
Menatap Neha lekat. Exsel merasa diri nya begitu berlebihan. Namun dia begitu ingin Neha Tau, jika bemain-main dengan nya adalah sesuatu kesalahan besar.
Exsel orang yang bermurah hati awal nya pada Neha, dia ingin Neha tau bahwa diri nya bisa berbuat baik saat Neha bisa membuat diri nya tak kecewa.
Namun apa yang Neha lakukan membuat Exsel marah dan begitu sangat emosi dengan semua yang Neha lakukan terhadap tubuh nya itu....
"Namun saat ini rasa itu hilang untuk mu Neha. kebencian yang ada dalam hati ku, benar-benar harus terbalas kan dengan sungguh. agar kau benar-benar tau. membuat ku kecewa akan membuat diri mu menyesal dan sangat menyesal."
"Orang menghindari semua yang akan membuat ku marah. kamu malah sengaja melakukan hal itu di rumah ku sendiri." gumam Neha menatap Neha dengan istirahat nyenyak nya.
Mungkin jika Neha dalam keadaan sadar. Dia akan terlihat sangat ketakutan dan akan loncat dari ranjang tempat dia berbaring saat ini.
Exsel dengan tubuh menjulang nya dan tubuh tegap nan koko itu berada di dekat Neha, melihat beberapa lebam di wajah Neha.
Padahal Exsel tidak melakukan hal itu. mungkin bisa di bilang belum melakukan nya.
"Apa parah budak itu memukul mu, atau menyiksa mu di setiap perjalanan.??" ucap Exsel mengambil Hp milik nya dan menelpon parah anak buah yang dia utus untuk menangkap Neha beberapa hari yang lalu.
"Apa saja yang kalian lakukan pada Gadis ku, sehingga sekujur tubuh hingga muka nya membiru??" tanya Exsel menunggu jawaban pasti sang anak buah.
Saat mendengar penjelasan dari anak buah yang di utus untuk menangkap Neha. Exsel mulai marah. padahal sebelum dia memerintah kan anak buah nya untuk mengkap Neha.
Exsel mengata kan. menangkap Neha bagai manapun cara nya dan hatus mendapat kan Neha sampai merangkak ke kaki nya.
__ADS_1
Adang Exsel terlihat seperti punya kepribadian Ganda.
Ntah lah bagai mana sebenar nya perasaan Exsel terhadap Neha. gadis yang di cari nya teman masa kecil nya waktu masih di kampung. dan sekarang ada di hadapan nya itu.
Sedang kan saat ini.. di bawah hutan belantara tiga anak manusia. meraba mencari jakan untuk melewati hutan itu dan kembali ke tempat yang mereka ingin kan.
Kadang merangkak saat menaiki tebing curam dan berlumut. gadang seluncuran ketika menuruni tebing kecil, hingga mereka terus melewati arus lalu air deras itu. melewati jalan darat dan tak terlalu dekat dengan air. takut terpeleset dan jatuh kembali ke arus deras tersebut.
" Bu.. akan kah kak Neha masih hidup. aku menyesal mengucap kan kata kasar pada nya. aku ingin melihat kak Neha lagi, jika kita bisa keluar dari dalam hutan ini buk.
Hanya Tas ini yang dia titip kan pada ku. ntah apa isi dan maksud kak Neha memberi tas ini" ucap adik neha mengata kan tentang tas ransel yang masih betah di punggung nya itu, tas yang di beri kan dan di pasang kan langsung Oleh Neha dengan cukup erat.
Adik-adik Neha tak mengetahui isi tas tersebut. mungkin mereka kira hanya pkaian atau pun berkas-berkas oenting yang di ambil kakak nya dari rumah uan yang selama ini terus mengejar mereka, sehingga Nasib mereka lebih buruk dari yang sebelum nya.
Adik Neha pun terdiam dengan kecuekan ibu nya. memang ada benar nya kata sang ibu. tidak ada guna nya mereka membahas apa pun di dalam hutan ini. Karena nyawa mereka oun belum tentu bisa selamat dan keluar dari dlam hutan lebat beserta gelap dan dingin itu.
Jika di perhati kan. langit cukup Cerah, .namun karena mereka di bawah hutan. jadi terasa dingin dan lembab tanpa sinar panas dari mata hari sedikit pun yang menembus hutan lebat tersebut..
Terus melangkah dengan sisa tenaga. kini terlihat lah sebuah pondok kecil yang beratap kan daun-daun dan beralas kan tanah. terlihat jika itu bekas dari orang-orang yang hanya sementara di hutan itu, mungkin bekas orang berburu dan itu tempat istirahat sejenak.
Terlihat juga bekas api yang sudah lama dengan tanah yang cukup bersih di sekeliling pondok tersebut.
Dsn itu sudah beberapa hari yang lalu terjadi. mungkin seminggu yang lalu. karena bekas api tersebut sudsh di tumbuhi rumout liar yang hidup subur di bawah hutan lembab itu.
__ADS_1
Beberapa potong kayu bekas di potong untuk membuka sedikit pohon di sana agar sinar matahari masuk ke area tersebut.
"Kita istirahat sejenak di sini. mungkin bisa saja bermalam, kita coba hidup aoi dengan batu-batu ini, seperti nya mereka memakai ini untuk menghidup kan api" ucap sang ibu.
Mendengar ucapan sang ibu. mereka ikut berhenti dan mulai meghidup kan api dengan tubuh mengigil mereka.
Hampir setengah jam berlalu. baru lah terlihat usaha mereka membuah kan hasil membuat mereka tersenyum kecil.
Sang anak pun sibuk mengumpul kan ranting-ranting dan ada beberapa kayu yang sudah di potong asal oleh orang sebelum mereka.. dan barulah terlihat asap api tersebut.
"Buk aku mau ke sungai dulu, siapa tau bisa mendapat kan ikan." ucap anak laki-laiki ibu Neha.
"Nak jangan lakukan itu. jika ada kita cukup mencari makanan liar di dekat sini saja. kita tidak bisa menebak, apa masih atau tidak ada lagi orang yang mengincar Neha dan juga mencari kita.
Kalau di pikir-pikir, kita terbawa arus cukup jauh dan mereka mungkin berpikir kita sudah tiada dengan terjun bebas dengan ketinggian air sungai yang deras ini. Tapi tetap harus waspada. dan jangan mendekati sungai terlaku dekat, karena kita harus selamat" ucap Ibu Neha kepada kedua anak nya yang menghangat kan tubuh dengan api yang mulai membesar karena kayu-kayu tersebut sudah cukup kering.
Adik-adik Neha menurut kata ibu nya dan juga tak menjawab apa pun yang di ucap kan sang ibu kepada mereka. Karena Nasehat ibu nya sangat penting bagi kehidupan mereka selanjut nya...
Adik Neha yang iseng dan ingin ikut mengering kan tas tersebut. membuka tas itu. jika itu baju-baju Neha, dia berniat untuk mengering kan untuk mreka pakai nanti nya. dan juga mau mengering kan tas tersebut.
Saat membuka tas itu.
"Ahhhkkkk......
__ADS_1
" teriak sang adik shok lalu membuat ibu dan kakak laki-laki nya menoleh ke arah sang adik bungsu Neha