RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
BELAJAR BERKUDA


__ADS_3

Ntah akan datang pertolongan atau akan datang nya musibah besar untuk keluarga Neha.


Neha yang belum mengetahui apa pun tentang anak buah Exsel yang sudah mengetahui di mana dia bersembunyi saat ini. masih cukup tenang, walau setiap saat Neha waspada dan sekarang pun Mbak Yani yang sangat baik pada dia dan keluarga nya puun, Ikut serta menanggung ancaman besar ini.


Beberapa hari yang lalu mbak Yani pernah bercerita kepada Neha dan keluarga nya.


Bahwa Mbak Yani dulu nya salah satu penduduk kampung ini. Namun itu sudah snagat lama sejak mbak Yani masih berumur belasan Tahun.


Dulu mbak Yani mengadu nasib ke kota. dan tergiur dengan gaji besar di mana ada lowongan pekerjaan di rumah besar milik Tuan Exsel nya itu.


Namun Lama kelamaan mbak Yani baru mengetahui sisi gelap dari seorang tuan besar nya yang bernama Exsel itu.


Walau saat itu Exsel masih cukup mudah dan Mbak Yani tidak menduga jika Seorang tuam mudah mereka adalah pembunuh dara dingin.


Tidak ada satu pun orang yang bekerja kepada Exsel boleh keluar atau berhenti bekerja hingga mereka mati pun..


Lama kelamaan mbak Yani merasa sangat bisan dan mulai ketakutan, Saat tuan mereka beranjak smakin Dewasa.


Exsel semakin berani membunuh dan menyiksa lawan yang tidak dia sukai, atau anak buah yang tidak bisa memuas kan keinginan dia untuk menghancur kan lawan.


Bahkan sudsh banyak keluarga dari mereka yang bekerja di sana. ikut terlibat dan mati sia-sia oleh sifat kasar dan tidak manusiawi seoang Exsel..


Akhir nya saat Mbak Yani di utus oleh Exsel untuk menemani keluarga Neha di rumah sakit. Mbak Yani sangat senang bisa berbaur dengan dunia luar.


Namun mbak Yani begitu kasian kepada keluarga Neha yang sangat baik pada nya. terutama sang ibu yang begitu murni kebaikan nya.


Saat mendengar kabar jika kelaurga Neha mendapat ancaman dari Exsel. hati mbak Yani pun tergerik dan ingin melepas kan mereka yang tidak bersalah.

__ADS_1


Namun siapa sangka niat ingin menolong. malah dia ikut pergi bersama Keluarga Neha.


Kebetulan tempat yang dulu dia tinggal kan cukup aman bagi mereka untuk bersembunyi sementara walau pun jauh.


Dan juga bisa saja Exsel bisa menemukan mereka kapan saja.


Rumah yang mereka tinggali saat ini juga rumah peninggalan orang Tua mbak Yani. Saat mbak Yani mengadu Nasib orang tua mbak Yani sudah tiada dan juga tak punya sauadara. Dulu mbak Yani di besar kan oleh saudara dari ibu nya.


Mereka juga baik, namun saat Mbak Yani mulai bisa mencari nafka sendiri dan ingin mengadu nasib ke kota. mereka pun ikut keluar dari perkampungan itu.


Dan samapai sekarang mbak Yani tidsk pernah tau di mana keberadaan saudraa dari sang ibu yang membesar kan dia.


Karena beberapa puluh tahun bekerja bersmaa sang Tuan Exsel sang pembunuh berdarah dingin itu. mereka sangat di larang menghubungi keluarga kecuali sangat penting.


Mbak Yani. Neha dan keluarga nya sudah berada di rumah yangbdi tinggali mereka saat ini. mereka pulang dengan menunggaki kuda masing-masing. Hanya kuda Neha yangbtak berpenghuni di punggung kuda itu. Karena Neha belum bisa sama sekali mengendali kan dan menaiki kuda sendirian.


"Wah...Enak juga ya. kalau oulang Naik kuda dan kaki ku tidak terasa pegal lagi," ucap sang adik Neha girang di atas kuda yang dia tunggangi.


"Iya..iya.. yang sudah bisa naik kuda sendiri. bangga tu" ucap Neha mengganggu sang adik bungsu jika di hitung umur. sang adik baru kelas satu SMA dan sang adik pertama Kelas Tiga SMA dan pasti nya mereka sudah cukup besar untuk mengerti dengan ancaman yang mengintai mereka saat ini.


Adik Neha satu perempuan dan satu laki-laki...


"Iya dongg. emang kakkak sudah tua tapi belum pandai naik kuda" balas sang adik yang mengundang gelak tawa yang lain nya.


Neha yang mendengar itu, cemberut cantik namun tak kama dia pun tersenyum menatap sang adik yang sudah cukup lihai itu.


Perjalanan mereka tidak terlalu lama dan juga tidak melelah kan Karena ada nya kuda yang mereka beli untuk mempermudah apa pun yang mereka ingin lakukan dengan cepat dan tidak bikin capek kaki.

__ADS_1


Tak terlaku lama. Kini mereka sudah berada di rumah kediaman mereka, walau pun sudah gelap Namun sinar bulan yang cukup terang. menyinari jalan pulang mereka dengan aman.


"Tak..tak..tak..tak.." suara Kaki kuda sudah berada di Halaman depan mereka dan mereka turun dengan pelan tanpa berbicara.


Itu lah yang mereka biasa kan. agar suatu saat ada sesuatu yang mendekat ke arah mereka, atau pun ancaman dari mana pun bisa mereka dengar dengan cepat.


Karena mereka sadar, hidup mereka dalam pengejaran dan Tidak begitu baik seperti kehidupan orang-orang di perkampungan ini. yang hidup dengan tenang dan sejatra.


Mbah Yani memberi kode agar kuda-kuda itu di tempat kan di halaman belakang yang ada kandang khusus nya. Karena memang sudah di rencana kan akan membeli kuda dan mbak Yani pun sudah membuat kan kandang untuk kuda-kuda mereka.


Mereka pun langsung ke belakang untukmemasuk kan kuda-kuda itu ke kandang nya.


Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah melwati pintu belakang yang cukup terpencil, sehingga ointu tersebut tidak terlalu di kenali oleh orang-orang yang baru datang, Karena seperti tembok rumah itu sendiri


Karena sinar rembulan yang masuk dari cela-cela ventilasi, membuat di dalam rumah tak terlalu gelap dsn mereka langsung menuju kamar mereka untuk beristirahat.


Dan memang mereka cukup waspada. dengan tidur bersama. punya senjata tajam di dalam kamar yang mereka sembunyi kan. dan juga tangga kecil menuju loteng rumah, jika jalan lain tidak bisa di lewati saat ancaman datang.


Memang mereka punya persiapan yang cukup untuk mereka. Namun kita juga tidak tau. jika mereka datang dengan senjata yang canggi. Namun setidak nya mereka sudah berusaha melindungi diri nanti nya....


Saat mereka memulai tidur. mereka memasang sebuah alat yang tersambung ke keluar rumah. Yaitu sebuah alat jika di lewati orang Akan bersuara dan membangun kan mereka.


Alat itu ialah sebuah kaleng bekas yang di dalam nya ada batu kerikil. dan jika di lewati akan berbunyi dan membuat Mereka terbangun.


Walau pun sederhana, Namun alat itu cukup berguna bagi mereka yang merasa dangat terancam. dan apa lagi ancaman itu cepat atau lambat akan datang juga menurut Mbak Yani. yang mengetahui siapa Exse itu sebenar nya.


Walau pun mereka dalam persembunyian yqng cukup aman.

__ADS_1


__ADS_2