RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
NEHA DAN KELUARGA MENUJU PERKAMPUNGAN


__ADS_3

"Brengsek...Wanita pel acur begitu saja tidak bisa kalian temu kan, benar-benar bodoh kalian semua. saya kasih kalian waktu satu hari ini. jika masih tidak mendapat kan informasih tentang hal ang itu. kalian semua akan tau sendiri akibat nya. Kalian pernah melihat hukuman apa yang ku berikan kepada manusia tidak becus seperti kalian bukan" ucap Exsel berang dan menunjuk mereka dan menatap dengan mata nyalang nya itu.


Semua yang mendengar ucapan Exsel yang mengeri kan itu langsung terlihat memucat, Karena hanya nyawa mereka lah yang bisa menebus kesalahan yang di perbuat oleh mereka.


Mereka semua ketakutan dalam kebisuan. ingin rasa nya pergi ke ujung dunia untuk lepas dari seorang Exsel, pria kejam berdarah dingin itu. yang membunuh tanpa pandang bulu. dan tidak akan kasihan dengan permohonan orang-orang yang sudah mengecewa kan dia...


Dan Exsel segerah membubar kan seluruh anak buah nya untuk kembali ke lapangan mencari Neha beserta keluarga. Sudsh banyak mencari informasi, Nmaun memang belum ada tanda-tanda orang yang mengetahui dan melihat mereka keluar dari rumah sakit tersebut.


Dan mereka mulai meminta Cctv rumah sakit untuk melacak.


Mungkin memang nasib mujur Neha. Di Cctv pun mereka tak terlacak, seakan Neha seorang hacker atau pun mereka kabur lewat bawah tanah.


Sehingga memang tidak ada bukti apa pun.


Hanya yang mereka tau, satu pelayan telah ikut pergi dan menghilang. saat berita itu terdengar ke telinga mereka.


Menurut pelayan yang masih tinggal di rumah sakit itu. Saat mendengar kabar Neha akan mendapat ancaman dari Exsel. satu pelayan itu tergesa-gesa pergi. tapi pelayan yang masih tinggal itu tidak mengetahui kemana arah sang pelayan pergi.


Apa kah pergi sendiri atau dia ikut bersama Neha. tidak ada yang tau dan yakin pasti satu pelayan bernama yani itu hilang kemana.


Anak buah Exsel berpencar dengan sangat serius dan mulai mencari informasih dengan imbalam uang, jika mereka bisa mendapat kan dan memberi tau di mana dan kemana mereka pergi benar-benar mendapat uang yang cukup banyak.


Apa lagi mereka mengata kan jika kekuarga Nha buronan, Karena sudah membunuh dengan sangat kejam. membauat irangvyang mendengaf berita itu sangat geram Dengan keluarga Neha.


Tanpa uang pun sudah banyak orang yang berusaha membantu mencari kan keluarga Neha hingga dapat.

__ADS_1


"Memang keluarga yang sangat jahat, mereka sangat pantas mendapat kan hukuman setimpal, jika saja aku yang menemu kan mereka, akan ku bunuh langsung mereka di tempat dan tak akan ku beri ampun pada mereka itu" ucap salah satu dari beribu-ribu orang yang mengetahiu brita bohong yang sudah tersebar di masyrakat itu.


Anak buah Exsel tersenyum, mendengar berita yang mereka siar kan sudah mulai memjadi bumerang bagi keluarga Neha di mana pun berada..


Kini Neha dan keluarga sudah mendekati perkampungan yang di maksud yani, terlihat dari jauh banyak rumah-rumah yang masih tetutup dengan hutan-hutan yang mereka biar kan membesar di area perkampungan itu.


Untuk melindungi penduduk dari gersang nya tanah di musim kemarau. dengan Desa yang banyak tumbuhan padi dan juga kebun kopi yang berdekatan dengan kampung tersebut.


Neha membulat kan tekad ingin mengubur kan jasad sang kakak di perkampungan itu.


Saudara. ibu dan yani tahu jika Neha begitu sangat lelah dan bahu nya mungkin sudah lebaan semua karena dia yang tetap kekeh ingin menggendong sang akakak melewati rintangan apa pun.


Kini Mereka sudah dekat berada di tempat. dimana ojek kuda yang yani maksud itu. dan mereka mulai mendekati mereka untuk memesan dan masuk ke kampung yang terlihat dari tinggi nya tempat Neha melihat perkampungan tadi.


"Pak kami pesan lima kuda, yang satu nya usaha kan dengan kuda yang besar ya pak" uvao Yani kepada pemilik ojek kuda di sana, lalu memerintah kan beberapa orang untuk medekati rombongan Neha.


Ada seseorang penarik kuda yang mendekati Neha melihat seseorang yang tanpak seperti tidur namun wajah nya terlihat sangat pucat seperti mayat.


"Apa orang yang jamu gendong sedang sakit parah. jika tidak keberatan saya akan bawah anda langsung ke puskesmas untuk membantu secepat mungkin" ucap seseorang itu, yang langsung bersimpati saat melihat Neha menggendong seseorang yang terlihat sakit parah itu.


Namun Neha membeku sesaat. Neha takut jika sang kaakak tidsk di ijin kan masuk perkampungan. Namun apa pun resiko nya Neha tetap ingin membawa sang kakak untuk mengubur nya.


Neha memang cukup takut, tapi Neha juga tidak mau berbohong, Karena akan memperbanyak masalah ke depan nya nanti.


"Pak ini ongkos kami Enam orang" ucap Neha memberi kan kepada seseorang yang akan memandu Kuda milik nya menuju kamoung yang di maksud.

__ADS_1


"Baik lah" ucap seseorang itu menerimah unagbyanh cukup banyaj dari tangan Neha dsn menghitung nya.


"Ini angat banyak, biaya pengantaran kalian tidsk sebanyak ini" balas nya dan ingin mengembali kan uang tersebut, Karena dia pikir Neha memang salah memberi kan unag pada nya.


"Tidak pak, selebih nya itu sengaja saya beri kan kepada anda" uvao Neha iklas.


"Baik lah.. trimakasih" ucap seseoarang tersebut laku menyetor kepada sang bos ongkos yang seharus nya, dan lebih dari uang yang di beri kan Neha di simpan pribadi. memang gidak ada slah nya. Neha pun tidak mempermasalah kan uang itu.


"Mari naik" ucap sang pemandu kuda memberi tangga untuk Neha naik lalu membantu Neha mendorong seseorang di gendongan itu. Namun pemandu kuda itu merasa tubuh yang telah dia bantu dorong untuk naik ke atas kuda tersebut, terasa cukup berat dan sangat dingin, walau pun orang yang di gendongan belakang Neha itu di tutupi dengan selimut cukup tebal.


Lalu sang pemandu Kuda mulai menepuk sang kuda untuk berjalan.


Dengan rasa penasaran nya sang pemandu kuda kembali bertanya.


"Apa benar yang yang kamu gendong tidak sakit parah" tanya nya menoleh kepada Neha yang berada di atas kuda tersebut.


"Ma'af pak, mungkin saya harus jujur, Orang yang saya gendong sudah meninggal Satu hari, dalam perjakanan kami ke sini dia meninggal tanpa sepengtahuan kami. jika baoak ingin memarahi saya silakakan saja pak, mungkin tidak pantas bukan, membawa jasad masuk ke kamoung ini." ucap Neha dengan muka lesuh tak berdaya nya.


Namun sejenak tak ada respon dari pemandu kuda. beberapa detik baru lah dia menoleh kepada Neha.


"Kita langsung ke rumah duka saja, kita lakukan pembersihan pada jasad ini baru di kubur kan di tempat pemakaman umum" jawab sang pemandu. dan Neha begitu kaget bercampur Haru, Karena apa yang dia pikir kan tentang respon sang bapak pemandu itu, ternya bebeda jauh kenyataan nya.


"Sungguh..??? benar kah bisa begitu pak, apa penduduk kampung ini tidak akan marah" tanya Neha kepada bapak itu.


"Tidak ada yang bisa menebak kematian hanya ilahi yang mengetahui nya. apa yang salah dengan enguburan di mana pun brada. tanah bukan manusia yang mencipta kan kita tidak punya hak menolak jadad yang memang harus nya kembali ke tanah.

__ADS_1


Neha menetes kan air mata haru nya, karena tidak bisa menebak jika jawaban bapak itu begitu bijak.


__ADS_2