RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
KEMBALI TINGGAL DI RUMAH EXSEL


__ADS_3

Neha pun langsung mengikuti Exsel dari belakang, dengan pengawal yang terus menjaga mereka.


"Kak, kakak yakin kita ikut dia, dia kan..!!"


"Hussshh....., jangan kata kan apa pun, saat ini hanya dia tempat kita berlindung dari kejahatan yang mengintai kita" bisik Neha kepada adik perempuan yang begitu lekat memegang Tangan Neha., saat tak sengaja Mata Adik Neha mengkap Nakal mata seorang pengawal Exsel, yang berada di belakang mereka saat ini.


Melihat ketidak nyamanan adik nya yang sering melihat ke belakang, Neha menoleh tajam ke arah pengawal tersebut.


Namun tatapan tajam itu seperti tak di hirau kan oleh seorang pengawal tadi yang melihat Sang adik Neha dengan pandangan Nakalnya itu.


"Paling kan wajah dan mata mu itu, jangan sampai aku marah saat kau terus menatap bok ong adik ku" ucap Neha mengeras, karena satu pengawal itu tidak peduli fengan tataoan tajam Neha padanya.


Pengawal lain nya terlihat kaget akan suara Neha yang mengarah kepada pengawal yang satu nya, yang memang terlihat berbeda dari yang lain tingkah nya.


Dia terus begitu dekat dengan adik perempuan Neha. Namun pengawal lain mengirah jika pengawal itu tidak berulah.


Mendengar itu semua berhenti termasuk Exsel yang berjalan cepat di depan mereka tadi, yang tak mengira jika ada sesuatu yang terjadi di belakang dia, saat Exsel begitu konstrasi dengan jalannya.


Pengawal yang tadi melihat dengan nakal, tiba-tiba menunduk kan kepalanya takut, saat Exsel menoleh dan langsung menujuh ke tempat Neha berada saat ini.


"Kenapa??" tanya Exsel, dan Neha tak mengata kan apa pun, hanya menunjuk ke arah pengawal yang berulah tadi. dengan muka datar nya Neha menunjuk pasti dan tepat pada tubuh satu pengawal yang berani melihat adiknya.


Hanya dengan satu gerakan tangan Exsel, pengawal itu langsung di tarik paksa oleh pengawal lain nya untuk tidak lagi berada di dekat Neha dan jauh dari pandangan Neha dan adik nya itu.


Bisa jadi pengawal itu pun tidak lagi bisa menatap dunia ini.


"Lanjut kan jalannya, jangan samapi sampah kecil menghambat perjalanan kita."ucap Exsel menerus kan perjalanan mereka menujuh rumah mewah milik nya.


masuk ke dalam mobil melewati lorong besar, seperti masuk ke ruang bawah tanah, dan telihat begitu koko dan terlindung dari bahaya di luar.


Saat keluar dari lorong itu dengan mengendarai mobil, mereka baru bisa melihat jakan yang cukup sepi.


Namun kali ini ,Exsel tidak menyetir sendiri, melain kan sopir pribadi Exsel yang membawa mobil yang mereka naiki dan juga lain dari mobil yang tadi mereka naiki.

__ADS_1


Saat ini benar-benar dengan pengawal yang ketat dsn senjata yang lengkap.


"Jangan lakukan apa pun, dan juga jangan membuka pintu dan kaca tanpa perintah dari ku, agar nyawa tak berati kalian itu bisa tetap bertahan" ucap Kasar Exsel dan sedikit menganggu mendengaran kedua adik Neha. Namun tidak dengan Neha, Neha sedikit menyenggol kedua adik nya agar tidak berkomentar atau pun bertindak yang membuat Exsel semakin emosi.


"Iya, akan kami lakukan," jawab Neha kepada Exsel yang duduk di depan diri nya dengan bangku tengah, Neha dan kedua adik nya berada di bangku paling belakang.


Kedua adik Neha selalu menempel kepada sang kakak.


Beberapa jam berlalu, kini mobil tersebut sudah memasuki halaman rumah Exsel. Namun mobil itu tidak berhenti di sana melainnkan mereka masuk ke dalam ruang, agar lebih aman dari pengitaian.


Di halaman rumah Exsel yang biasa nya tidak ada pengawal yang banyak dengan baju pengaman. Namun saat ini, hal itu terlihat, terlihat pengamanan yang begitu ketat.


"Apa kah musuh-musuh mu selalu mengintai kita" tanya Neha kepada Exsel yang begitu serius duduk di depan mereka.


" Tidak juga, Tapi mereka bisa datang kapan pun tanpa kita ketahui, walau pun pengamanan begitu ketat" jawab Exsel tak menoleh ke arah Neha.


"Ohhh, ucap Neha ber OH singkat.


Namun Exsel tak permasalah kan itu.


"Kalian ingin tetap tidur berasama kakak kalian, atau ingin punya kamar sendiri-sendiri??"Tanya Exsel kepada kedua adik Neha.


Saat ingin menjawab pertanyaan itu, Neha langsung mendahului.


"Biar kan kedua adik ku tidur bersama ku, sampai aku mengata kan mereka boleh tidur terpisah dari ku" ucap Neha, dan itu langsung di angguki Oleh Exsel.


"Tempat kalian di kamar kakak kalian yang biasa nya. dan maslah pakian dan makanan, biar nanti kakak kalain yang mengatur itu semua" ucap Exsel menyerahbkan semau hal kepada sang kakak agar lebih aman dan nyaman bagi mereka saat mengingin kan apa pun


"Kalian boleh labgsung ke kamar atau ingin apa pun silakan lakukan, aku ingin beristirahat" ucap Exsel meninggal kan Neha dan adik-adik nya itu.


"Ya..." jawab Neha singkat lalu menggenggam tangan kedua sang adik untuk ikut bersama dia ke kamar milik nya yang dulu pernah di siap kan Oleh Exsel untuk nya.


Triettt..." pintu terbuka lebar dan terlihat lah kamar mewah dengan fasilitas lengkap dan kamar yang begitu luas dan wangi pastinya.

__ADS_1


"Kak. ini kah kamar pribadi kakak di rumah ini?" tanya adik laki-laki Neha, dan langsung di Iya kan Oleh Neha.


Begitu Enak tempat ini kah Tapi..." dsn ucapan itu kembali terhenti saat Neha menyenggol sang adik.


"Jangan kata kan apa pun tentang tuan rumah ini, bahas yang lain keluar dari topik tentang Exsel dan berhubungan dengan nya" peringat Neha kepada saudara nya itu


"Baik kak" jawab nya.


"Pergi lah mandi bergantian dan bersih kan tubuh, lalu buang baju yang kalian pakai, akan kakak ambil yang baru untuk kalian, habis itu kita lanjut kan istirahat" ucap Neha kepada adik nya.


"Iya kak, aku mandi duluan" ucap adik bungsu yang langsung masuk lebih dulu ke kamar mewah dsn begitu bagus itu.


Namun saat di dalam kamar mandi, sang adik mulai memanggil Neha.


"Kak..., Mana bak mandi nya??,Gimana mau mandi, apa air di rumah mewah ini sedang di matikan oleh aliran nya??" tanya sang adik serius.


"Haaahh.., apa air di rumah ini memang sering mati kak??" tanya adik laki-laki Neha Saat mendengar sang adik bungsu berbicara di kamar mandi.


"Bukak pintu nya, agar kakak hidup kan" ucap Neha kepada sang bungsu.


Dan si bungsu pun membuka pintu dengan muka cemberut.


"Husss...jangan cemberut, gini cara menghidupi air di rumah orang kaya" ucap Neha menyentuh sesuatu agar air itu mulai mengalir dari atas kepala adik Neha yang tak mnegtahui jika ada air di atas kepala nya.


"Akkkhhh..." Adik Neha kaget dan berteriak, dan hal itu membuat Neha tersenyum geli dengan sikap adik nya.


"Wahhhhh... ada pancuran nya ternyata ya kak" adik laki-laki Neha terperangah menatap ke atas dengan air dingin yang mengalir dan menguyur tubuh se xi adik bungsu nya itu.


"Dingin baget air nya kak, aku jadi tidak mau mandi malam-malam begini, biar cuci muka kaki dan tangan aja ya" ucap adik bungsu Neha mulai ciut dengan air yang terasa begitu dingin di kulit nya, saat tersiram oleh Neha tadi.


"Tenang, kamu harus mandi, dan pakai air yang ini" ucap Neha menekan tombol lain dan mengalir lah air hangat yang pas untuk menyegar kan tubuh mereka.


"Woooowww... bisa berubah gitu ya kak" ungkap kagum adik bungsu Neha, yang mengulur kan tangan menyentuh air hangat tersebut.

__ADS_1


"Jangan pencet yang ini, ini air mendidih" ucap Neha berbohong,dan adik bungsu mengangguk pasti, Pasti tidak akan menyentuh itu.


"Ayo keluar, biar SENA mandi dulu" ucap Neha kepada adik laki-laki dan mereka menunggu di kamar mewah tersebut.


__ADS_2