
Beberapa hari dalam perawatan.. Neha pun sudah membaik. Namun saat di pertama membuka mata. yang dia lihat adalah seorang Exsel yang duduk di dekat ranjang milik nya sambil menatap lekat ke arah Neha.....
Namun saat ini Neha tidak tampak ketakutan seperti sebelum nya. karena dia sudah sangat pasrah atas hukuman yang di beri kan Exsel pada diri nya yang bersalah menurut Exsel ini...
Dalam pikiran Neha.. Exsel menyelamat kan dia karena belum puas dengan penyiksaan terhadap Diri Neha...
"Kamu sudah sadar" tanya Exsel kepada Neha yang menatap sayu ke arah dia...
Sebenar nya itu bukan pertanyaan yang penting. tapi ntah kenapa.. Exsel begitu ingin menanya kan hal tersebut kepada Neha yang baru saja membuka mata. dengan di saksi kan langsung Oleh Exsel itu...
"Ya, ucap Neha yang membuang muka dari pandangan exsel yang terus menatap dia lekat itu.
"Lihat aku, apa kau tak menganggap aku ada saat ini. orang setampan aku masa tidak menarik perhatian mu" ucap Exsel seperti bergurau namun sebenar nya sangat serius.
Neha tak menghirau kan itu. dan masih betah memaling kan wajah nya ke arah lain danntak berniat untuk sedikit pun menoleh ke arah Exsel yang masih betah menunggu Neha menatap ke arah dia...
"Kau berani membantah ku" ucap Exsel yang mulai emosi. melihat Neha yang tak menghirau kan ucapan nya untuk melihat dia.
Namun tetap saja Neha pada pendirian nya yang tak ingin menatap wajah Exsel walau pun sangat tampan itu.
Bagi Neha, Exsel tak lebih dari seorang penjahst ysng sangat kejam tak punya hati dan belas kasih pada siapa pun. mau wanita atau pun pria akan tetap menerimah sangsi yang sana jika melakukan kesalahan Pada seorang Exsel...
Walau pun Neha menurut atau pun tidak. bagi Neha sama saja, karena nanti pasti akan perlahan tetap mati di tangan Exsel. menerimah setiap siksaan setiap hari hingga dia puas hingga mati perlahan dalam siksaan tersebut...
__ADS_1
Sehingga orang yang menerimah itu merasa abgat ingin mati secepat nya saja dari pada di siksa setiap hari oleh Exsel.
Pembunuh berdarah dingin, yang kadang bisa sangat baik dan kadang bisa sangat jahat jika menurut nya orang tersebut membuat dia marah dan kesal.. apa lagi mengecewa kan dia yang sudah sangat baik seperti yang di lakukan nya pada Neha....
"Brukkgg..." Tiba-tiba Exsel berada di atas tubuh Neha, mengukung tubuh lemah itu walau tidak sampai menindih nya.
Exsel berdiri dengan sangar dari kursi di dekat ranjang Neha itu. saat ini dia ingin memaksa Neha untuk menatap dia dengan cara nya sendiri..
Menarik paksa dagu Neha dan menahan nya. lalu dia menatap Mata Neha. Namun Nihil. Neha malah menutup mata dan benar-benar tidak ingin menatap Exsel yang saat ini memaksa diri nya untuk menatap langsung mata milik nya...
"Kau benar-benar ingin membuat ku lebih marah" ucap Exsel kepada Neha yang masih memejam kan mata.
"Baik lah kalau begitu...Aku akan membawa semua anak buah ku ke ruangan ini untuk mengimgilir mu sampai mereka puas" bisik Exsel kepada Neha, dan itu itu sukses membuat Neha membuka mata secara spontan...
" Berati kau mau aku saja yang memasuki mu hingga puas bukan" Ucap Exsel mendekat kan wajah nya ke wajah Neha yang masih tampak pucat itu...
"Aku belum siap melakukan itu, tubuh ku masihblemah dan sangat lelah, saat ini yang ku butuh kan hanya istirahat" ucap Neha yang baru mengeluar kan suara nya yang sejak tadi membisu itu..
Dia terpaksa bersuara, karena takut Exsel benar-bensr melakukan hal itu di saat tubuh nya yang begitu lemah belum bisa melakukan apa pun apa lagi untuk menghindari serangan Exsel yang ganas.
Exsel sejenak termenung mendengar ucapan yang keluar dari bibir pucat Milik Neha yang terdengar begitu pelan dan lemah tak berdaya itu.
Memang belum seharus nya Neha yang baru sadar itu langsung di garap di sana. Exsel harus menunggu sedikit sampai kondisi Neha membaik lalu dia akan melakukan sepuas hati kepada Nega dan tubhuh nya. yang menurut Exsel sepenuh nya sudah menjadi milik nya..
__ADS_1
Karena uang yang di beri kan Exsel kepada Neha sebelum memang sudah Neha ambil.
Namun jasa Neha yang belum terpakai oleh Exsel..
"Ingat Neha, belum ada sedikit pun jasa mu terpakai oleh ku, sedang kan uang yang ku beri kan sudah kamu ambil dan nikmati. jadi hanya kamu yang harus melunasi semua itu kepada ku saat kamu sembuh nanti, harus lunasss dan juga PUASSSSSS...!!! ucap Exsel yang semakin geh nit mengatakan hal itu pada Neha yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit tersebut...
Exsel menjauh kan wajah nya dan kemali duduk di kurdih tadi dengan masih menatap Neha yang juga menatap nya dengan mata yang berkaca-kaca..
Tidak ada pilihan lain yang harus Neha lakukan sast dia sudah sembuh nanti. jika tidak Exsel benar-benar melakukan hal yang mengerih kan terhadap tubhuh nya, seperti yang Exsel kata kan tadi.Yaitu
Akan membawa seluruh anak buah nya yang tak terhitung itu menikmati Neha hingga mereka puas...Menurut Neha hal itu sangat mengerih kan dari pada siksaan-siksaan yang di lakukan Exsel setiap hari pada nya.
Yang pasti nya, pilihan untuk melayani Exsel sampai ouas adalah cara terbaik untuk Neha, walau dia harus merelakan dan tidak bisa menjaga hingga ia mendapat kan seorang oria yang benar-benar bisa membawa dia ke jenjang yang lebih serius dan ikut mempertanggung jawab kan keluarga nya...
Sekarang pun semua tidak bisa di lakukan Neha. keluarga yang di jaga selama ini ntah masih selamat atau tidak. karena bisa ki kata kan kemungkinan kecil akan tiada karena terjun bebas ke arus deras air terjun yang begitu dalam dasar nya.
Hanya mukjizad yang bisa menyelamat kan keluarga Neha yang jatuh saat penangkapan diri nya beberapa hari yang lalu.
Neha melamun sambil menatap Exsel yang masih menatap diri nya. mungkin jika gadis lain yang di tatap seperti itu akan merasa gugup. karena dari seluruh yang afa di tubhuh Exsel begitu sdmpurnah tsnpa celah.
Namun jika sudah mengetahui sikap Asli dari seorang Exsel akan katakutan dan ingin pergi sejauh mungkin hingga Exsel tidak mengetahui dan tidak dapat menemui mereka hingga akhir hayat..
Itu lah yang di rasa ileh Neha saat ini. Namun tetap pasrah dan tak ingin terlalu merasa tertekan dengan dia di bawah kekuasaan Exsel seorang pembunuh berdarah dingin itu.
__ADS_1