
Beberapa hari berlalu. Utusan dari seorang Exsel mulai memasuki perkampungan di mana Neha dan keluarga nya berada.
Dan mereka punya cara sendiri untuk masuk dengan mengikuti peraturan di kampung tersebut.
.Seakan selalu bertanya tentang keluarga yang pergi dari rumah dengan utusan keluarga. Anak buah Exsel memastikan di mana keberadaan Neha beserta keluarga nya berada saat ini.
Penduduk pun mengata kan apa yang mereka tau dan lihat. mungkin kebaikan masih cukup berpihak kepada keluarga Neha.
Ada seseorang yang mengetahui keberadaan Neha saat ini langsung pergi dari tempat di mana anak Buah Exsel berada.
Orang tersebut masih kerabat Jauh dari mbak Yani. Dan dia masuk ke dalam hutan untuk memberi tahu mbak Yani jika ada orang yamg mencari keberadaan Teman dari mbak Yani itu.
"Teng..tengg..tengg..tengg.tengg..." suara lonceng memasuki area hutan, oetanda ada orang mendekat ke arah tempat di mana Neha dan keluarga saat ini berada.
Mbak Yani yang tau tanda itu mendekat ke tempat tinggal dia saat ini. bergegas memanggil Neha dan keluarga untuk menaiki kuda masing-masing pertanda bahaya.
Lalu mbak Yani menyuruh mereka beberapa saat untuk bersembunyi dulu di persimpangan jalan yang tak tanpak dari rumah itu. mbak Yani menunggu siapa yang akan datang, tak kalah siap dan sudah menaiki kuda milik nya dan sedikit menjauh dari rumah...
Beberapa menit. Barulah terlihat seseorang pemuda tanggung mendekat dengan kuda jinak nya lalu menyala kan lagi lonceng itu tiga kali.
Dan mbak Yani pun pergi sendiri mendekat ke arah pemuda itu.
Dengan muka datar oemuda itu memberi syarat. jika orang ysng selama ini mbak Yani kata kan sudah memasuki perkampungan dengan orang yang cukup banyak.
__ADS_1
Dan mbak Yani pun mengutus pria itu untuk segerah kembali.
Namunnn beberapa henta kan kuda pemuda itu berbalik. satu tembakan mengenai pemuda itu tepat pada jantung nya.
Dan ternyata mereka mengikuti sang pemuda hingga ke tempat tinggal Neha.
Melihat itu tanpa pikir panjang mbak Yani berbalik memacu kuda milik nya dengan cukup kuat, hingga sang kuda langsung mengencang kan kaki dengan langkah cepat dan pengejaran pun terjadi.
Dengan aba-aba yang mbak Yani beri kan kepada Neha saat melintasi tempat persembunyian keluarga Neha. mengata kan bahwa mbak Yani harus mengalih kan orang yang mengejar mereka untuk mengejar mbsk Yani dan Neha menyimpang ke persimpangan jalan yang sudah mereka rencana kan sebelum nya.
Neha ingat pesan mbak Yani, jangan pernah menaruh kasihan saat mbak Yani jadi sasaran pengejaran. Karena itu salah satu cara menyelamat kan adik-adik dan ibu Neha yang saat ini bergantung pada Neha.
Melihat sesuatu yang terjadi di depan mata, Neha menetes kan air mata lalu mengajak keluarga untuk memacu kuda kecepat mungkin agar tidak terjadi hal yang tidak ingin Neha lihat dan sesali suatu saat nanti.
Walau pun mati kelaparan di dalam hutan, setidak nya tidak mati terbunuh dengan kejinoleh snak bush Exsel yang nenggila mengejar Yani yang saat ini ntah apa yang terjadi.
melewati aliran sungai tenang dan tak dalam. dan hutan yang penuh dengan suara indah namun bisa memati kan. dengan peralatan yang memang mereka siap kan sebelum nya. membust mereka tidak terlalu menderita saat di dalam hutan belantara itu.
Saat menatap ibu dan adik-adik nya. Neha kembali menetes kan air mata. Dan mulai berpikir hal yang membuat dia lemah.
Namun satu suara membuat Neha kembali.
"Anak pembawa sial. jangan coba-coba kau menangis karena ulah mu yang selama ini membohongi ibu mu, dengan menjual tubhuh mu itu. ibu kira selama ini kamu bekerja sangat baik demi keluarga, Namun nyata nya kau telah menghancur kan hati keluarga. jika saja bisa lepas, aku betul-betul ingin membuang mu sebagai anak kandung ku" ucap ibu Neha memarahi Neha dengan mata nyalang nya itu.
__ADS_1
"Bu..ibu sudah mengetahui semua nya" tanya Neha menoleh.
.Ibu Neha tak menjawab hanya beta menatap Neha dengan mata kebencian.
Neha berusaha menyimpan semua nya, ternyata ini saat nya sang ibu dan kedua adik nya mengetahui semua yang dia lakukan selama ini.
"Ingatttt...... jika bisa keluar dan bebas dari pengejaran ini. tolong lepas kan kami dari ulah kotor mu itu dan kami bukan bagian dari keluarga mu lagi." ucap dari adik Neha yang juga ikut dalam pembicaraan itu.
"Kami malu ounya saudara seperti mu" ucap sang adik bungsu yang membuat Neha menggenggam erat baju nya dengan mengigit gigi menahan amarah atas ucapan yang dia dengar saat ini. dan mulai merasa tidak terbebani dan sangat iklas dalam mempertaruh kan nyawa demi ibu dan saudara nya.
"Baikk. setelah jeluar dari pengejaran ini, aku akan pergi dari keluarga ini dan tidak akan membuat kalian malu lagi.
dan aku bukan bagian dari keluarga kalin lagi. aku kira dengan pengorbanan selama ini. kalian masih bisa memaaf kan aku yang penuh dengan kesalahan dan kotor ini. Namun saat aku mendengar semua ini. aku merasa tidak pantas lagi untuk bertahan" ucap Neha yang melanjut kan perjalanan dan mendahului saudara dan ibu nya yang berada di belakang nya.
Neha tak menyadari satu hal. saat emosi sudah memuncak di diri nya. itu hanya trik dari ibu dan adik-adik Neha. agar Neha tidsk terlaku merasa bersalah dan di bebani oleh keluarga nya. yang saat ini ikut bersembunyi bersama Neha.
Mereka menangis saat melihat Neha berlaku dan ibu beserta kedua adik Neha menyimpang mencari jalan lain.
Neha yqng tak menilh ke belakang dan ucapan tadi membuat hati nya mengeras dan tak menyukai saudara dan ibu nya.
Namun lain hal dengan mereka yang mencari jalan lain untuk keluar dari hutan itu.
Mereka sudah mengata kan pesan dari mbak Yani. agar Neha terlepas dari penyesalan nya.
__ADS_1
"Ma'af nak.. tidak ada seorang ibu yang ingin melepas anak gadis nya secara mudah seperti saat ini. namun ini lah cara kita agar kamu tidak terbebani dengan maslah yang berlarut. harus konsent dengan pelarian mu dan membebas kan diri dari ancaman orang jahat itu" ucap sang ibu pilu dan terus melanjut kan perjalanan yang tak tau kapas akan menembus hutan lebat bersama kedua anak nya yang ikut berakting dalam sadiwara tadi. untuk melepas Neha agar dia lebih bebas dan tidak merasa bersalah terus-menerus.