RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
HARUS TEGAR MENERIMAH KENYATAAN


__ADS_3

"Kak. aku lapar, dari tadi belum makan apa pun," ucap adik bungsu Neha. yang mulai keroncongan saat mereka sedang berada di ruang rumah duka yang tersediah di tempat di mana Exsel menyerah kan pemakaman sang ibu Neha tadi.


Mendengar itu, Neha baru menyadari, bahwa mereka sudsh cukup lama berada di sana, jangan kan Makan, Minum pun adik Neha belum menelan seteguk air pun.


"Ya ampun sayang, tunggu di sini, kakak akan cari kan kalian makan ya, jangan kemana-mana" ucap Neha, bangkit dari duduk itu dan bergegas mencari kan makanan di sekitar area rumah duka itu, Sudah cukup malam, Namun Neha tak mau membiar kan adik-adik nya kelaparan.


Saat keluar dari ruangan itu, terlihat lorong tersebut begitu sepi dan cukup gelap, sinar lampu hanya terlihat remang-remang.


Namun satu bayangan tinggi yang mengaget kan Neha, dan membuat Neha hampir mati berdiri di lorong itu.


"Ma'af Nona, saya mengaget kan anda, apa ada yang bisa saya bantu" tanya seorang oria berbaju Hitam besar tinggi dan cukup tampan, walau pun Tetap Exsel yang punya kesempurnaan dalam segi apa pun di mata Neha saat ini, walau pun ada sepercik kebencian yang masih mampir di hati Neha saat ini.


"Hemmzz....Kamu siapa" tanya neha kepada pria tersebut yang masih betah berdiri di depan Neha sambil menunggu perintah atau ada sesuatu yang Neha butuh kan.


"Ma'af Nona, sebelum nya tidak memberi kabar apa pun siapa saya, saya adalah pnegawal dari tuan Exsel, dia memerintah kan kami untuk menjaga Nona, dan jika ada yang di perlu kan kami akan siap untuk itu semua" jawab sang pria itu sopan kepada Neha.


Namun Neha berpikir, jika pria itu mengata kan kami, berarti penjaga di tempat ini tidak cuma satu, namun lebih. Tapi Neha tak ingin tahu itu, hanya cukup berpikir saja.


"Ok. baik lah... saat ini saya sangat lapar, tolong cari kan makanan dan minuman untuk saya dan kedua adik ku, akan ku tunggu di dalam, jika sudah ketok saja pintu nya" ucap Neha. dan pria itu berlalu untuk mencari yang Neha ingin kan.


Neha punnkembali menutup pintu dan masuk menuju tempat adik-adik nya tadi menunggu.

__ADS_1


Melihat sang kakak yang hanya sebentar dan pulang dengan tangan kosong, membuat kedua adik Neha bertanya.


"Kak. apa kah tidak ada yang jual makanan??" tanya sih bungsu. dan adik laki-laki Neha pun membuka pertanyaan yang hampir sama dengan si bungsu, Karena memang perut mereka sudah sangat lapar. apa lagi seharian ini mereka berduka, banyak tenaga dan air mata yang terkuras sedsng kan perut mereka bekum terisi sebutir nasi dan setetes air pun.


"Tunggu sebentar ya dek, ada orang yang pergi untuk membeli kan kita makanan" jawab Neha kepada kedua adik nya itu. dan itu langsung di iya kan oleh kedua adik Neha. yang setia menunggu makanan datang.


Hanya Lima menit menunggu. akhir nya yang sangat di tunggu-tunggu oleh mereka, akhirnya datang juga.


Satu kantong plastik besar yang di berikan pria tadi kepada Neha,saat Neha membuka pintu tersebut.


Nona ini pesanan nya, jika kurang atau butuh yang lain nya, Nona tinggal panggil kami, kami menunggu di belokan dekat pintu, karena di sana terdapat kursi untuk kami duduk dan berjaga" ucap pria itu menjelas kan kepada Neha, di mana mereka bearada.


"Baik lah, Trimakasih..!!!!. ah iya.. apakah kalian sudah makan??" tanya Neha saat pria tadi sudah ingin beranjak dari tempat itu.


Neha membawa kantong plastik itu dsn kangsung memberi kan semua nya kepada kedua adiknya.


Mereka pun langsung membuka semua isi dan mengeluar kan semua makanan di dalam nya. bermacam-macam dan porsi yang banyak, membuat mereka begitu semangat.


Sedih memang masih menyelimuti mereka, Tapi perut yang lapar masih tetap harus di isi, agar punya tenaga untuk bersedih nanti dan kapan pun itu..


kedua adik Neha yang begitu lama menahan lapar dan hausnya, kini melahap porsi makanan tersebut dengan sangat rakus.

__ADS_1


Benar-benar jika orang miskin terlalu lapar, mereka tak akan mengenal tempat dan menjaga imeg lagi, mereka akan menghabis kan makanan itu dengan brutal nya.


"Habis kan makanan itu, habis itu kita istirahat dulu, ibu sudsh tenang dan bahgia di sana, hanya kita yang harus memikir kan, bagai mana caranya menyambung nyawa" ucap Neha Tegar dan harus tetap hidup, walau sang ibu sudah mati duluan.


Tidsk ada yang bisa memasti kan jika berapa tahun lagi mereka juga menyusul Sang ibu.


jadi Neha ingin terus berusaha untuk sisa hidup mereka, agar dia dan adik-adik nya bisa hidup bahagia. apa pun Neha tempuh agar tetap hidup.


Tidak ada lagi motto hidup Neha yang seperti dulu, mempertahan kan kesu cian agar mendapat kan pria yang bisa menghidupi keluarga nya. Karena suatu saat kedua adik nya juga akan menikah dann menemukan pasangan mereka masing-masing.


Dsn Neha sudsh memantap kan menyerahbkan diri pada Exsel dan hidup dengan Exsel hingga Exsel tak lagi memilik diri nya untuk teman ran jangnya


Kehidupan Neha seperti tak punya tujuan hidup lagi, hanya agar bisa bertahan hidup saja. jika dulu dia memikir kanndsnningin membahagia kan sang ibu, Namun kini tidak lagi, semakin dia ingin bertahan ingin menjadi lebih baik, semakin yang pencipta membuat dia terus menerimah cobaan hidup. dan bertahan bersama Exsel


Pria kaya namun begitu kejam terhadap orang lain dan bisa menghancur kan kapan saja.


"Kak, kita akan tinggal di mana selanjut nya, oulang ke rumah kita atau...??" ucap sang adik bungsu terjedah, karena sebenar nya mereka tidak ingin tinggal di rumah Exsel, tanpa ada nya ibu mereka lagi.


"Untuk malam ini, kita tinggal di sini dulu, besok kita bicarakan lagi ya. di mana kita harus tinggal selama nya. di rumah Exsel atau kita pulang ke rumah kita" ucap Neha yang mulai memberes kan sisa makanan mereka tadi." ucap Neha kepada kedua adik nya.


Sebenarnya Neha tau, jika sang adik tidak merasa nyaman ikut ke rumah Exsel dan lebih memilih untuk kembali ke rumah, Namun satu hal yang membuat Neha tetap ingin mengajak kedua adik nya untuk tinggal di rumah Exsel.

__ADS_1


Yaitu musuh-musuh Exsel sudah mengenal keluarga Neha dan akan menjadi sebuah ancaman untuk Neha, ketika kedua adiknya menjadi sasaran empuk musuh dari Exsel.


Dan itu sudah pasti tidak boleh terjadi, cukup kakak dan Ibu Neha yang meninggal kan Neha.


__ADS_2