
"Agggghhh...aghhhh...agggghhh." teriakan histeris dari pukulan demi pukulan mendarat hebat di setiap anak buah Exsel yang dia utus sebelum nya.
karena telah gagal membawa Neha beserta keluarga nya ke depan muka Exsel. dan itu membuat Exsel sangat marah...
Dan pukulan itu terus berlangsung hingga mereka menjemput ajal. banyak dari anak buah Exsel menerimah saja kematian yang tak wajar itu menjemput mereka.
Jika melawan Exsel malah akan menjemput keluarga mereka sebagai tambahan hukuman karena berani membantah perintah Exsel..
Agggghhh...agghhhh...agggghhhh.." Ampun tuan. ma'af kan saya, ma'af kan sa...y..aaaa" ucap sworang anak buah Exsel yang mendekati ajal nya. dan telihat memar dan luk di swkujur Tubuh, Karena di pukul oleh suruhan Exsel itu.
Anak buah Exsel yang di utus sebagai pemukul pun tak tega sebenar nya melakukan itu hingga mereka menemukan ajal dengan cara terpaksa dan sadis.
Tapi jika mereka membangkang, akan mendapat kan hal yang sama dengan mereka yang sedang menerimah hukuman tersebut.
Jadi mau tidak mau harus mereka lakukan demi melindungi diri sendiri serta memikir kan keselamatan keluarga yang akan ikut terseret bersama mereka. walau pun keluarga tidak tau tentang apa yang terjadi.
Gaji yang menggiur kan dari seorang Exsel membuat banyak orang buta dengan keselamatan diri masing-masing.
.Pada hal mereka tau akibat yang akan mereka tanggung jika tidak bisa mengikuti perintah seorang exsel. pembunuh berdarah dingin itu.
Beberapa jam penyiksaan berlalu. dan mungkin lmsudah berpuluh-puluh yang sudah menjadi jasad dan yang lain nya dalam masa penyiksaan hebat.
"Lapor bos. keberadaan gadis itu sudah mendapat kan informasi." ucap salah satu dari suruhan Exsel yang sudah memencar ke sudut dan pelosok perkampungan.
Mendengar itu. Exsel segerah menurun kan para exsekusi untuk segerah di henti kan.
__ADS_1
Membuat nafas mereka cukup lega Namun mencaji ancaman bagi Neha beserta keluarga nya saat ini.
"Apa pun yang terjadi tangkap gadis itu bersama keluarga nya, seret mereka sampai berlutut di kaki ku" perintah Exsel kepada mereka yang masih menunggu perintah.
"Baik tuan" ucap mereka bergegas menuju tujuan yang mereka tujuhkan. untuk menyeret gadis yang di ingin kan sang tuan besar mereka.
Exsel tersenyum devil menunggu kabar dan kedatangan sang gadis ke depan nya. dan niat jahat yang sudah terselubung di dalam hati. yang dia simpan selama ini. sebentar lagi akan terlaksana.
"Akan aku buat kau mennagis darah gadis busuk. dan akan ku hancur kan tubuh seluruh kekuarga mu di deoan mata mu sendiri.
Agar kau merasa akibat dari mempermain kan seorang Exsel" ucap Exsel dengan penuh tawa di ruangan luas rumah nya dengan suara yang mengerih kan.
Mendegar suara tawa itu. Anak buah yang sedang mujur dan terlepas dari jerat siksa itu merasa merinding. bersukur karena tidak ikut dengan parah jasad yang pergi saat exsekusi. Namun tidak akan bisa terlepas dari seorang Exsel. Selama nya akan menjadi budak di rumah itu hingga akhir hayat.
Mungkin jika Exsel mati saja yang akan bisa melepas kan mereka dari hal yang mengeri kan. yang kapan saja bisa terjadi.
Dan juga ada beberapa larangan yang tidak boleh di lakukan jika memasuki perkampungan tersebut.
Tapi ntah lah apa yang anak buah Exsel lakukan nanti saat Ingin menangkap Neha bersama keluarga di dalam perkampungan tersebut. Karena memang di dalam perkampungan itu tidak ada yang nama nya kekerasan.
Yang menjadi hal aneh, siapa kah yang memberi tau jika Neha berada di perkampungan itu.
Mungkin kah sudah ada penyaran dari anak buah Exsel dan sudah lama mengintai.
Ntah lah belum ada yang mengetahui itu.
__ADS_1
Neha dan keluarga saat ini berada di sebuah pelatihan kuda. untuk melati Neha dan keluaga menaiki kuda dan juga untuk persiapan, jika Nanti tiba-tiba orang-orang dari suruhan Exsel akan datang untuk menghancur kan mereka.
Mereka sudah ounya persiapan diri untuk lari dari kejaran itu. cuma berusaha yang mereka lakukan saat ini. bersembunyi tanpa batas untuk menghindari kejaran dan dari tangkapan Exsel.
Benar-benar terlihat seperti buronan dalam pengejaran polisi.
Masuk ke dalam hutan yang belum di jama Manusia besembuyi di rumah tua yang jsuh fari perkampungan. Demi menyambung nyawa agar tidak terbunuh oleh Exsel dengan cepat.
Walau pun Neha tau cepat atau lambat mereka pasti akan di temu kan.
Tapi setidak nya mereka sudah berusaha untuk menyelamat kan diri tanpa harus menyerah lansung kepada seorang Exsel yang sangat kejam dan tak punya rasa empsti kepada siapa pun.
"Ayo dek..hati-hati. pelan-pelan ya" ucap Neha bersorak melihat kedua adik nya belajar menaiki kuda. Namun siapa sangka. jika kedua adik Neha fengan cepat bisa belajar menunggaki kuda itu..
Satu harian itu mereka semua belajar menaiki kuda termasuk sang ibu Neha.
Walau pun sang ibu sudah terlihat cukup tua, Namun siapa sangka dia lebih lincah dan lebih cepat belajar Dari Neha yang saat ini. benar-benar bekum bisa melakukan nya sendiri tanpa pelath kuda tersebut.
Walau Neha tak pandai, Namun dia bahagia melihat keluarga nya sudsh bisa menaiki kuda tanpa pelatih itu dan Neha memuji keluarga nya dengan sangat bangga.
Hari sudah menunjuk kan waktu malam dan barulah mereka pulang.
Mbak Yani yang memang dari awal lebih waspada akan pergerakan seorang Exsel. langsung membeli beberapa kuda yang muda untuk mereka kendali kan dan juga gesit dalam berlari.
"Mbak kenapa mbak secepat itu membeli kuda nya. kan kita belum lancar menunggaki nya" ucap sang adik Neha yang melihat mbak Yani sudah membawa lima ekor kuda besar untuk mereka bawah pulang.
__ADS_1
"Untuk jaga-jaga. kita tidak tau kapan musuh akan tiba menyerang kita, setidak nya kita sudah punya kuda-kuda ini untuk melari kan diri. kan juga kakian sudah mbak ajak keliling kampung mengenali jalan yang jarang orang lewati bukan. itu adalah jalan menuju tempat-tempat yang sukit di jangkau orang, karena tidak ada yang mengetahui jalan-jalan itu. kecuali kita sendiri yang ingin mengetahui nya. bisa di bilang jalan Rasia kita" ucap mbak yani memberi mereka solusi jika apa yang dia kata kan itu terjadi.
"Oh begitu mbak, jadi kuda-kuda ini sudah bisa bukan kita tungggaki hingga sampai rumah." tanya adik Neha dan mbak Yani tersenyum dan mengannguk