
Mendengar Ocehan Neha, yang seperti sedang memarahi suami,Exsel menoleh ke arah Neha yang masih saja menggerak kan bibir nya itu.
""Cuppp....Happppp." Exsel menci umi bib ir Neha agar Neha diam dan melanjut kan melahap makanan di sendok yang di sodor kan Neha pada nya.
Neha terpaku an diam dengan apa yang di lakukan Exsel padanya.
"Suapi aku sampai kenyang, agar aku menyetir lebih lama dan punya stamina yang lebih kuat." ucap Exsel yang merasa seperti tidak terjadi apa-apa pada mereka.
Neha hanya menerimah itu dan melanjut kan menyuapi Exsel yang menyetir dengan konsent.
hingga perjalanan mereka cukup jauh dan hampir mendekati tempat di mana Neha dulu tinggal pun, mereka tidak membicara kan apa pun. dan hak itu membuat Neha canggung, Karena Exsel sengaja melakukan itu agar Neha gugup dan tidak terlaku memikir kan tentang di mana keluarga nya.
Karena menurut dari berita dan di sampai kan oleh Anak buah Exsel yang di utus sebelum mereka pergi, Di rumah di mana Neha duku tinggal saat ini sedang di huni oleh tiga orang.
Dan dari kepastian itu, jika orang-orang tersebut adalah keluarga Dari Neha, Neha yang sudah lama menghilang dari tempat mereka tinggal kan saat ini.
beberapa jam berlalu,
"Stop..stop..stop..!!!"Itu rumah lama ku" ucap Neha menunjuk ke sebuah rumah reot yang seperti tak pantas lagi di huni manusia" itu menurut batin Exsel, Namun di sekitar sana, masih banyak rumah yang hampir sama dengan kediaman Neha yang di
tunjuk kan Neha saat ini.
"Ohhh baik lah...!!, dimana aku harus parkir" ucap Exsel yang seperti begitu sopan dan bertanya kepada Neha, tidak ingin bertidak semau nya saat sudah berada di kediaman Neha.
Di mana saja yang oenting masih di depan area sini, jika tidak, mobil mu akan hilang walau pun mobil fasilitas mahal.bisa saja mobil mu di angkat oleh orang satu kampung" ucap Neha bencanda Namun di angap serius Oleh Exsel.
"Apa mungkin begitu, kalau begitu biar aku suruh anak buah ku untuk mejaga nya" jawab Exsel seperti sangat polos dengan ucapan Neha.
__ADS_1
"Terserah ." jawab Neha meninggal kan Exsel dan Neha begitu cepat turun dari mobil menuju Rumah Reot yang di batin Exsel tadi.
Neha tanpa salam langsung mendorong pintu rumah itu. sehingga membuat sang penghuni Kaget bukan kepalang Dan menoleh serentak ke arah pintu yang terbuka dengan paksa.
Dan lebih kaget lagi, ketika melihat orang yang mendorong Pintu tersebut adalah Neha.
Mereka terpaku berdiri di sana,Dan begitu juga dengan Neha, Mereka seakan tidak percaya semua ini, takdir nyata yang kembali mempertemu kan mereka di rumah milik mereka.
"Kak Neha...!!! Sang adik bungsu yang langsung menghampiri Neha yang terpaku di depan pintu saat melihat keluarga nya ada di dalam rumah tersebut.
Sang adik langsung menghampiri dan memeluk Neha kuat,dia langsung yakin Jika itu nyata sang kakak yang datang ke rumah milik nya
Neha menangis dsn sangat terharu, saat sang adik memeluk dirinya dan tubuh yang di lihat itu mmang kenyataan nya.
"Apa kah akan terus berdiri dan tidak di persilakan masuk" ucap Exsel yang datang dari arah belakang Neha.
"Kak..dia...!!!??"ucap adik bungsu Neha menunjuk ke arah Exsel yang masih berdiri itu.
"Tidak apa, dia yang mengijin kan kakak mencari kalian ke sini, dia sudah berubah" ucap Neha meyakin kan.
Exsel dengan muka kaku nya duduk di kursi kayu yang terlihat sudah mukai rusak itu dan tak meminta ijin, langsung menempel kan pan tat itu di sana.
"Trakkk" Kursi yang Exsel duduki itu langsung ambruk seketika, dan Exsel pun langsung tergeletak di lantai tanah yang tak beralas sama sekali itu.
Melihat kejadian itu, keluarga Neha kaget bukan kepalang kaget tadi oun belum sepenuh nya usai, Namun kali ini kaget yang mengerih kan membuat mereka langsung merubah raut wajah menjadi pucat pasih dan sangat ketakutan.
Exsel menoleh ke arah sang ibu Neha, melihat mereka yang terlihat sangat ketakutan atas kejadian yang membuat dirinya terjatuh ke lantai tanah yang tak beralas itu.
__ADS_1
Dan itu, adalah pertama kali nya seorang Exsel pembunuh beradarah dingin tertaawa garing dan mencoba untuk bencanda, untuk menghilang kan ketakutan pada diri kekuarga Neha atas kejadian yang menimpah dirinya di rumah Neha.
"Ha.. ha... ha... ha... sepertinya berat tubuh ku sudsh bertambah lagi, dan seharus nya aku lebih giat lagi olahraga di rumah. ini semua pasti Ukah Nehabyang dalam sebukan ini terus menyuapi ku makanan tanpa henti...ha .ha..ha..," Exsel masih tertawa garing dan menoleh ke arah Neha yang terlihat tersenyum dengan tingkah aneh Exsel tersebut..
Keluarga Neha yang melihat Exspresi Neha santai saja dengan itu, raut wajah mereka sedikit berubah dan tidak terlalu ketakutan seperti tadi.
"Jangan hawatir buk, biar kan saja dia duudk di lantai tanah kita, hitung-hitung belajar menyentuh tanah, toh dia kan selalu terlindung dari apa pun yang berbauk kotor" ucap Neha menghampiri Exsel dan mengulur kan tangan, agar Exsel bisa berdiri dari tempatnya saat ini.
Exsel menerimah uluran tangan Neha, dan sedikit mengangkat alisnya, pertanda dia punya sesuatu untuk Neha. Neha yang sedikit Curiga, ingin melepas tangan nya yang sudah di genggam Oleh Exsel dengan Erat, Namun sudsh terlambat...
"Dbuuuugghh, Awwww...!!!!!" Exsel menarik tangan Neha dan membuat Neha ikut terjatuh fan menabrak tubuh Exsel dengan cukup Kuat.
"Aduhhhh...!!!" Suara Exsel cukup keras saat terrimpah Neha dengan tubuh montok nya itu..
"Neha tak perduli dengan dirinya itu, dan langsung mengecek kondisi Exsel yang barusan berteriak kesakitan.
"Kenapa-kenapa, Luka mu tebuka lagi" ucap Neha panik.
"Buk.. adek bantuin Exsel berdiri, ayokkk" ucap Neha panik dsn mereka pun membantu untuk membopong Tubuh Exsel yang besar tinggi dan kekar itu untuk duduk di kursi yang kebih kuat dari kursi yang patah oleh Ulah Exsel tadi.
"Duduk, Biar aku lihat luka mu," ucap Neha, dengan keluarga Neha yang hanya berdiri menatap Neha yang begitu berani dan peduli pada seorang Exsel itu..
"Aduhh seperti nya punggung ku sakit lagi" ucap Exsel dengan kerlingan mata, namun tak terlihat Oleh Neha dan keluarga nya.
"Neha seperti nya kita harus segerah pulang dan ajak saja sekalian keluarga mu ikut kita, aku butuh perawatan lebih steril" ucap Exsel yang langsung di Iya kan Olh Neha.
"Ayokk buk, adek, ikut Neha ya, jangan takut. Neha yang akan jadi jaminan untuk kalian" ucap Neha yang meyakin kan keluarga nya untuk ikut ke kediaman Exsel.
__ADS_1
.