RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
PINGSAN NYA NEHA


__ADS_3

"Jilat..." dengan menekan kepala Neha ke telapak sepatu milik Exsel yang mahal itu.


Walau pun Neha tidak mau pun. hal itu akan tetap terjadi. karena tenaga pria Exsel tak sebanding dengan tenaga wanita yang sangat lemah dan juga terikat.


"Jilatttt .... jilat sepatu mahal ku yang tak sebanding dengan harga diri mu yang murrah han itu. agar ku beri kan kau ma'af dan mungkin akan berpikir untuk meringan kan sedikit siksaan pada tubuh kottor mu itu." ucap Exsel yang semakin menekan kepala Neha untuk menjilati sepatu itu.


Neha dengan sisa tenaga mengeluar kan lidah nya untuk menjilati. seperti keinginan Exsel. Namun karena Neha sudah tidak berdaya sama sekali dan di tambah dengan dingin yang menusuk ke seluruh tubuh dan tulang nya.


Neha pun tersungkur ke lantai dengan muka nya yang benar-benar mencium lantai keramik kaca mahal milik Exsel dan tak sadar kan diri sedikit pun.


Awal nya Exsel memang acuh dan masih tersenyum Devil. Namun saat beberapa menit menunggu dan juga menendang-Nendang kecil tubuh Neha yang lemah dan penuh dengan lebam itu. Baru lah dia benar-benar menunduk dan merasa kan nafas Neha yang tidak terasa itu.


Melihat itu dia langsung melepas tali yang masih setia mengikat Tangan dan kaki Neha yang erat itu lalu mengangkat dan membawa Neha ke mobil untuk di bawa kan ke rumah sakit, di mana rumah sakit tersebut cukup dekat dari rumah milik nya.


"Neha bangun lah" ucap Exsel menepuk- nepuk cukup keras wajah dan lengan Neha yang terasa sudah sangat dingin itu.


Dengan sopir yang siap membawa Exsel kemana pun. dia masih tetap bertanya.


" kemana tuan"tanya sang sopir.


"Rumah sakit" sang mobil pun melaju kencang melewati jalan yang tak berintangan itu.

__ADS_1


Saat merass tubuh Neha tersebut. tanpa meminta persetujuan pemilik Tubuh. Exsel melepas seluruh yang melekat di tubuh Neha dan menyelimuti dengan selimut tebal milik nya yang terdapat di dalam mobil tersebut.


Exsel membungkus tubuh itu dengan menelan saliva nya kasar, saat beberapa bagian tubbhuh Neha yang sek si itu tersentuh oleh tangan kasar dan berurat milik nya.


"Sadar lah Neha, jangan mati dulu, karena kamu hanya boleh mati perlahan di tangan ku, ketika aku sudah puas dengan aemua yang ingin ku lakukan pada mu. tubuh mu Hati mu dan seluruh hidup mu.Sehingga kamu tidak sanggup lagi untuk manarik nafas mu. karena permasalahan dalam hidup mu tak sanggup lagi kau hadapi" ucap Exsel yang masih berpikir untuk melakukan semua itu terhadap Neha.


Pada hal saat ini. belum Tentu Neha bisa di selamat kan.


"Cepatttt jalan kan mobil nya, atau nyawa mu akan menjadi pengganti malam ini" ucap Exsel membentak sang sopir yang sudah sangat cepat mengendarai mobil tersebut..


Mungkin karena panik melihat kondisi Neha yang terasa dingin di sekujur tubuh nya itu. Exsel merasa mobil tersebut berjalan dengan lambat.


Dengan kemampuan sang sopir dia menambah kan laju mobil sangat cepat dan hanya beberapa menit saja mereka sudah berada di depan rumah sakit.


Dengan Neha yang langsung di pasang kan selang oksigen dan juga infus lalu dengan sikao mereka membawa tubuh lemah mikik Neha dengan di tutupi oleh selimut tebal mikik Exsel.


Exsel pun ikut turun dan juga langsung mengikuti Neha yang di bawa oleh parah fokter dan perawT tersebut.


"Panggil kan dokter wanita, jangan sampai ada pria satu pun yang masuk ke ruangan Neha kecuali aku.Jika terjadi kalian semua akan menerimah akibat nya" ucap Exsel saat masih dalam perjalanan menuju ruangan perawatan.


Yang tadi nya di antara mereka ada dokter pria. kini dia langsung berlalu dan juga langsung memanggil dokter wanita untuk meriksa Tubuh Neha....

__ADS_1


Kini Neha sudah masuk ke ruangan perawatan, guna memeriksa kondisi Neha yang belum sadar kan diri itu.


Exsel menunggu Neha di depan ruangan Neha. dimana Neha saat ini di periksa okeh yim dokter wanita rumah sakit itu atas permintaan Exsel


Menunggu... menunggu dan menunggu sampai tim dikter keluar dari ruangan tersebut dan langsung menghampiri seorang Exsel yang nampak sangat gagah dan tampan dan juga tinggi itu.


"Tuan.... Nona sudah lumayan baikan. dia hanya kelelahan dan juga tidak makan dalam beberaoa hari ini" uca salah satu dokter wanita yang kekuar dari ruangan di mana Neha di petiksa kondisi nya tadi.


Semua orang di rumah sakit tersebut dan di khusus bagi yang bekerja di sana. semua nya memanggil dengan panggilan tuan, karena rumah sakit tersebut memang milik Exsel.


"Bagus kah kalau begitu. pasti kan dia di obati hingga sehat total di sini, jika tidak kalian sudah cukup tau apa yang terjadi bukan" ucap Exsel dengan penuh ancaman dan tak menampil kan senyum sedikit pun.


"Baik tuan... kami sangat berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan Nona" jawab dokter wanita itu. lalu permisi untuk undur diri dari Seorang Exsel yang kapan saja bisa membuat mereka menjadi gembel dalam sekejam mata. jika membuat kesalahan dan membuat seorang Exsel tidak menyukai sikap. mereka tersebut...


Cukup jauh dari Exsel dan tidak lagi tanpak oleh mata dan Cctv rumah sakit itu barulah sang dokter menggeleng-geleng Kan kepala merasa kan ancaman yang pria tampan namun sangat berbahaya itu.


Taoi dari berapa wanita yang Exsel lukai. baru satu wanita saja yang dia bawa ke rumah sakit tersebut dan memninta pelayanan terbaik agar sang Wanita sembuh total.


Selain itu. semua nya memang di babat habis tanpa ada rasa iba atau pun berusaha untuk sekedar mengirim kan orang tersebut untuk berobat ke ke klinik sekali pun.


Ntah lah. apa karena ada perasaan lain yang Exsel pendam atau ada Niat lain yang terselubung. ntah lah hanya Exsel dan Author saja lah yang mengetahui alasan dari Exsel menyelamat kan Nyawa Neha dengan membawa nya ke rumah sakit milik nya itu dan juga meminta pelayanan terbaik untuk Wanita itu.....

__ADS_1


"Jangan samppai kamu tidak sembuh Neha. akan ku hancur kan tubuh mu ke mesin penggiling daging"(Ohhh.. tidak..!!! mengeri kan sekali bukan reader. jika Exsel melakukan itu pada jasad Neha jika Neha mati) Ezsel bergumam sendiri saat duduk di kursih yang terdapat di depat ruangan Neha. dan Dia juga gelisa menunggu untuk Neha sembuh Total.


Namun tak berselang lama.. Exsel masuk ke ruangan Neha untuk mengecek Kondisi Neha dengan sungguh-sungguh...


__ADS_2