RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
TERPAKSA PERGI


__ADS_3

Kini sudah empat jam, keluarga Neha dudah berada di rumah sakit untuk mengecek kondisi sang kakak dan juga mengobati sang kakak dengan pengobatan terbaik.


Neha yang kurang berpengalaman itu. mempercayai semua hal itu pada seorang dokter untuk membantu dia mengurus semua nya.


Yang Pasti nya Neha dengan royal nya memberi dokter itu uang, untuk mempermudah semua urussn rumah sakit nya.


Dan dokter itu pun mengiya kan semua nya, dengan mengurus biaya adminitrasi dan pengecekan kondisi sang kakak hingga pelayanan cepat dan tepat untuk kakak nya...


Dan Neha juga meminta kamar terbaik, yang punya tempat bermalam oleh keluarga nya, karena jarak yang jauh.


Semua itu dokter mengurus dengan baik, sampai dengan semua kepeluan keluaga Neha....


Saat semua sudsh beres, Neha dengan perasaan tidak enak dan was-was.


Mrnelpon kembali nomor seseorang dengan panggilann tuan tadi.


Hanya dengan beberapa kali dering saja, nomor tersebut sudah tersambung dengan sang tuan...


"Hallo exsel.. ma'af tadi aku..." Ucapan Neha terputus, saat Sang pria berbicara pada nya dengan ucapan singkat nya.


"Malam ini akan ada yang menjemput mu ke rumah dakit itu sekitar jam sepuluh malam, siap kan diri mu apa pun yang terjadi, tidak ada alasan dan juga bantahan yang iingin aku dengar dari bibir mu itu" ucap sang pria tidak ingin di bantah.


Dan membuat Neha Diam tak berkutik tak berani mengeluar kan ucapan sedikit pun.

__ADS_1


Dan telpon itu pun lansung di mati kan sepihak oleh sang pria.


"Haaahh.Aku harus ninggalin ibuk dan kakkak nanti di rumah sakit.


Walau waktu masih kama, tapi kan ibu tidak tau dan mengenal tempat ini, dan aku takut jika tidak di inin kan pulang nanti nya, apa ibuk akan bisa sendiri mengurus kakak, Tidak bisa. aku harus mencari orang untuk mebantu ibu jika dia kesukitan nanti, apa dokter yang tadi saja ya, kan dia dokter perempuan, ibu aakn leluasa bertanya dsn minta tolong bukan, jika dokter nya perempuan" ucap Neha yang mulai mencari cara agar sang ibu tidak kesusahan dsn kebingungan nanti saat Neha harus pergi tak tak mnentu kapan akan pulang.


Sebenar nya Neha benar-benar tidak tega meninggal kan sang ibu sendiri menjaga kakkak nya, tapi demi uang untuk pengobatan sang kakkak dan biayya sekolah dan keluarga yang sudah tepakai oleh keluarga Neha.


"Nakk...(Kaget sang ibu dari belakang, ntah sudah berapa lama sang ibu memndengaf percakapan Neha wlau pun suara pria itu tidak terdengar oleh orang lain)...


Jika Neha ada pekerjaan dsn harus datang, datang saja, kamu tidak usah khawatir kan ibu, ibu bisa kok, nati ibu sering-sering betanya pada dokter saja jika butuh sesuatu tentang kakak mu" ucap Ibu Neha mendekat lalu tersenyum pada neha yang terlihat khawatir oada keadaan ibu nya nanti, yang tidak mengenal satu orang pun di rumah sakit ini.


Waktu terasa cukup cepat berlalu, Karena perasaan khawatir Neha pada ibu nya, membuat dia seharian berpikir dan mencari bantuan agar bisa membantu sang ibu jika perlu.


"Buk..,Neha harus pergi kerja dsn belum pasti kapan pulang, Neha sudah mempersiap kan semua untuk ibuk, ibuk tidsk usah khawatir ya, Dan tadi juga Neha sudah minta tolong, dan menelpon ke kampung, agar Adek-adek datang besok untuk menemani ibuk walau pun sebentar dan besok mereka libur. dan Neha sudah membayar semua nya. dan ini bukti-bukti pembayaran nya, jika Nanti ada orang yang menanyankan kan atau ada orang yang ingin membohongi ibu, semua nya sudah selesai." ucap Neha menyakin kan ibuk nya.


"Iya nak, tidak usah terlalu khawatir kan ibuk, Neha pergi saja, nanti takut nya majikan kamu tambah marah, ini semua pasti gara-gara ibuk tadi, jadi semua nya jadi seperti ini, Ma'af kan ibu ya nak, ibuk mu ini yang sok dekat dengan majikan, pada hal dia orang lain" ucap sang ibu dengan penyesalan nya itu...


"Sudsh lah buk, sekarang yang penting adalah kesehatan kakak dan juga keamanan ibuk di sini, dan berhubung besok hari liburr,Adek-adek akan datang menemani ibu" ucap Neha meyakinn kan.


Lalu Neha pun pergi meninggal kan ibu nya dengan rasa yang kurang nyaman. namun dia harus pergi malam ini tanpa ada nya bantahan, karena jemputan sudah menunggu Neha.


Neha dengan pakainntadi dan tidak mempersiap kanndiri seperti yang di kata kan pria tadi, dia langsung saja melaju ke tempat yang di tujuh dengan pakian tersebut...

__ADS_1


Antara Neha lupa atau Neha memang sengaja melakukan Hal itu, yang sewaktu-waktu bisa membuat Neha di marahi oleh Pria yang dia panggil exsel tersebut.


Hanya butuh waktu berapa menit saja, kini Neha sudah sampai di rumah Mewah tempat tujuan nya.


Pria itu menunggu Neha di ruang tamu dengan berpakian santai dan menonton Tv.


"Exsel aku sudah datang" ucap Neha.


Exsel oun menoleh dan meneliti setiap bagain tubuh Neha, dan juga sedikit mengernyit kan dahi melihat ownampilan Neha yang di anggap nya seperti gembel itu, tanpa baju bagus yang dia beri kan, dan juga tanpa makeup yang terpoles sedikit oun di wajah cantik Neha.


Wlau pun Neha tetap terlihat cantik dsn mengoda dengan pakian apa pun yang melekat di tubuh nya.


Namun pria itu tetap belum puas, karena Neha seprti tidsk berharap Untuk di suruh datang menemui nya.


Sebenar nya Pria itu tahu Jika Neha sedang tidak baik-baik saja, namun ego pria itu yang ingin menguasai Neha dan membuat Neha kesal dengan cara nya itu, tidakk bisa begitu saja dia turun kan, Exsel tidak mau tahu, jika sudah dia beri kan uang, kapan pun Neha harus datang pada nya tanpa alasan apa pun.


"Kau tak berniat datang je sini" ucap Pria itu menatap Neha yang masih berdiri di depan nya tanpa mengijin kan Neha untuk duduk dahulu.


Neha hnaga terdiam dengan seribu bahasa.


"Kau tanpa lebih kucel dari pelayan-pelayan di rumah ini, akan ku beri kau waktu 5 menit untuk memperbaiki diri mu itu, jika tidak semua akan ku batal kan dan uang yang telah ku beri kan pada mu kembali kan saat ini juga" ucap Exsel.


Membuat Neha seperti di kejar anjing memasuki kamar dan berganti pakian yang dia bawah dan berdandan dengan cepat untuk sang pria tersebut...

__ADS_1


Melihat Tingkah Neha yang berlari sangat cepat, Exsel tertawa, dan tingkah Neha begitu sangat lucu di mata exsel.


__ADS_2