutup apa pun itu.


Membuat Neha lansung terdiam dan Exsel beraksi di atas tubh buh Neha, dan melepas tangan Neha lalu menujuh ke area persawahan dan menatap sawah yang begitu indah itu...


"Menelan saliva kasar, itu lah reaksi Exsel saat pertama menatap dengan sangat dekat sawah merah mudah itu...


Dia mulai membuang seluruh penutup pada tub buh kekar nya hingga tak satu pun yang terhalang lagi.


Exsel benar-benar ingin ke inti nya, tanpa peman asan lebih dulu.


Kini tampak lah tongkat besar kebanggaan Exsel itu yang besar dan menanta ng...


Sebenar nya saat ini Neha begitu takut, dan sangat ingin menolak, Namun apa yang di ucap kan Exsel lebih menakut kan dari pada yang mereka akan lakukan saat ini..


Pertempuran sengit ini akan segerah di mulai. dan ntah akan berakhir hingga pukul berapa,


Namun saat tongkat besar itu siap menerobos ke sawah milik Neha dan sudah di ambang kepastian...Rengekan Neha membuat Exsel merubah exspresi wajah nya.


"Exsel, tolong pelan lah, ak..aku... aku masih per rawan" ucap Neha dengan suara bergetar dan menutup mata nya, Karena Neha yakin Exsel akan sangat marah dan kemungkinan bisa membunuh nya saat ini juga....

__ADS_1


__ADS_2