
"Neha. Kali ini aku benar-benar ingin mencicipi mu yang masih peraw wan ini.
Aku saat ini begitu sangat ingin mema suki tubhuh mu hingga kamu lem as" bisik nak al Exsel menatap dekat wajah cantik milik Neha.
"Kamu harus memberi kan aku sesuatu yang kamu jaga selama ini, untuk menebus uang yang banyak yang telah ju beri kan kepada mu sebelum nya. kamu masih berhutang banyak pada ku, atau kamu ingin membayar uang itu dengan uang juga" Tanya Exsel seakan bercanda di pendengaran Neha yang saat ini. Untuk makan saja dia harus mencuri-curi dulu baru bisa mengisi perut nya.
Tapi apa tadi kata Exsel. membayar uang dengan uang. apa Exsel kira Neha berhutang sebuah kelereng yang bisa di bayar dengan mudah, sedang kan uang itu bisa menghidupi Neha dan keluarga ny hingga mereka tidak perlu bekerja lagi hingga mati.
Namun Neha hanya membalas ucapan itu dengan mengedip-ngedip kan mata seperti boneka kehabidan batre.
Melihat Neha yang tak bergeming, dan masih menatap rapat bibir basah yang baru saja Exsel lum at kan itu.
Exsel langsung mengangkat dan meletak kan Neha di kursih meja makan yang terdapat sangat dengan dengan tempat duduk Exsel saat ini.
Dengan cara spontan Exsel, Neha sedikit terperanjat dan melotot kan mata nya, karena dengan mudah Exsel memindah kan tubuh nya ke kursih yang saat ini, di mana pan tat berisi milik Neha berada...
"Makan lah dengan baik dan sopan, jangan lakukan hal seperti tadi di rumah ku, atau akan ku buang kamu ke kandang buaya" ucap Exsel yang berubah seketika dan mulai melahap makanan yang masih hangat baru saja terhidang di meja makan tersebut.
Neha sudsh cukup kenyang sebenar nya, Tapi makanan yang tersediah di mej makan saat ini sangat menghiur kan,Apa lagi banyak macam dan masih gmsangat hangat.
Neha pun langsung mengambil piring dan mulai makan dengan anggun seperti ucapan Exsel.
Neha makan dengan anggun tapi dengan cepat, karena di mukut nya makanan di rumah Exsel selalu terasa sangat Nikmat di dalam mulut nya.
Walau pun sudah kenyang, Namun Neha masih sangat ingin memasuki dan memasuki makanan tersebut terus ke mulut nya.
Sambil tersenyum sendiri, Neha megambil bermacam-macam makanan itu hingga piring milik nya penuh dengan macam-macam makanan itu.
__ADS_1
Exsel tak menghirau kan itu, selagi Neha tidsk melakukan hal yang menjijik kan dan kotor Exsel hanya diam sambil menikmati makanan di piring milik nya.
"Habis kan, itu memang di masak untuk kamu, untuk ke depan nya jangan makan seperti yang ku kata kan tadi, jika itu terjadi lagi, aku benaran akan membuang mu ke kandsng buaya saat itu juga, tanpa berpikir dua kali" ucap Exsel menatap Neha yang lahap dengan makanan di piring milik nya itu...
Neha hanya mengganguk pasti dengan ucapan Exsel yang mengijin kan dia makan kapan saja di rumah milik Exsel itu.
"Tring..tring .tring" bunyi Hp Milik Exsel terdengar di telinga Neha, namun dia tidak menghirau kan itu.
Exsel mengangkat telpon tersebut.
"Baik lah aku ke sana, pantau terus jangan sampai lolos" ucap Exsel di telpon yang masih tersambung itu.
Mendengar kata-kata yang cukup mengeri kan di telinga Neha, Neha menoleh pasti ke arah Exsel, Namun Exsel tak menatap ke arah Neha, langsung pergi ke tujuan yang Tak Neha ketahui.
"Ihhh ..!! ucapan yang mengerih kan, apa dia setiap hari selalu mematau dan mencari orang" ucap Neha melihat punggung gaga milik Exsel yang terus berjalan menuju luar dengan beberapa anak buah yang mengikuti Exsel.
Dan yang Neha tidak menyadari, perasaan Neha dari tadi melihat di sekeliling dia tak ada pengawal, Namun saat Exsel keluar, mereka datang ntah dari mana. begitu ketat nya penjagaan di rumah Exsel ini.
Saat sudah Dekat, Exsel tiba-tiba menci umi kening Neha, Hal itu membuat Neha kaku dan menghentikan kunyahan yang sedang berlabu di dalam mulut nya.
" jangan keluar sembarangan dari rumah ini, dan apa pun yang terjadi, jangan pergi dari rumah sebelum aku yang menguruh mu, aku pergi dulu" ucap Exsel kembali membalik kan tubuh untuk pergi.
Neha yang masih blank tak berpikir, Exsel melakukan hal tersebut dan juga berpamitan seperti suami kepada istri, Neha tak menjawab atau pun menoleh.
Tiba-tiba seoarang pelayan tiba menghampiri Neha.
"Nona...?? Nona...??" ucap sang pelayan dengan sopan kepada Neha yang tak bergeming..
__ADS_1
"Nona Neha" ucap sang pelayan cukup keras, karena tidsk ada respon dari Neha.
"Ahhhkkk...ma'af ada apa ya??" ucap Neha baru menyadari hal tersebut.
Jika nona butuh sesuatu, nono tinggal panggil kami di bagain dapur, teriak atau pencet bel yang terdapat di sana, akan orang akan keluar untuk melayani nona, Dan tuan Exsel beberapa minggu, bisa tidak kembali, karena dia punya tugas penting yang harus dia kerja kan" ucap sang pelayan menjelas kan kepada Neha yang mendengar ucapan sang pelayan dengan seksama.
Apa dia selalu keluar di setiap minggu dan juga pulang seperti itu???" tanya Neha kepada sang pelayan yang masih berdiri di dekat nya.
"Iya nona, tuan selalu seperti itu, dia punya banyak tugas dan juga musuh yang harus dia basmi" bisik sang pelayan kepada Neha.
"Haaahh.. musuh???" tanya Neha kepada sang pelayan itu lagi..
Sang pelayan hanya menggangguk pasti atas pertanyaan pendek Neha itu terlihat dan terdengar pertanyaan yang begitu ingin Neha tanya kan.
Apa tentang bunuh membunuh" tanya Neha lagi yang mulai tak menghirau kan makanan di piring nya yang masih cukup banyak itu.
" mungkin Nona" jawab pelayan singkat.
Saya permisi ke belakang dulu Nona, jika butuh silakan panggil kami, kami siap dengan tugas dari Nona dan melayani Nona dengan baik di rumah ini, Karena Nona wanita dan orangbsatu-satu nya yang di perlakukan khusus dan tidak di kasari hingga mati jika melakukan kesalahan kepada tuan Exsel" jelas sang pelayan, sang membuat Neha tersenyum malu.
Pelayan pun membalas senyum Indah dari Nona baru di rumah itu.
Saya permisi ke belakang dulu Nona" ucap sang pelayan undur diri dari depan Neha dan pergi hingga tak terlihat lagi oleh mata Neha yang terus mengikuti sang pelayan.
Neha tersenyum sendiri mendengar ucapan sang pelayan dan terus mengingat nya.
Seperti nya seorang Neha yang tak mempunyai ijasah bisa juga menakluk kan hati Exsel secara pelan.
__ADS_1
Membuat Neha sedikit besar kepala mendengar ucapan sang pelayan tadi, walau pun seandai nya sang pelayan berbohong kepada Neha..
Neha yang mengingat makanan di depan nya, Mulai melihat kembali ke arah piring dan kembali memakan nya, wlau pun mulai dingin, Neha tak peduli, Dulu saja setiap hari dia makan makanan dingin, jadi tidak ada hal yang harus di permasalah kan.