RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
JATUH DI KAMAR MANDI


__ADS_3

"Wahhhh...!!!, sangat enak menjadi orang kaya, tidak perlu merebus air. agar bisa mandi air panas" ucap Adik bungsu Neha yang sangat betah berada di kamar mandi yang sangat ersih itu.


Tempat mandi ini bisa jadi tempat tidur yang mewah bagi kami di kampung, dinding nya yang mengkilau, Wc nya begitu putih.aduhhh lantai nya, bisa untuk berkaca" Adik Neha yang masih berada di dalam kamar mandi itu. sibuk melihat penuh kagum bentuk kamar mandi di rumah mewah Exsel.


Bahkan dia tidsk peduli jika kedua kakaknya menunggu di luar, mnunggu giliran untuk mandi.


Sedang kan waktu sudah cukup malam.


"Sena...!!!Sena...!!!Sena..!!!tuk .tuk..tuk" gedoran pintu membuat adik bungsu Neha kaget, sedang kan dia belum sedikit pun menyiram tubuh nya dengan air tersebut.


"Ya....Sebentar lagi.." sambil memencet tombol tak beraturan sehingga membuat Sena memencet tombol air yang cukup panas.


"Awwwwhh" teriak nya merasa terpercik air yang cukup panas untuk kulit nya dan Sena menghindar, dengan tingkah nya itu, membuat dia jatuh di lantai tersebut.


"Sena, ada apa??. bukak pintu nya dek" ucap Neha berteriak panik dsri luar saat mendengar tintihan sang adik yang seperti nya terjadi sesuatu.


"Awwwwhh...Ya kak.. aku jatuh, kaki ku sakit" ucap Sena kesakitan.


Tunggu sebentar sayang, Kakak ambil kan kunci lain" Dsn Neha pun berlari mencari orang di rumah itu untuk mencari kunci kamar mandi, agar bisa membuka pintu untuk menolong sang adik yang sedang kesakitan.


Neha menabraknseorang pelayan. belum sempat pelayan itu bertanya,Neha sudah menanya kan tentang kunci kamar mandi dengan suara paniknya.


Mendekat Exsel ke arah Neha yang mendengar ucapan panik Neha.


"Ayo.." tarik Exsel. Neha pun mngikuti Exsel meunuju kamar yang mereka tempati saat ini..


Dan Exsel memencet sebuah tombol di dinding dekat pintu kamar mandi, lalu terbuka lah pintu tersebut.

__ADS_1


Adik Neha yang masih terduduk di lantai dengan air yang terus memencik dirinya.


Exsel memanggil bebrapa pelayan untuk membantu Neha mengangkat adiknya ke ranjang. Dan Exsel pun kekuar dsri kamar tesebut


"Exsel memang baji ngan, tapi dia tahu tempat jika dengan Neha.


setengah jam berlalu, seorang dokter datang, ya itu dokter tampannyang tak kalah tampan dengan Exsel, lebih tepat nya dia adalah dokter pribadi sekaligus teman Dekat Exsel, dan hanya pria tersebut yang bisa mengata kan Exsel sesuka hati.


Sena yang sudah berganti Pakian tidur, pakain yang cukup tertutup Namun tidak bisa menutupi tubuh mon tok adik bungsu Neha yang sedang tumbuh dewasa itu.


"Tok..tok..tok..." ketukan pintu kamar yang sedang di huni oleh Neha dan adik nya terdengar.


"Neha ada dokter yang datang" ucap Exsel dari luar dan belum membuka pintu,sebelum Neha yang mengijin kan.


"Masuk saja" ucap Neha singkat, dan pintu kamar itu pun langsung di buka Oleh Exsel dsn di belakang nya ada seorang pria tampan yang memakai baju dokter.


Bisa saja dokter tersebut memang sedang bertugas dan langsung di panggil oleh Exsel. untuk segerah datang.


"Bukan aku, tapi adik ku, kaki nya sakit tak bisa berdiri, terjatuh di kamar mandi" jawab Neha sambil menunjuk sang adik yang berbaring Namun posisi terlihat seperti duduk


Ntah lah ada sedikit perasaan deg-,degkan dokter tersebut saat menatap mata indah adik Neha, yang biasa nya banyak gadis kaya dan csntik yang mengejar dan deg degkan melihat melihat dia, ini malah sebalik nya.


Namun hal itu dia tepis, karena seorang dokter harus propesional.


"Baik lah, biar saya cek dulu kondisi nya" ucap sang dokter yang tak menatap mata Sena...


"Senayang polos dan tak paham tentang hal apa pun hanya pasrah atas sikap lembut dokter itu memeriksa kakinya yang sakit.

__ADS_1


Saat tempat yang sakit itu di pencet, rasa sakit itu terasa.dan "Ahhhh !!!"suara yang terasa lain di telinga sang dokter.


"jangan keluar kan suara jelek itu, cukup kamu tahan rasa sakitnya, agar lebih cepat sembuh, Alih sang dokter yang merasa ada bagian tubuh nya yang bereaksi saat mendengar kan rintihan suara yang keluar dari mulut Sena.


Sena pun terdiam mengigit gigi untuk menahan dakit saat sentuhan itu mulai menyakit kan.


Neha dan Exsel tertawa kecil saat sang dokter melarang Sena untuk mengeluar kan suara dan mereka mengerti apa yang terjadi.


cukup waktu lima belas menit, waktu pemeriksaan selesai dan kaki Sena di perban di bagian pergelangan kaki.


"Kaki mu terkilir, jangan beraktifitas dulu, dan bergerak untuk turun dari ranjang pun untuk dua minggu ini tidak di perboleh kan.


Minum obat ini teratur untuk menghilang kan rasa nyeri di kaki mu, agar bisa tidur" ucap sang dokter lalu beranjak keluar dari kamar.


"Apa dia sama dengan Nona Neha" tanya sang dikter kepada Exsel, dsn Exsel kembaki tersenyum mendengar sebuah pertanyaan cukup aneh di telinga nya.


Jangan macam-macam dengan adik bungsu Neha, dia masih di bawah umur, dan masih duduk di bangku sekolah, sama sekali jauh berbeda dengan Neha, dsn gadis kecil itu yang dari dulu Neha lindungi dan rela bekerja untuk tidak membuat keluarga nya seperti dia" ucap Exsel panjang Lebar, dan membuat sang dokter mengangkat Alis nya.


"Ohhh. aku hanya sekedar bertanya,"ucap sang dokter berlalu menuju pintu keluar


"Apa kah benar begitu, aku merass ada yang berbedah" teriak Exsel saat sang sahabat sudah keluar dari pintu.


"Seperti nya dia baru betul-betul tertarik dengan seorang Wanita. tidsk pernah bersikao sepert ini dan bertanya hal yang tidak penting, jika hanya sekedar bertanya, hemmm... aku kenal kau sahabat baik ku" ucap Exsel tersenyum.


Lalu Eysel kembali ke kamar milik nya tanpa melihat kembali Neha dan adik-adik nya.Karena Exsel tau Neha lebih mengerti apa yang sang adiknya ingin kan dan perlu kan.


"Dek, lanjut kan mandi nya, nanti kakak juga mau mandi" ucap Neha kepada adik Laki-lakinya yang langsung beranjak dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Hati-hati..jangan sampai ada korban selanjut nya, jangan mandi dengan pelan" ucap Neha sedikit berteriak saat sang adik sudah di dalam kamar mandi.


"Ya kak..!!, aku akan mandi dengan santai namun cepat," jawab nya, ternyata benar hanya lima menitan saja, adik Neha sudah keluar dari dalam kamar dengan terlihat segar.


__ADS_2