
Hari ini tepat di mana dua hari yang lalu Exsel membuat sebuah ucapan jika akan mencari keluarga Neha yang hilang.
Neha terlihat begitu bahagia dan menyiap kan diri fengan berpakian yang sangat sopan.
Celana jeans hitam, baju kaos besar dengan dalaman yang ketat untuk menjaga jika baju glebor yang dia pakai terbuka, baju ketat di dalam nya melindungi tubuh mont ok Neha. dan juga topi fengan tambut yang di ikat ketat di kepala nya, terlihat seperti preman cantik Namun terlihat begitu menarik di mata Exsel.
"Sudah siap??" tanya Exsel saat melihat penampilan Neha saat mendekati dirinya, dan Exsel pun tak kalah begitu tampan dan lebih tampan dari biasa nya, aurah yang tersembunyi selama ini, keluar dengan pakian santai yang Exsel pakai di tubuh gaga nya...
"Ayo...!!!" ucap Exsel sambil menggapai Tangan Neha untuk dia genggam dan membawa ke mobil berabarengan bersama diri nya.
Terlihat begitu serasi, Status jal lang yang melekat di tubuh Neha, Saat ini tak terlihat sama sekali, Dia lebih seperti gadis yang begitu sangat...sangat setia pada sang Kekasih, wlau pun status mereka belum ada selain patner ran jang, Namun Exsel memperlakukan Neha dengan terlihat begitu romantis.
Exsel membuka Pintu depan untuk Neha, Lalu selanjut nya Exsel yang maauk untuk menyetir, Mereka pergi hanya berdua.
Memang pengawal tidsk ads di mobil tersebut, namun parah pengawal selalu ada menjaga dan mengntai terus dari mobil lain dan juga motor.
Mobil bagus dengan fasilitas Oke dan aman, itulah yang di kendarai oleh Exsel dan Neha saat ini. untuk mejaga mereka agar sangat aman dari parah musuh yang setiap saat selalu ada untuk mengintai dan melihat kemana pun Exsel pergi.
Mulai dari roda yang tak tembus oleh benda apa pun dan setajam apa pun, dsn kaca anti benda tajam beserta mobil yang bisa mendeteksi benda asing yang di tempel kan atau barang lain untuk Niat jahat pada Exsel.
Exsel paham, dengan dia membawa Neha keluar dari dalam rumah itu, sejak itu kehidupan Exsel akan selalu di intai dan Neha menjadi incaran para musuh-musuh Exsel.
__ADS_1
Tapi Exsel sudsh menyipa kan dengan semua resiko itu. jika masih bisa mereka kelabui Kelompok EXsel. memang sudah menjadi takdir dan Exsel harus menerimah hal tersebut.
"Neha, kamu masih ingat di mana tempat tinggal mu dulu??" tanya Exsel menoleh ke arah Neha yang begitu serius melihat ke jalan guna melihat setiap orang yang sedikit mirip dengan keluarga nya.
"Ahhh...Tentu, tentu aku masih sangat ingat dsn begitu pula Jalan ke sana." jawab Neha dengan penuh kejujuran.
"Baik lah kita ke sana sekarang" Ucap Exsel mulai kembali penuh keningan dan melaju kan mobil dengan cepat ke arah dan di tunjuk Neha.
"Baik lah kita pakai GpRS saja, dari pada kamu sibuk menunjuk-nunjuk arah jalan" ucap Exsel yang mulai bosan melihat tangan Neha yang seperti tukang parkir yang terus mengarah kan jalan yang mereka lalui.
"Baik lah" ucap Neha menjawab ucapan dari Exsel tadi dan diam saja sambil duduk santai di mobil empuk itu.
Exsel mulai menyalah kan petunjuk jalan dari mobil berpasilitas lengkap itu dan mengendarai mobil dengan cepat ke arah tujuan yang sebenar nya.
"Nanti saja, aku masih ingin memperhati kan setiap sudut jalan, siaa tau bisa melihat keluarga di sana" ucap Neha penuh harap, dan berharap keluarga Neha masih ada di dunia ini dan bisa bertemu lagi.
"Yasudah terserah saja, tapi jika lapar, kamu bisa makan sambil melihat-lihat jalam, agar sambil melihat-lihat kamu bisa punya tenaga lebih Nantinya."ucap Exsel kembai kepada Neha yang terlihat begitu berharap bisa bertemu keluarga nya di jalan yang mereka lewati.
Jika melewati pemukiman Warga Exsel memelan kan laju kendaraan milik nya, selain menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak di ingin kan, Exsel juga menyuruh Neha untuk melihat keluar siapa tau bisa melihat keluarga nya di sana.
Neha terus dan terus melihat setiap orang yang dia lewati tanpa ada kata terkecuali.
__ADS_1
Beberapa menit, sperti nya Neha merasakan hal aneh di perutnya, sehingga dia mulai menghadap ke arah belakang dan mengambil sekotak makanan untuk di masuk kan ke perut rata miliknya dan mengganjal perut yang terasa aneh itu.
Exsel melihat tingkah Neha dari sudut matanya dan tersenyum tipis.
Tanpa menawar kan pada Exsel yang juga merasa lapar, Neha melahap sendiri makanan sekotak hingga habis.
"Jika aku kelelahan dan pingsan di mobil ini, bersiap lah untuk menyetir mengantinkan aku" ucap Exsel tak menoleh ke arah Neha, hanya melirik dari ujung mata milik nya.
"Haaaahh, kenapa harus aku, aku mana bisa melakukan itu" jawab Neha yang tak mengerti dengan ucapan Exsel yang menyindir kebodohan Neha itu.
"Sungguh kamu jangan lakukan hal itu pada ku Exsel, aku mana mengerti semua ini, kita bisa tidak akan bisa pergi" ucap Neha yang benar-benar ketakutan dengan apa yang di ucap kan Exsel tadi.
"Apa kamu sat ini merasa sakit, atau luka mu kembali luka" tanya Neha menatap Exsel hingga mengeser kan tubuh dan mencondong kan menghadap Exsel yang zak menatap ke arah Neha.
"Exsel jawab aku" ucap Neha sambil menatap semakin dekat Exsel.
"Kenapa kamu begitu bodoh Neha, aku kelaparan dan mulai merasa lelah menyetir, tanpa minum dan makan apa pun, sedang kan kamu melahap makanan itu sendiri hingga habis dan tak berniat menawar kan dan menyuapi aku yang tidak bisa memindah kan tangan dari setiran ini" ucap Exsel masih tak menoleh Ke arah Neha yang menjengkel kan.
Neha tidsk berpikir atau bertanya lagi, Dia langsung menoleh ke arah belakang, mengambil sekotak makanan dan air minum untuk Exsel.
Neha lqngsung membuka kotak makanan itu lalu menyuapi Exsel yang sedang konsen menyetir.
__ADS_1
"Nih....!!!! cepat bukak mulut mu itu, Kenapa harus menceramahi aku sepanjang itu jika kamu juga lapar, aku kira tadi kamu memang belum mau makan, jika tadi kamu bilang ingin makan, aku pasti menyuapi nya untuk mu" ucap Neha yang juga mulai kesal karena Exsel mengata kan dia bodoh, dann menyindir Neha, dan Neha tidak mengerti hal itu.