
Neha menikmati makanan tersebut dengan santai. Dia terlihat tersenyum-senyum sendiri menikmati makanan dan ada juga cake yang sangat nikmat terhidsng di meja itu.
"Ummmmzzz..!!" begitu sangat nikmat makanan ini, tapi kenapa sepertinnya Exsel memperlakukan aku dengan baik pagi ini, apa otak nya sedang bergeser ya" ucap Neha pelan sambil tetap mengunya makanan tersebut.
"Tapi sukur lah jika dia berubah baik pada ku, Tapi untuk apa dokter wanita melihat ****** ku tadi ya, dia bilang masuk megecek sesuatu atas perintah Exsel. atau dia benar-benar ingin memastikan tentang kepera wanan ku" ucap Neha mengerut kan kening nya, Dan kembali menyendok makanan yang terhidang itu.
Neha yang terus melanjut kan makan hingga habis, lalu beranjak dari ranjang luas tersebut dsn berniat untuk keluar dari kamar mencari Exsel yang tak nampak sejak kejadian dia yang sedikit beranta kan tadi.
"Ahhh, masa iya hanya gara-gara aku tersedak, Exsel jijik pada ku. kan bukan kesalahan fatal" ucap Neha keluar dari kamar laku turun ke kantai dasar untuk bertemu Exsel..
Mungkin Neha tidak menyadari, jika cara dia membersih kan bekas tersedak dengan membuang ingus di depan Exsel. membuat Exsel benar-benar Jijik hingga tidak datang menemui Neha di kamar nya.
"Tak..tak..tak.." Neha yang menurunibtangga rumah mewah itu sambil celingak celinguk mencari Exsel yang tak tampak oleh kasat mata Neha...
"Kemana dia,Bukan nya dia selalu menganggu ku" ucap Neha yang mulai berkeliling di ruangan luas rumah itu.
Beratnya kepada beberapa pelayan dan penjaga, Nmaun tak ada yang mengetahui sang tuan rumah itu.
Neha yang cukup merasa kekah berkeliling dan bertanya, laku mencari tempat lain dari pada kamar yang dia tungguhi sejak pulang dari rumah sakit.
__ADS_1
Terlihat dari dalam rumah,ada sebuah taman yang terdapat di luar rumah mewah milik Exsel itu. tanpa berpikir dan tak di ketahui oleh pelayan, Neha pergi ke taman yang menurut nya indah itu, Karena Neha merasa cukup bosan terus menerus berada di dalam ruangan, baik itu kamar mau pun ruangan rumah sakit..
Hampir berbukan lama nya, akhir nya Neha bisa menikmati kebebasan untuk keluar dari ruangan yang membuat dia bosan.
Dia seorang gadis yang aktif di luar rumah, sehingga saat dia berada di dalam rumah, terasa seperti terkurung dan membuat otak Neha penak...
Duduk di kursi kayu yang terletak di taman itu, dan menengadah ke langit, menatap langit cerah yang biru tersebut.
Tiba-tiba Neha menetes kan air mata, mengingat keluarga nya yang saat ini ntah bagai mana keadaan nya, apa masih bisa melihat langit cerah seperti diri nya saat ini, atau mungkin mereka sudah berada di surga menatap Neha yang mengadah ke langit cerah.
Buk.. adek..!!aku kangen kalian, sangat...sangat... sangat kangennnnn Ucap Neha yang mulai menunduk kan kepala dan menekuk lutut nya untuk menopang kepala karena saat ini sedihan menyerang gadis cantik yang selama ini menjaga kehormatan demi kehidupan kedepan nya, dan juga menjadi tulang punggung keluarga.
"Jangan buang ingus mu di smebarang tempat, itu membuat ku tidak suka dan jijik" ucap suara dari belakang, Neha, suara itu membuat Neha kembali kaget dan melompat dari kursih kayu sehingga di terjerembab ke rumput yang di pelihara dengan telaten oleh kediaman Exsel..
"Selain membuang ingus di tisu, ternyata kamu juga suka membersih kan nya pada rumput taman ku yang ku jaga itu" ucap Exsel dengan muka tanpa Exspresi dan tak berniat menolong Neha yaha yang terjun bebas untuk mencium rumput tersebut...
Neha dengan pelan mengangkat kepala nya, lalu bangkit dari rumput yang agak basah itu, dan membersih kan tubuh nya dari bekas air yang sedikit mengotori beberapa bagian tubuh Neha..
Lalu kembali duduk di kursi kayu sambil menoleh Ke arah Exsel dan juga tanpa exspresi.
__ADS_1
Terlihat kesal, karena gara-gara suara Exsel Neha mencium rumput yaag basah.
"Kenapa menatap ku seperti itu, kenapa malah kamu yang marah pada ku, harus nya aku yang marah pada mu, karena rumput cantik yang di rawat itu akan mati seketika gara-gara keracunan oleh ingus dan air mata mu itu" ucap Exsel yang melihat Neha menatap nya tanpa Exspresi.
Hanya mendengus kasar, laku beranjak dsri tempat itu dan tak berniat menyapa Exsel yang masih betah berdiri di belakang Neha tadi.
"Mau kemnaa kamu..???" tanya Exsel yang tak menoleh ke arah Neha pergi, Namun itulah Neha, walau pun Tahu Exsel kejam Namun dia sering mengacuh kan ucapan Exsel jika dia tidak menyukai ucapan itu...
Exsel yang merasa di acuh kan menoleh ke belakang, dia kira dengan pertanyaan barusan, Neha akan berhenti, Namun Hasil nya tidak. Neha tidak berhenti dan langsung pergi dari tempat itu dengan perasaan kesal dan bebrapa bagian tubuh nya masih basah akibat terjerembab ke rumput taman tadi.
"Dasar laki-laki Egois, laki-laki kejam, laki-laki tak berperasaan, akan ku kutuk kau tak pernah mendapat kan pasangan yang akan mengingin kan kamu, sehingga kamu menjadi laki-laki yang tidak pernah menikah hingga tua" gumam Neha berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar milik Exsel yang tadi dia tungguhi itu.
Dengan langka cepat dan juga dengan muka kesal Nha mnghentak-hentak kan kaki jya menuju kamar itu.
"Gammm..." Pintu di banting Keras oleh Neha dan dia kunci dari dalam, lalu masuk ke kamar mandi untuk membersih kan sebagian tubuh nya yangkotor tadi
"Sudah tahu Neha melamun dan Sedih, dia datang seperti dedemit mengaget kan aku, aku jatuh bukan nya di tolong, malah sibuk membahas ingus ku dan memikir kan rumput yang kapan saja bisa tumbuh itu" ucap Neha mengoceh-ngoceh panjang di dalam kamar mandi dengan suara air yang cukup deras...
"Ternyata kamu masih sibuk mengomeli ku di tempat sepi seperti ini" ucap suara dari belakang Neha yang kembali membuat Dia kaget, Sehingga selang yang Neha pegang untuk membersih kan kakinya tersiram ke arah suara yang mengaget kan ,dan juga Neha dengan teriakan melengking nya.
__ADS_1
"Akkkkkkkhhhhhh....." Teriak Neha yang sangat...sangatttt kaget dengan seseorang yang tiba-tiba berbicara di belakang nya, karena dia pikir tidak mungkin orang lain bisa masuk ke kamar itu, karena sudah dia kunci dari dalam.