RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
MINTA PELAYANAN TERBAIK NEHA


__ADS_3

Neha yang Memang tadi merasa lapar kembali, menyambut mangkok-mangkok yang berisi makanan hangat itu dengan sangat bahagia dan senyum lebar nya, bak anak kecil yang baru mendapat kan mainan yang di ingin kan.


"Seperti nya perut mu terbuat dari karet, belum cukup dua jam kamu makan, sekarang kamu sudah lapar lagi"ucap exsel meletak kan mangkok-mangkok berisi makanan hangat di depan Neha bak pelayan baru di rumah itu.


Tapi tunggu dulu, Kenapa Exsel mengubah sikap nya begitu cepat, apa dia berkepribadian ganda, atau memang exsel selalu mengubah sikap sesuai mood nya.


Ya hanya Exsel yang tau kondisi diri nya saat ini.


"Makan lah selagi hangat, nanti keburu dingin, gak enak di makan, dan benar-benar harus menghabis kan semua nya, aku ingin melihat mu memakan dan menghabis kan makanan yang ku bawah khusus buat kamu, Karena aku belum pernah membawa kan makanan untuk orang lain, apa lagi memasak nya sendiri lalu mengantar kan makanan itu ke depan orang nya" Ucap Exsel yang memuji diri nya yang tidak pernah melakukan kepada orang lain kecuali Neha.


Neha menatap Exsel dengan muka biasa, tanpa berniat memuji atau mengeluar kan kata-kata yang membuat Exsel tersenyum.


Lalu Neha langsung menarik Satu mangkok agar lebih dekat pada nya dan langsung melahap dengan cukup cepat makanan-makanan enak yang jarang masuk ke perut rongsokan Neha itu.


Sang pria yang maaih beta berdiri di dekat Neha, menunggu satu ucapan keluar dari mulut Neha, namun apa daya, jika ucapan itu tak sedikit pun terhendus dari mulut Neha,kecuali kecap-kecap suara Neha melahap habis makanan di mangkok tersebut.


Pria itu mengerut kan kening nya, menunggu dan menunggu, detik demi detik hingga menit ke menit.


"Hemmm" deheman Exsel yang tak di gubris Neha yang masih asik dengan dunia makan nya itu, bukan Neha tidak peka, namun Neha seperti nya ingin menguji kesabaran exsel yang berubah seperti nafas itu.


"Kau terbiasa dengan makanan gratis" Sindir exsel yang mulai sedikit naik tensi akan sikap Neha yang tak mau memuji perlakuan nya terhadap gadis itu.


Neha yang mendengar ucapan itu keluar dari mulut Exsel, mendongak dengan makanan yang penuh di mulut nya.


"Apa yang ingin kamu Dengar dari ku exsel" ucap Neha kurang jelas dengan makanan di mulut nya yang penuh itu. sedikit keluar dan berserakan.

__ADS_1


Ntah kenapa lagi Dengan Exsel, Dia menarik mangkok yang sedang Neha Nikmati itu, walau pun itu mangkok yang kesekian kali, namun Neha masih sangat menikmati itu.


"Apa yang kau lakukan exsel" ucap Neha menguyah makanan di mulut nya sambil merebut mangkok yang di tarik oleh exsel dari depan muka nya.


"Kau tak berniat mengeluar kan ucapan apa pun begitu, untuk orang seperti ku, yang tak biasa dan tidak pernah menghidang kan makanan apa pun untuk orang lain" ucap Exsel bak anak kecil yang kesal pada teman nya.


"Ucapan apa yang kau maksud" ucap Neha berlagak tak mengerti maksud Dari ucapan Exsel.


"Satu kali lagi aku ulangi jika tidak juga kau ucap kan, akan aku seret kau keka mar sampai-sampai kau tidak bisa bangun dan berjal an lagi satu jam ke depan" ucap Exsel mendekat kan wajah nya ke telinga Neha.


Mendengar ucapan Itu membuat Neha menelan saliva nya lalu sedikit menjauh kan tubuh nya dari exsel sambil berucap.


"Trimakasih exsel kau pria yang sangat baik, hingga mau mengantar kan makannan enak ini hanya untuk gadis sampah seperti ku" ucap Neha mengagung kan Exsel dan merendah kan diri nya sendiri.


aku tak mendengar nya, ucap kan sekali lagi, agar aku puas" ucap ulang exsel tersenyum penuh arti dengan mengangkat sebelah ali tebal milik nya.


Melihat wajah Neha yang tak bersahabat itu, membuat Exsel nenarik dan menoleh kan dagu Neha ke arah nya, dengan tubuh kekar milik nya di condong kan suapaya bersejajar dengan wajah Cantik Neha dengan terang nya sinar lampu terdapat di ruangan itu.


"Kau akan selama nya berada di ba wah kekuasaan ku, kau selalu akan ku jadi kan bu dak se x untuk selalu mem uas kan pusaka tajam yang akan menghujam mu setiap aku mengin gin kan tunbuh indah mu ini" ucap Exsel dengan sangat dekat dan menci umi lehher Neha.


Neha hanya diam dan masih dengan wajah yang tak berubah seperti tadi.


Aku ingin malam ini di p uas kan, jika tidak. kamu tidak akan bisa bertemu dengan keluarga yang selalu menunggu mu di rumah, dan juga kakkak mu yang akan bisa melihat saudara-saudara mu lagi. lakukan perintah ku dan jangan coba-coba merubah mood ku lebih buruk lagi" ucap exsel mendorong kasar dagu Neha lalu berlalu menuju kamar milik nya.


Yang berarti Neha harus ke sana mencari diri nya yang menunggu Neha.

__ADS_1


Saat sang Pria masuk ke kamar pribadi nya.Neha buru-buru masuk ke kamar yang di siap kan untuk diri nya itu, guna mengambil sesuatu.


hanya sebentar Neha sudah keluar kembali lalu menuju dapur, membuka kulkas rumah itu dsn menuang kan dua gelas anggur yang ada di dalam nya.


Yang satu Neha masuk kan sesuatu seperti serbuk yang satu nya tidak Neha lakukan.


Neha menuju kamar Milik exsel, dan terlihat exsel yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan begitu segar dan hanya terlilit handuk kecil dan tipis untuk untuk menutupi pusaka milik nya.


Saking tipis nya, benda yang belum hidup itu terlihat menon jol cukup besar, walau pun belum sepenuh nya hidup.


Neha yang melihat hal itu saat membuka pintu dengan dua gelas anggur di tangan nya.


Ikut masuk dan mendekat ke arah Exsel yang terlihat begitu gaga.


Neha dengan gaun pendek tak berlengan tadi dan rambut lurus nan panjang yang di gerai nya, terlihat cantik dan seksi di mata exsel.


"Ini, minum lah, aku buat kan khusus untuk kita. sebagai awal yang panas," ucap Neha mengodor kan satu gelas ke depan exsel, agar exsel meminum itu dengan Neha melihat nya langsung dengat mata kepala nya sendiri.


Exsel menatap satu gelas yang Neha sodor kan untuk nya itu, dengan sedikit terdiam, mungkin meneliti dan terbesit kecurigaan dengan sikap Neha tersebut.


"Kau lebih dulu harus mncoba minuman yang kau beri kan pada ku itu, siapa yang tau kalau kau meberinkan aku racun" ucap exsel dengan kecurigaan nya.


Neha tanpa ragu meminum seteguk untuk memsti kan minuman tersebut, wlau pun Hati Neha cukup takut dengan efek yang akan dia rasa kan nanti.


Neha tersenyum dengan mengangkat bahu nya.

__ADS_1


"Sudah ku bukti kan bukan" ucap Neha kembali menyodor kan gelas itu, walau Neha tidak yakin akan di trimah Exsel.


__ADS_2