RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
EXSEL YANG MASIH LELAH


__ADS_3

Exsel yang keluar dari ruangan di mana keluarga Neha berada, langsung menuju parkiran dan kembali masuk ke mobil dan merintah kan sang sopir untuk kembali ke rumah milik nya lagi.


Neha yang sudah terlelap bersama sang ibu. sangat menikmati dan merasa nyaman kembali. sang ibu yang sedikit merasa terganggu dengan pergerakan Neha di belakang nya, mengubah posisi tidur menghadap Neha, lalu melihat bahwa putrinnya sudah kembali dan saat ini sedang tidur di samping diri nya.


"Nak kamu pejuang bagi keluarga mu, tetap kuat dan sehat ya nak, biar ibu juga kuat menghadapi cobaan hidup kita.


Ibu bersukur sekali pada mu, sudsh hadir dalam hidup ibu. jika tidak, ntah apa uang terjadi pada kami saat ayah mu meninggal kan kita tanpa kabar" ucap sang ibu mengelus wajah Neha lalu memeluk nya penuh sayang..


Sang ibu pun kembali tidur sambil memeluk Neha yang sudah di alam mimpi....


Exsel yang baru saja sampai di rumah, langsung memasuki kamar pribadi nya dan langsung ikut mengistirahat tubuh nya yang lelah akibat pergu latan nya bersama Neha, walau kenyataan nya Exsel hanya melakukan nya sendiri akibat dari pengaruh obat yang di beri kan Neha pada nya.


Malam itu mereka menikmati masa tidur mereka di tempat masing-masing dengan tahap kelelapan dan kenyamanan sendiri-sendiri...


jam beputar begitu cepat, kini jam menunjuk kan pukul delapan pagi, namun exsel yang baru tidur berapa jam saja saat pulang dari mengantar Neha ke rumah sakit. belum menunjuk kan gerik-gerik sedikit pun dari dalam selimut empuk tersebut.


Namun Neha yang tidur bersama ibu nya di dalam ruangan rumah sakit tersebut sudah sangat bugar,sudsh mandi dan sekarang mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama dua pelayan yang di utus oleh exsel untuk menjaga ibu Neha itu.


Yang ibu Neha tau, dua pelayan tersebut..yang menyamar menjadi pekrja rumah sakit tersebut, adalah para suster yang di bayar putri nya untuk menemani dia saat tak ada yang menemani nya di rumah sakit.


Ibu Neha begitu ramah dan sangat menghargai dua pelayan itu, karena sudah mnemani dia saat Neha hampir satu malam tak ada di dekat nya.


Dsn pelayan itu oun menyambut dengan tak kalah ramah dan merasa sangat di hargai oleh ibu Neha, walau pun Ibu Neha tau nya mereka bagain dari oetugas rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Karena tugas dalam penyamafan mereka di utus dan di peringah kan sang tuan sesuai dengan keinginan Exsel yang tidak mau Neha di curigai sang ibu Neha.


Sudsh hampir satu jam berlalu, kini barulah exsel membuka mata nya pelan, karena perut nya mulai terasa lapar, karena belum sarapan di pagi itu.


Biasa nya Exsel memang selalu sarapan setiap pagi nya, tapi malam tadi exsel tidur begitu larut karena mengantar Neha ke eumah sakit untuk bertemu sang ibu.


"Aku harus bangun dan makan dulu saja, nanti aku tidur lagi, kenapa ya badan ku begitu terasa lelah. padahal cuma satu ron de saja. begitu bagus nya serv is dan pelay anan Neha sehingga membuat ku kelelahan seperti ini" ucap Exsel mulai membuka selimut dan mengambil hp milik nya.


Exsel menelpon pelayan untuk mengantar kan dia sarapan. lalu Exsel berlalu ke kamar mandi, untuk sekedar mencuci muka dan menyikat gigi.


Exsel yang merasa badan nya cukup lelah sampai pagi ini,sedikit menambah kan sarapan pagi dan memperbanyak istirahat nya.


Karena menurut Exsel memang dari malam mereka bertem pur habis-habisan bersama Neha.


Makanan yang sudah ada di kamar milik nya, langsung exsel lahap dengan garang nya lalu meminum vitamin untuk menambah tenaga yang menurut nya sudah banyak berkurang itu.


Sejenak dia duduk di sofa kamar milik nya untuk menenang kan perut sang terisi cukup bnyak tadi.


Namun beberapa menit. Exsel sudah nampak tertidur pulas di sofa itu, dengan memeluk satu bantal dan punggung nya di tompang juga pake bantal empuk. sehingga menambah kelelapan Exsel uguk yidur di sana.


Namunnsatu hal yang membuat Exsel bangun.Yaitu Exsel merasa cukup dingin karena tidak pakai selimut dan dia sudah sudah cukup lama tertidur di sana.


Dia merasa belum ada perubahan apa pun pada tubuh nya, masih terasa lelah. dan dia pergi ke ranjang empuk nya guna memulih kan full seluruh tenaga yang berkurang akibat ulah diayang memesan Neha.

__ADS_1


"Neha..Neha..!!! Begitu pandai nya kau membuat aku kelel ahan seperti ini. apa semua pria yang dia lay ani akan kelel ahan seperti diri nya. dan mungkin kah Neha memberi pelayanan selalu membuat sang lawan taklup. sunggu wanita luar biasa" ucap Exsel memuji Neha yang berani membuat Exsel kelelahan hingga sekarang.


Dan membuat exsel memuji dan juga sedikit cemburu, karena begitu banyak pri-pri di kuar sana yang sudsh N


eha layani dengan sawah basah milik nya.


"Huhhh, pelac ur.... pelaac ur... kenapa harus kamu si yang jadi wanita seperti, aku jadi sesikit cemburu, dengan mereka yang lebih dulu dari ku mengu kung tubhuh indah mu itu.


"Andai aku yang pertama memasuki sawah basah milik mu, ku pasti kan aku ku jadi kan pasa ngan ku yan sebenar nya. bukan malah seprti ini.


Jika suatu saat aku bo san ,kapan pun aku bisa memb uang mu. tapi kamu wanita yang datang dari masa lalu ku dan ingin ku cari bukti-bukti lebih akurat lagi, guna mempercayaai dan membutinkan bahwa dia benar-benar gadis yang menjadi sahabat waktu kecil ku."


gumam Exel mukai membaringnkan tubuh nya di ranjang empuk dan lembut itu lalu menutupi tubuh dengan selimut tebal nya.


Exsel kembali melanjut kan tidur lelap. berharap saat bangun tubuh nya sudsh kembali bugar seperti biasa nya. Bukan merasa Lelah seperti saat yang di rasa kan nya saat ini.


Neha yang berada di rumah sakit, sedang menunggu dua adek nya yang akan datang hari itu, karena hari libur. dan juga mau menemani sang ibu dan melihat kondisi sang kakkak yang di rawat begitu telaten oleh dokter-dokter rumah sakit tersebut.


Yang pasti nya karena biaya yang mahal yang di keluar kan Oleh Neha untuk kesembuhan sang kakak dan juga tempat istirahatbyang aman utuk merekadi dalam ruangan VIP terebut.


Beberapa jam berlalu, kini dua adek Neha sudah datang di antar oleh satpam rumah skit itu menuju ruang yang mereka cari.


Llau maauk lah dua adek Neha di sambut oleh keluarga dengan semangat, Karena wlau pun mereka belum pernah datang ke rumah sakit tersebut. Adek-adek Neha bisa menemu kan ruangan yang mereka tujuh, walau juga dengan bantuan satpam rumah sakit tersebut

__ADS_1


__ADS_2