RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
BERMALAM DI HUTAN LIAR


__ADS_3

Mendengar sang ibu marah besar. dia menoleh kepada sang adik bungsu yang trrlihat sangat acak-acak kan. dia mendekat lalu memeluk sang adik erat.


Adik bungsu Neha pun menangis terseduh di pelukan kakak nya itu.


"Kakak..." ucap nya menagis memeluk sang kakak...


" Ma'af kan kakak dek..!! kakak yang salah tidsk mendengar kan ucapan ibu dan masih tetap kekeh mencari ikan di sungai itu. kakak malah tidak menduga musibah sebesar ini akan menimoah adik kesayangan ku ini" ucap nya mengusap rambut sang adik dengan sayang dan menghapus air mata adik nya...


"Ayo kita makan dulu. hari sudah mulai gelap. kita harus bermalam di sini malm ini. sambil menunggu orang ini sadar atau mati" ucap sang ibu kepada kedua anak nya..


Gimana jika dia mati buk..??" tanya si bungsu kepada sang ibu.


"Itu lebih baik, walau un dia sadar pun saat kita di sini. kita memang harus membunuh bajingan ini" jawab sang ibu Neha.


," Bu..dari pada kita menunggu dia sadar. lebih baik kita singkir kan bajingan ini ke sungai. akan membuat kita aman untuk tidur dan juga pergi esok hari dengan aman" ucap sang adik geram dan ingat dengan sikap bajingan itu pada diri nya yang tak dia ingin kan itu.


"Baik lah.. aku hang akan menyeret membuang nya ke sungai, mumpung sinar matahari masih ada" ucap sang adik laki-laki Neha itu...


Adik laki-laki Neha pun menyerah kan ikan hasil tangkapan nya kepada sang adik.


"Masak kan untuk kakak, saat pulang harus sudah masak dan kakak ingin langsung memanakn nya. karena sudah sangat lapar" ucap nya kepada sang adik bungsu.


Tak berpikir panjang. dia langsung menyeret dengan sisa tenaga milik nya dan menarik laki-laki yang tidak sadar kan diri itu dengan akar liar yang terdapat di hutan itu..

__ADS_1


Sang ibu sedikit pun tak mengeluar kan komentar, hanya menatap anak laki-laki nya menarik bajingan itu ke sungai untuk di hanyut kan...


Semakin hari. mereka semakin berani untuk melakukan hal-hal yang selama inibtidak pernah berani mereka lakukan. untuk berbicara pun kadang mereka harus memilih dan memilah ucapan yang tak membuat orang lain tersinggung.


Namun sekarang mereka sudah mulai kejam, menuruti alur kehidupan yang memaksa mereka untuk kejam dan melakukan hal tersebut ..


Manarik dan terus menarik.. hingga sudsh dekat dengan air sungai yang deras itu. lalu mendorong tubuh yang tak sadar kan diri tersebut menuju arus deras agar hanyut dsn tak membuat mereka khawatir jika pria itu sadar dan akan melukai mereka lebih jauh lagi.


Jika pria itu sadar.. adik laki-laki Neha yakin. tenaga mereka bertiga tidak akan mampu melawan pria tersebut dengan tubuh yang besar dan tinggi itu.


"Byuuuuurrrr" Dengan tenaga Exstra nya dia mendorong dan menendang hingga berhasil di lempar ke sungai yang dia ingin kan itu...


"Ma'af..!!! bukan Niat untuk membunuh atau mencelakai mu, tapi kamu sudah membuat adik ku hampir celaka. kami bukan orang jahat yang mencari masalah kepada orang lain. Tapi jika kamu memulai nya kami juga ingin melindungi diri agar bisa bertahan hidup" ucap adik laki-laki Neha yang melihat dengan pasti. jika pria yang tak sadar kan diri atau memang sudah mati itu hanyut dengan pasti tanpa penghalang apa pun.


Saat sudah mendekat tempat istirahat mereka. Sang adik tersenyum... mencium bau ikan yang begitu menggugah selerah dengan oerut keroncongan dan berapa hari tak terisi apa pun itu kecuali air putih dari sungaibyang membawa mereka hingga ke tempat saat ini mereka berada.


"Bukk..!! itu kakak datang" ucap adik bungsu Neha menunjuk ke arah sang kakak yang terlihat kelelahan tersebut..


Sang ibu menoleh sesaat lalu mulai menghidang kan bebrapa makanan hutan yang sang ibu dapat kan termasuk beberapa ekor ikan hasil tangkapan anak nya...


"Duduk lah" ucap sang ibu saat anak laki-laki nya mendekat ke arah merek.


Dan dia pun duduk di tempat yang sudah di sediah kan sang ibu untuk anak laki-laki nya dengan alas daun kering...

__ADS_1


api besar yang terus hidup di depan mereka.. terus menghangati tubuh yang sekarang tidsk terasa dingin lagi. dan baju yang terpakai pun sudah mulai mengering .. tangan yang mengeriput akibat dingin nya air pun mulai kembali mengencang karena hangat dan masuk ke dalam tubuh mereka...


"Bukk, Dari mana mendapat kan ubi-ubi ini" tanya anak laki-laki ibu Neha yang melihat ada beberapa potong ubi yang tersediah di sana dengan cukup banyak dan bisa membuat mereka cukup kenyang malam ini..


"Tadi di sekitaran sini ada bekas kebun yang terlihat di tinggal kan oleh penghuni nya dsn tidak di olah lagi... jadi ibu mencari-cari siapa tau ada tanaman yang masih tersisa..ternyata benar ada. ibu melihat ada beberapa ubi yang menjalar bebas di kebun yang tak terurus lagi itu...


Sebenar nya jika ibu masih ingin mencari nya, ibu itu masih ada, tapi tadi ibu merasa... perasaan ibu tidak Enak, laku ibu kembali dengan ubi yang ibu ambil ini" Ucap sang ibu menjelas kan kepada anak laki-laki ny yangmulai mengambil ubibyang sudah di bakar dan mulai dingin tersebut.


"Kak bagai mana,??. Apa aman..??" Tanya sang adik tentang pria yang tadi sang kakak seret ke sungai untuk menghindari lebih banyak masalah yang akan datang menimpa mereka


Sang kakak hanya mengangguk meniya kan pertanyaan sang adik yang cukup penasaran dengan apa yang dia ingin tau itu.


Sang kakak tidak sangup menjawab pertanyaan itu, karena saat ini dia melahap ubi tersebut dengan sangat rakus karena begitu sangat lapar..


"Ohhhh.. bagus lah" ucap sang adik yang ikut melahap ubi tersebut dan juga beberapa ekor ikan yang jga sudah matang sejak tadi...


"Makan lah hingga habis. besok sebelum kita mencarai jalan keluar dari hutan ini. kita mencari dulu ubi di tempat ibu tadi. untuk persiapn di jalan agar tidak terlalu kelaparan" ucap sang ibu menileh kepada kedua anak nya dan juga ikut melahap ubi yang dia masak tadi...


Saat ini mereka merasa cukup aman.. dengan aoi sang besar dan makanan yang sudsh masuk ke perut mereka.. untuk tidur pun tempat sudsh ada.. dan sudsh mereka tambah kan beberapa daun liar di hutan tersebut untuk dinding agar menutup dari dingin nya angin malam di hutan tersebut.


Dan juga daun-daun kering yang mereka hangat kan terlebih dahulu agar tidak ada seraangga yang berbahaya yang membahaya kan mereka saat tidur nanti... alas yang cukup tebal untuk beristirahat sudsh di siap kan...


"Tidur lah terlebih dahulu kalian..ibu berjaga-jaga.. sudsh cukup lama baru kakak bangun untuk berjaga ya" ucap sang ibu kepada anak nya yang sudah selesai dengan mengisi perut yang keroncogan itu...

__ADS_1


__ADS_2