RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
MENINGGAL NYA SANG IBU


__ADS_3

Untuk ikut bersama Neha, Keluarganya masih memang belum yakin dengan keselamatan mereka, karena Exsel seorang yang punya harta yang tidak akan habis hingga keturunannya.


Dan Exsel juga pernah menjadi seseorang yang sangat jahat di kehidupan mereka, dan itu bukan terjadi sangat lama. Namun baru saja hal itu terjadi, dan bekas ketakutan mereka saja, masih terus menyelimuti hati mereka yang terus was-was.


"Ikut saja, aku tidak akan membunuh kalian, yakin lah" ucap Exsel melihat ketakutan dan rasa tak ingin percaya pada ucapanyang di kata kan Neha tadi.


Namun saat ucapan itu terdengar dari mulut Exsel dsn terlihat muka serius itu, mereka mulai sedikit yakin dsn percaya mereka akan cukup baik jika ikut, dan mereka bisa bertemu dan berkumpul kembali bersama Neha.


"Ikut masuk ke dalam mobil mewah yang di kendarai oleh Exsel tadi, mereka cukup yakin.


"Begitu Enak nya bisa duduk di mobil bagus ini" ucap adek bungsu Neha berbisik kepada kakak laki-lakinya.


"Husss...jaga ucaoan mu, jangan sampai tuan Exsel jadi ilfil mendengar ucapan mu itu" ucap sang kakak yang juga berbisik, Namun kepekaan telinga Exsel bisa menyadap ucapan tersebut, dan mendengar dengan cukup jelas, Exsel tersenyum mendengar itu, Namun tak ikut nimbrung dengan percakapan dalam diam dua saudara tersebut.


Exsel terus melaju kan mobil dengan kecepatan cukup tinggi agar lebih cepat kembali sampai di rumah milik nya.


dan ada satu hal yang ingin Exsel lakukan untuk menghilang kan rasa Lelah tubuh nya. dan hal itu hanya Neha yang bisa melakukan nya.


Tersenyum Nakal dslam kesendirian nya, membuat Neha mengetahui jika Exsel saat ini tersenyum.


"Aoa kamu sedsng bahagia" bisik Neha yang mengaget kan Exsel, Namun tetap konsetrasi dengan menyetir nya itu.


"Hemmm, tidsk juga, hanya mengingat sesuat yang menyenang kan" jawab Exsel yang tetap menatap ke depan dan waspada pada jalan yang cukup padat.


Saat mereka cukup bersantai di dalam mobil itu, tiba-tiba.


"Garrrrgg...." satu tabrakan dari samping menyenggol mobil Milik Exsel, Tapi sukur nya mobil itu begitu sangat bagus fasilitas dan bahan nya, sehingga senggolan itu tak menggerak kan mobil Exsel, hanya terasa sedikit takbakan dari luar, seperti hal yang tidak di sengaja.

__ADS_1


Tapi Exsel sadar, jika mereka dslam pengintain musuh, banyak nya mobil yang menyalip dan juga berjalan sejajar dengan mobil milik nya, Sebagian dari mereka adalah musuh Exsel yang mengepung dan ingin mencelakai dan menghenti kan Exsel di jalan tersebut.


Exsel tidsk peduli dengan hal itu, dan memberi sinyal kepada para pengawal untuk menyingkir kan beberapa mobil yang cukup menganggu perjalanan milik nya itu.


Dan benar saja, cukup setengah menit, beberapa buah mobil di belakang Exsel terguling cukup jauh dari Tempat Exsel


Keluarga Neha dan Neha gidsk menyadari tentang musuh Exsel yang mengepung mEreka, kaget saat mwlihat di belakang mobil yang mereka tumpangi Namun cukup jauh, kendaraan yang kecelakaan beruntun terjadi.


Ada yang menambrak pembatas jalan, ada menabrak mobil lain dsn juga ada yang langsung terguling Hebat hingga langsung meledak


"Astaga, ada kecelakaan beruntun, apa kita tidak berhenti untuk melihat ada nya korban atau tidak" ucap sang ibu yang berusaha membuka jendela mobil.


"Jangan buka kaca mobil nya" ucap Exsel keras kepada sang ibu.


Namun itulah ibu Neha, yang sedikit kekeh dengan dirinya yang merasa benar.


"Cepat hentikan ibu mu untuk jangan membuka kaca mobil jika tidak ingin nyawa nya melayang saat ini juga, mereka musuh ku, bukan orang biasa" ucap Exsel kepada Neha nmaun tak sekeras tadi.


Neha yang kaget mendengar itu. langsung menileh pasti ke belakang untuk melarang sang ibu membuka kaca mobil.


"Dorrrr..!!! Ahhhhkkk...!!!" belum sempat ucapan itu keluar dari mulut Neha, ternyata sang ibu sudah membuka lebih dulu kaca mobil itu, dsn yang benar saja, semua yang di uvao Kan Exsel terbukti sudsh di depan mata.


"Akkkkkhhhh... ibukkkk...!!!!" ucap Neha dan kedua adik nya berteriak saat melihat sang ibu tertembak dan langsung mati saat itu juga.


Bukan tidak ingin peduli, Exsel langsung menutup rapat kaca mobil itu dan melaju kencang agar tidak ada korban selanjut nya.


Mereka langsung memeluk sang ibu dsn menagis kencang di dalam mobil tersebut, membuat Exsel pening dan tidak konsetrasi menyetir.

__ADS_1


"Hentikan tangisan kalian sekarang, bukan waktu nya untuk berteriak dan menghilang kan konsentrasi mu, kita bisa mati semua di dalam mobil ini jika kalain tidak diam.


Mendengar ucapan Exsel yang tak sedikit merass iba dengan kondisi mereka, Neha Emosi dan mulai menatap tajam Exsel.


"Dasar laki-laki bodoh, tak berperasaan, mati saja kau hari ini, aku membenci mu, gara-gara kamu ibu ku mati, jika saja mereka tidak ikut masuk ke dalam mobil sialan mu ini, ibu ku pasti tidak akan mati" ucap Neha, membuat Exsel naik pitan mendengar ucapan Neha yang begitu mengolok-golok dirinya, hanya karena ibu nya mati dan semua itu karena kesalahan sang ibu yang tidak mau mendengar ucapan Exsel dan kekeh dengan pendirian yang menurut nya benar itu.


"Trakkk" Satu todongan menuju sang adik bungs Neha dan membuat mereka semua terperangah.


"Apa yang kau lakukan Exsel" ucap Neha yang masih memeluk jasad ibunya itu.


"Cukup tutup mulut kalian dan duduk dengan tenang, jika sampai kalian membuyar kan konsentrasi ku, satu tembakan akan menembus kulit adik mu" ucap Exsel dengan msih menodong kan pistol dengan satu tangan dan tangan satu nya menyetir.


Dengan tangis bergetar, melihat jasad sang ibu, mereka langsung terdiam Namun air mata mereka masih saja mengkir dengan dalam keheningan.


Dan satu jam berlalu dengan kecepatan tingga dan sekarang menuju tempat aman dengan di lindungi oleh anak buah Exsel yang bersenjata kan lengap, baru lah mereka berhenti dan masuk ke sebuah ruang yang sangat asing di mata Neha.


Tak berniat keluar dari mobil dan terus memeluk jasad ibunya. Tiba-tiba pintu mobil terbuka dengan dua orang wanita dan juga beberapa pria membawa sebuah ranjang rumah sakit ke arah mobil itu.dengan berpakian perawat rumah sakit


"Keluar kan jasad itu dari dalam mobil ku" ucap Exsel mengerih kan


" Exsel apa yang ingin kamu lakukan pada ibu ku, jsngan lakukan apa pun" ucap Neha menagis namun tak berteriak, karena takut.


Begitu juga dengan kedua adik Neha yang memegang tubuh sang ibu.


Apa kalian ingin ibu kalian membusuk di dalam mobil mewah ku. atau kalian mau menguburi dia dengan layak" ucap Exsel yang ternyata masih peduli dengan ibu Neha


Ikut lah kemana mereka membawa ibu kakian dan kata kan apa pun yang ingin kalianlakukan pada ibu kalian, agar mereka melakukan hal terbaik untuk terakhir untuk ibu kalian." ucap Exsel.

__ADS_1


Baru lah jasad itu di keluar kan dari dalam mobil dan di bawah ke tempat mestinya. dengan Neha dan adik nya mengikuti mereka.


__ADS_2