RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
HAMPIR KEHILANGAN MASA DEPAN


__ADS_3

Menoleh dan ikut kaget. itu lah reaksi yang di tampil Kan ibu dan sang kakak dari adik bungsu Neha.


Sejenak terdiam. lalu dia memperlihat kan isi tas yang di beri kan Neha saat mereka dalam keadaan terdesak.


Saat melihat apa isi tas itu sang ibu dan kakak pun ikut menganga hebat dan terduduk di tanah yang cukup bersih itu.


"Jadi ..kakak mu menitip kan uang sebanyak ini sebelum dia tertangkap" ucap Ibu Neha yang ikut memegang tas yang masih basah tersebut.


"Bukkk... kak Neha..?!!!" ucap sang adik mulai mengingat dan sedih. Karena dalam keadaan terdesak pun, Neha masih berjuang untuk meberi kan nafka kepada keluarga nya walau pun dia ambang kematian pun.


Walau pun Neha tidak yakin keluarga nya selamat. Namun Neha tetap memberi kan tas dsn mengikat ke tubuh sang adik bungsu nya. jika mereka selamat. tas tersebut kemungkinan juga bisa ikut selamat. maka itu Neha mengikat tas tersebut.


Simpan saja duku nak. siapa tau saat kita sampai di kampung. akan bisa mencari kakaka mu dengan uang yang banyak ini. kita bisa membayar orang bukan" ucap Ibu Neha memberi kan kembali Tas tersebut ke adik bungsu Neha...


"Baik buk" jawab nya lalu mengendong kembali tas tersebut walau dengan keadaan basah, Namun uang di dalam nya tidak begitu. Karena tas butus milik Neha punya lapisan seperti bahan payung. sehingga walau pun terkena air, tetap tidak merembes.


Mereka melanjut kan menghangat kan tubuh dengan api yang membesar tersebut.


"Kalian tingga di sini. biar ibu cari makanan di sekitar sini. siapa tau ada, apa lagi ini bekas orang sebelum nya. jika mereka memilh tempat ini. kemungkinan ada makanan yang mudah di dapat di sekitaran tempat ini" ucap sang ibu kepada kedua anak nya.


" Baik buk" ucap adik bungsu Neha tapi tidak dengan adik laki-laki nya yang dari tadi hanya terdiam dan tidak mengata kan apa pun..


Saat sang ibu pergi. sang kakak mendekat ke arah adik nya itu.


"Dek kamu tunggu di sini, jangan ke mana-mana. kakak mau cari ikan di sungai dulu, siapa tau dapat dan jangan bilang- bilang sama ibu jika kakak ke sana mencari ikan. bilang saja kakak mau mibum sebentar, jika ibu pulang" ucap nya berbisik kepada adik nya itu.


"Tapi kak. nanti ibu khawatir jika kakak lama pulang nya" jawab sang adik dengan muka cemas dengan ucapan kakak nya itu.


Dia pun tetap berlalu membawa sebuah kayu yang cukup runcing yang di lakukan oleh orang sebelum mereka. dan tersenyum menatap sang adik..

__ADS_1


"Aduhhh..aku jadi takut sendiri di sini. walau pun kakak bisa ku panggil dari sini. tetap aja merasa tidak nyaman, semoga keluarga ku dalam keadaan baik-baik saja. akan akan menunggu ibu dan kakak membawa makanan untuk ku...


"Hampir dua jam sang adik bungsu Neha menunggu ibu dan kakak nya. matahari sore jga sudsh mulai hilang. dia pun sangat khawatir. kenapa begitu sngat lama meninggal kan dia sendiri.


Pikiran-oikirannyang tidak sepantas nya muncul. sekarang mulai berbayang di kepala adik Neha..


"Trakkk..."Sebuah ranting patah terdengar dari belakang ounggung sang adik Neha dan membuat dia yang Sangat panik tadi langsung menarik tongkat yang selalu dia pegang dan mengarah kan itu pada arah suara tersebut...


"Suuuttt..suuuttt..suuutt..." Akhir nya ketahuan juga. padahal mau ngagetin kamu loh sayang" ucap suara yang berasal dari seorang pria paru baya yang tadi ingin mendekta secarah diam-diam ke arah adik bungsu Neha....


Dengan cengiran Nakal dan meneliti seluruh tubuh adik bungsu Neha yang cukup berisi dan saat dia sendiri apa lagi di tengah hutan belantara yang tak berpenghuni oleh manusia tersebut. membuat Otak Pria itu menerawang dan menimbul kan pikiran kottor nya.


"Sendiri di bawah hutan lebat begini. apa tidsk takut dan merasa kesepian cantik..??" tanya nya semakin mendekat ke arah adik bungsu Neha..


"Jangan mendekat. atau aku akan memukul mu dengan tongkat ini" ucap nya menakuti pria paru baya tersebut.


"Jangan mendekat....!!!!" teriak adik Neha yang semakin mundur lalu berusaha kabur dari tempat itu. Namun langkah seorang pemburu yang sudah terbiasa berburu masuk keluar hutan itu, bukan hal yang sulit untuk dia menagkap gadis kecil tersebut.


"Happpp..." pria itu menangkap tangan mungil yang gadis kecil lalu kabgsung menarik dan menjatuh kan dia ke tanah yang lembab.


Dengan kabut Naf su yang terlihat penuh di mata pria itu. dia langsung menahan tangan gadis malang tersebut ke atas kepala dan menindih nya dengan tubuh besar itu.


Terus membrontak dan membrontak hingga tenaga nya melemah.. hanya air mata yang terus keluar. mau minta tolong pun mulut nya di tutup oleh pria yang bukan tandingan nya.


tangan yang menutup mulut gadis kecil itu dia lepas kan, laku mulai merab ba setiap inci tubhuh dengan niat utama ke selang kangan sang gadis kecil..


Dia memakai celana cukup sempt dan susah untuk di lepas kan. gadis itu berteriak sekali Namun pria itu terus berusaha merobbek cell ana tersebut.


dengan tenaga sang pria..

__ADS_1


"Sreeettt".. Cell ana itu langsung sobek cukup lebar di bagian yang di ingin kan.


terus berteriak dan meminta tolong namun ntah sang kakak dan ibu nya tak kunjung datang....


Tangan besar itu memaksa masuk ke area persawahan sang gadis kecil walau masih tertutup dengan selembar kain kecil tang masih menempel di sana...


Dannnn...


"Pakkkkkk..." satu hantaman kayu bersar menghantam kepala pria baru baya tersebut dan langsung tersungkur tak sadar kan diri...


"Ibuuukkkk.. " ucap nya masih berbaring di tanah dengan tubuh yang berlumuran tanah dan pakian yang hampir tidak lagi menutupi tubuh mungil itu...


sang ibu belum menghampiri putri nya, dia kembali memukul kepala pria itu. walau pria tersebut sudah tidak lagi bergerak sama sekali.....


Jangan cengeng cepat bagun dari sana dan perbaiki pakian mu." ucap sang ibu yang terus meneliti sang pria tersebut...


Adik bungsu Neha bangun dari tanah tersebut lalu mulai merapi kan pakian nya yang sudsh sobek tersebut..


"Ini pakai kan cepat" ucap sang ibu memberi kan baju panjang milik nya yang untung nya punya lapisan lain walau pun masih basah...


Saat mereka sedang memberes kan pria itu. adik laki-laki Neha kembali.. dan melihat semua itu.


"Bukk. apa yang terjadi..??"tanya nya dengan menenteng beberapa ekor ikan cukup besar di tangan nya yang di ikat dengan akar liar..


Sang ibu menoleh lalu mendekat cepat ke arah anak laki-laki nya itu..


"Plakkk" satu tamparan mendarat di wajah tampan sang adik laki-laki Neha..


"Ibu sudah bilang jangan mencari ikan. dan sekarang kau malah pergi meninggal kan adik perempuan mu di sini sendiri. dia berteriak pun kau tak akan medengar nya, karena deras nya air itu... kau bahkan tidak tau bahaya yang sudah menimpah adik mu. jika saja ibu tidak datang lebih awal, mungkin masa depan adik mu sudah hancur dan lebih mengeri kan nya, dia tidak bernyawa lagi" ucap sang ibu kepada anak laki-laki nya dengan sangat marah..

__ADS_1


__ADS_2