RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
PERAWATAN EXSEL


__ADS_3

walau pun Neha tau, jika Exsel orang yang tak mengenal kata kasian saat ingin membasmi lawan dan musuh-musuh nya, termasuk Neha yang pernah di perlakukan kasar Oleh Exsel.


Tapi ntah saat ini rasa iba masuk ke Hati Neha Saat melihat Exsel kesakitan begitu.


Harus nya Neha senang bukan, Exsel kesakitan dan bisa saja saat itu dia mati dan Neha bisa bebas dan sangat bebas melakukan apa pun tanpa ada lagi yang membuat Neha merasa terkurung.


Tapi ntah lah, saat ini hati Neha tak bisa tenang dan menerimah melihat Exsel kesakitan, hati nya menjadi gelisah dan ada rasa takut meneyeruak masuk ke relung hati kecil Neha.


"Usaha kan Exsel tidsk duku bergerak, karena jika Exsel terkaku bebas bergerak, Dia akn mengakami sakit yang lebih lagi dari saat ini, karen peluru yang masuk ke tubuh Exsel, Bukan peluruh baisa, melain kan peluruh yang terbuat dari emas dan di campur dengan racun yang mematikan.Semakin dia sering bergerak, dia akan kesakitan, dan bisa mengancam nyawa Exsel." ucap sang dokter memberi kan beberapa Nasehat kepada Neha.


sedang kan Exsel kembali mengistirahat kan tubuh lemah, akibat dari peluru yang masuk ke tubuhnya..


Peluru memang sudah di ambil dari dalam tubuh Exsel, Namun luka yang cukup dalam dan juga racun yang masih tersisa, berusaha terus menyakiti Exsel.


Maka dari itu sang dokter memberi kan penawar terbaik dan menguruh Exsel beristirahat total dan tak bergerak semau nya.


"Neha mendengar Nasehat itu mengangguk dan menjawab pasti kepada sang dokter yang sudah menyelamat kan untuk kedua kali nya tubuh Exsel.dari tembakan dan peluruh yang masuk ke tubuh Exsel.


Awal nya Neha kira hanya lelucon Exsel untuk mengerjai dirinya saat Exsel berteriak sakit.


Nyata nya memang benar-benar merasakan kesakitan yang hebat, akibat dari Uleh Exsel yang tidak sabar untuk melakukan yang yang Iya-iya kepada Neha.


Dan Neha juga tak menolak hal itu. malah bakik membalas dan berc umbu liar, seakan gak bisa di pisah kan, tanpa memeikir kan luka Exsel yang baru saja beberapa jam di operasi oleh sang dokter.


Sang dokter kembali keluar dari kamar, Namun dokter itu benar-benar mempringati Neha unyuk benar-benar menyuruh nya agar Exsel tidsk menggerak kan dulu tubuh itu. harus istirahat total minimal seminggu. jika ingin luka tersebut cempat pulih dan membaik sempurnah.


Dan Neha kembali mengiya kan ucapan dokrer itu.


Saat sang dokter keluar, Neha mengecek kembali kondisi Exsel yang tertidur. lalu Neha kembali ke tempat di mana tadi dia makan.

__ADS_1


Makanan yang mulai dingin, tidsk menyurut kan Neha untuk melahap Habis makanan tersebut tanpa sisa.


Bersantai sejenak, Neha mengambil telpon di meja dekat pintu, laku menelpon untuk memasak kembaki makanan hangat, dan tidak boleh terlaku asin, asam dan pedas, juga tidak boleh keras.


Saat ini Neha terdengar seperti seorang Istri yang merwat sang suami dengan penuh ketelitian.


Dsn makanan yang baru Neha pesan itu memang di siap kan untuk Exsel saat sudsh bangun nanti, guna memulih kan tenaga yang banyak terkuras.


Hanya satu jam Exsel tertidur, kini dengan wajah pucat nya, Exsel membuka mata elang nya itu.


Dan Neha sudah berada di dekat Exsel dengan meja yang sudah berada di sana, serta lengkap dengan makanan yang terdaji cukup banyak macam nya.


Saat Exsel ingin menggerak kan sedikit tubuh itu, Neha kangsung menahan dan melarang Exsel.


"Jangan menggerak kan tubuh mu, luka mu akan kembali terbuka, aku akan menyuapi mu dan melayani mu apa pun yang kamu mau" ucap Neha ambigu di pendengaran Seorang Exsel yang kegatelan itu.


Exsel dengan wajah pucat itu tersenyum namun benar-benar tidak mengerak kan tubuhnya.


Lalu dengan serius mengambil makanan untuk Exsel dsn ingin menyuapi Exsel.


"Akkk.." ucap Neha seperti mengata kan itu kepada anak kecil, Namun Exsel seperti tak menuruti ucapan Neha yang sudah mengakat sendok untuk menyuapi itu ke mulut Exsel.


"Cepat bukak mulut mu,agar kamu punya tenaga dan bisa sembuh lebih cepat" ucap Neha yang masih tertahan dengan sendok yang masih di depan mulut Exsel.


"Siapa yang berani memasti kan makanan itu sudah kamu beri racun atau tidak" ucap Exsel kepada Neha.


Neha mendengar ucapan Exsel. lansung melahap habis makanan ya ada di sendok tersebut.


Dan kembali menyendok kan makanan selanjutnya untuk Exsel.

__ADS_1


Kali ini Exsel tak berkomentar apa pun, langsung menerimah suapan dari tangan Neha dan memakan dari sendok bekas Neha tadi.


Exsel yang biasanya tak ingin makan bekas sendok orang lain, manun kali ini terkecuali.


Makan dengan lahap makanan tersebut, yang di suapi langsung oleh Neha.


Hingga makanan dari sendok terakhir pun, Exsel tanpak anteng dan terus melahap makanan itu.


Neha terlihat begitu tlaten saat menyuapi Exsel. dan tak menatap Exsel, hanya konsen dengan makanan yang dia beri kan.


Exsel yang menatap Neha serius dan lekat, namun tidak dengan Neha.


Neha ingat ucapan dokter tadi, jika dia tidak boleh membuat Exsel banyak bergerak, Namun sikap acuh Neha membuat Batin Exsel membrontak.


Dsn dia juga berusaha menahan semua nya hingga dia sembuh Total, jika sudah sembuh, dia benar-benar tidak ingin menyia-nyia kan waktu untuk melahap habis Neha, Hingga Neha tak berdaya.


Habis dengan makanan itu,Neha langsung membawa tempat yang sudah kosong ke arah pintu agar di bawa oleh sang pelayan nantinya.


Exsel belum di pindah kan ke ranjang pribadi yang empuk dan luas miliknya, Karena Exsel memang belum boleh bergerak sedikit pun, untuk BAK dan BAB saja Exsel punya toilet khusus di ranjang tempat dia saat ini.


jangan kan untuk Pindah, menggerak kan tangan Saja Exsel memang belum di perboleh kan oleh Dokter pribadinya.


setidak nya dalam seminggu ini, Karena dengan bergerak luka juga akan terbuka.


dan harus di ulang kembali.


Mendengar Itu Exsel benar-benar tidak melakukan nya lagi.


Tapi sebenar nya sang dokter hanya berbohong, agar Exsel belum menggerak kan dengan bebas tubuhnya itu.

__ADS_1


Cukup satu hari saja, luka Exsel sudah sebenar nya bisa di gerak kan sedikit, atau hanya sekedar bergeser pelan.


Namun karena Exsel yang kadang tidak bisa terkontrol, jadi sahabat Exsel harus melakukan hal seperti itu, walau harus membohongi Exsel dan itu demi kebaikan sahabatnya itu.


__ADS_2