RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
PENYIKSAAN NEHA


__ADS_3

Berhari-hari Exsel menunggu. Akhir nya. apa yang dia sangat ingin kan, terkabul juga.


"Bukgghhh... sebuah benda yang tergulat di dalam jaring yang tak terurus. di lempar begitu saja ke hadapan Exsel dengan cukup keras ke lantai keramik berbentuk kaca tersebut.


"Tak ada suara apa pun kecuali debukan dari lemparan tersebut. di lempar seperti barang bekas yang tak terpakai.


Exsel menoleh ke asal suara dengan pandangan tajam ke arah anak buah yang di utus nya sudah beberapa hari ini.


Tanpa suara apa pun. hanya ini yang terdengar.


"Takk....takk....takk...taak" Suara telapak sepatu keras milik Exsel mendekat dan semakin dekat ke arah gulatan jaring usang yang terlempar cukup keras di lantai keramik milik nya. dan barang usang itu baru saja sampai ke hadapan exsel setengah menit yang lalu..


"Tuan... kami sudah menangkap gadis yang di maksud. karena dia ingin melarikan diri. terpaksa kami harus membawa nya seperti ini." ucap salah satu anak buah yang Exsel itus itu.


"Trakkkk..Duggghh..Satu injakan danntendsngan keras mendarat di gulatan jaring yang cukup tebal. sehingga seseorang di dalam nya tak terlalu terlihat.


"Bukakk...!!" ucap Exsel.. kepada parah anak buah yang baru sja membawa barang yang di lemoar barusan ke hadapan Exsel itu.


Dengan segerah pun anak buah Exsel membuka jaring yang tak baruan itu dengan cukup kasar. dengan satu pisau tajam mereka memotong dengan kasar jaring itu.


Lalu membuka jaring yang sudah mereka putus kan dengan pisau tajam tersebut.


Ntah bagai mana Nasib seseorang di dalam nya mereka tak ingin tau itu. saat jaring itu di buka. baru lah namoak seseorang di dalam nya. Dengan rambut yang acak-acakan. sebagian rambut oanjang itu tersangkut di antara jaring tersebut. dengan kaki tangan terikat kuat dan mulut yang di lakban berkeliling.


Sehingga tidak ada celah untuk membuka lakban tersebut.. kaki tangan di ikat menyatu dwn di tarik ke belakang.


"Ini Tuan" ucap Mereka saat seseorang di dalam nya sudah terlihat jelas walau pun dalam keadaan lemah dan sangat berantakan.

__ADS_1


Saat melihat Neha dalam keadaan sadar namun sangat lemah dan tubuh yang teringat erat. Exsel menyungging kan senyum Brengsek nya.


" Ternyata barang sampah ini. susah juga di dapat kan. bersembunyi di mana saja kamu selama ini..???Haaaa...hhaaaa" tawa menggelegar dan raut muka puas exsel terpancar jelas saat melihat kondisi Neha yangvtak berdaya itu...


Wanaita sampah.... wanita sampahhh....!!!!


Kau tau peliharaaan busuk wanita jah lang.. kau tak akan bisa kabur dari ku. walau di bawah tanah sekali pun.. Karena apa...??. Kau tau karena apa..???. Karena kamu hanya seonggok sampah yang busuk. kapan pun, dimana pun bauk mu akan tercium" ucap kasar Exsel menunduk meludahi muka Neha. Lalu Dengan kasar menarik tamput panjang sang semrautan itu...


Neha sangat tersiksa dan sakit pasti nya. Nmaun dia saat ini merass cukup beruntung. Karena keluarga nya tidak tertangkap seperti diri nya.


Rambut Neha di tarik sehingga tubuh Lemah Neha teroaksa ikut merangkak dengan lutut karena kaki nya terikat ke belakang bersama tangan nya.


Hanya air mata yang menetes di wajah memar dan kotor nya itu. Memar bukan karena pukulan. memar Karena anak buah Exsel membawa nya dengan sangat kasar dan kadsng melempar Neha seperti benda mati saja.


Exsel terus menarik rambut itu lalu menunduk kan ke telapak sepatu mahal dan keras milik Exsel.


Exsel menyambut pisau lalu mendekat kan ke arah wajah Neha.


Neha nampak pasrah dengan apa pun yang akan di lakukan Exsel terhadap tubuh lemah nya itu.


"Srreeettttt..."Exsel memotong lakban itu dengan cukup kasar sehingga rambut Neha ikut terpoton dengan cukup banyak.


Lalu Exsel menarik paksa lakban dari mulut Neha.


Sehingga saat di buka mulut dan wajah Neha nampak memerah dan juga cukuo banyak rambut yang ikut melekat di lakban tersebut. karena rambut Neha yang ikut terpotong. Saat Exsel memotong kasar lakban tadi.


"Ambil kan air" ucap Exsel kepada para pelayan dan mereka pun bergegas mengambil air. penyiksaan Neha yang di lakukan di ruangan rumah mewah milik nya. sehingga di saksi kan langsung oleh semua penghuni rumah Ezsel tersebut.

__ADS_1


Saat air itu sampai ke tangan Exsel. Exsel menyiram muka Neha dengan air dingin yang ada di tangan nya..


Neha membuka mulut nya dan memaksa menelan air itu dengan banyak. karena Neha juga merasa sangat haus sejak penankapan diri nya dan sejak dia berada di dalam jaring itu.


Saat Neha sangat antusius meminum air itu. Exsel mengakat botol air tersebut lalu menyiram ke seluruh tubuh Neha yang beberaoa nya ada juga yang terluka. gara-gara sikap kasar anak buah Exsel beberapa hari ini.


Neha mengernyit kan muka nya menehan perih dari tersiram nya air yang dingin itu ke seluruh tubuh nya dan juga rasa dingin masuk hingga tulang bekulang Neha dan membuat tubuh nya menggigil hebat.


Dan ikatan-ikatan tersebut juga tidak pernah berniat untuk Exsel lpmepas dari tubuh Neha yang melilit kuat di kaki dan tangan nya.


Semua pelayan yang menyaksi kan penyiksaan yang di lakukan seorang Exsel terhadap Neha. membuat mereka sabgat iba. Karena Exsel sama sekali tidak menaruh rasa iba kepada Neha yang sudah sangat tersiksa itu.


Sungguh kejam bukan. pria yang bernama Exsel itu. dia tidak menaruh rasa iba ketika seseorang lebih dulu membuat kesalakan pada nya.


Neha yang begitu tersiksa merintih peri ulah dari air es yqng tersiram dan masuk ke dalam pori-pori tubuh yang lemah dan tidak pernah terisi makanan selama beberapa hari ini.


Neha tersubmengeluar kan air mata nya selama air es tersebut masih terasa semakin menyiksa di tubuh lemah milik nya.


E..xsel... Tol..long ma'af kan aku" ucap Neha dengan suara kecil dan lemah memohon kepada seorang Exsel yang berdiri menjulang di depan wajah nya. yang kapan saja bisa menendang atau pun kembali menyiksa Neha dengan sangat tidak manusiawi itu.


"Apa..??. apa kata mu barusan.. ucap kan dengan keras aku tak mendengar nya ucap Exsel mendekat menunduk ke arah Neha tersebut..


Lalu Exsel benar-benar jongkok dan menekan rahang Neha cukup Keras.


" ucap kan lebih keras agar aku mendengar kan apa yang barusan kau ucap kan.


"Tolong ma'af kan aku Exsel" ucap Neha lebih keras....dan memaksa mengeluar kan suara nya walau dengan tubuh lemah nya itu.

__ADS_1


__ADS_2