
Beberapa jam berlalu. keluarga Neha beserta mbak Yani tertidur cukup Lelap malam ini.
Dan sampai pagi datang pun. mereka membuka mata Masih dengan senyuman indah. walau dengan muka bantal.
"Pagi semua" ucap Neha Pelan. lalu bangun dari kasur usang itu. mengintip-ngintip dari selah-selah rumah yang mereka beri lobang untuk mengintip keadaan di luar rumah...
Miris memang kehidupan Neha yang sekarang. dulu keuangan memang tidak terlalu mencukupi, tapi hati dan keluarga aman dan yaman.
Tapi sekarang. punya banyak uang. Namun untuk menikmati itu bersama keluarga pun sangat sukit Neha lakukan.
Termenung Sejenak sambil melihat-lihat dari lobang rumah tersebut. dan hati Neha kembali menyesali perbautan nya. yang harus melibat kan kekuarga besar yang sangat iya ingin lindungi dan sayangi itu.
Andai saja...andai saja. dan itu lah yang terus terlintas di pikiran Neha.
Andai dia tidak menerimah semua itu dan tetap bertahan di tempat kerja lama nya. mungkin tidak akan membuat keluarga menjadi sengsara seperti ini.
Dan pasti nya. kakak nya pasti masih hidup dsn masih bisa dia lihat walau trrbarung lemah di rumah reot punya kelaurga nya dulu.
"Heiiii...!!!. Neha...??. Apa yang kamu lakukan. berlama-lama mngintip keluar, apa ada sesuatu??." kaget mbak Yani memegang pundak Neha sambil ikut mengintip dari lobang lain nya.
"Uhhhgg..!!!" Neha kaget dan sedikit bersuara lalu menoleh Ke arah mbak Yani yang saat ini sedang mengintip dari lobang rumah itu.
"Tidak ada apa-apa. lalu apa yang kamu lihat??." ucap mbak Yani kembali menoleh kepada Neha yang masih betah melihat kearah dia.
"Ahhh..emmm...Bukan apa-apa mbak Yani. hanya sedikit mengingat masa laku ku bersama keluarga yang sangat tenang. dan jauh dari kata ancaman dan pengejaran seperti ini" ucap Neha sedikit mencurah kan isi hati nya di pagi itu.
Mbak Yani sangat mengerti kondisi dan perasaan Neha saat ini. hanya penyesalan yang tertinggal
Namun apa la guna lagi semua itu. Saat genting seperti ini. hanya kewaspadan dan menghindari lah cara nya lagi.
__ADS_1
"Neha jangan lagi kamu pikir kan hal yang dulu-dulu. semua itu tidak berguna. itu akan membuat kamu semakin lemah dan menghilang kan kewaspadaan kita. dengan kamu melamun. bisa-bisa kita lebih cepat celaka gara-gara ulah bodoh mu itu" ucap Mbak Yani kasar, agar Neha tidak terus menerus melamun dan menyala kan diri sendiri dan juga. bisa saja lebih cepat membuat keluarga yang masih hidup lebih mudah celaka hanya gara-gara ulah Neha.
"Buang lah rasa oenyesalan yang tidak berguna itu. kamu akan lebih menyesal jika keluarga yang saat ini kamu lindungi dan sayangi itu, celaka hanya gara-gara melamun dan menyesali semua ulah mu. yang membuat kalian seperti ini." ucap kembali mbah Yani. lalu dia berlalu dari depan Neha ntah kemana.
Neha sadar dengan semua yang di kata kan Mbak Yani. Semua tidak berguna.
yang harus dia lindungi saat ini adalah kekuarga nya yang masih hidup. yang mati tidak mungkin kembali dan juga tidak akan bisa di ancam Oleh Ezxel. namun yang masih hidup akan selalu menjadi incaran hingga mereka mendapat kan nya. karena ingin mebalas kan dendam pada Neha yang sudah berani mempermain kan seorang Exsel.
Neha mulai menguat kan tekad untuk tidsk lagi membuang-buang waktu dengan melamun dan tidak melakukan hal yang tidak berguna.
Neha ikut keluar. kerena keluarga Neha mulai berberes-beres rumah dan memasak.
Mbak Yani yang memberi kan makanan kuda di halaman belakang bersmaa sang adik laki-laki. sambil berlatik melancar kan cara menunggaki kuda milik nya.
Dan adik perempuan Neha sedang membersih kan rumah lalu sang ibu memasak sendiri.
Neha membantu sang ibu memasak dsn mendekati ibu nya.
"Iya nak.. lakukan lah. kita harus memasak lebih banyak hari ini. rasa nya ibu begitu lapar, karena kita semalam tidak makan dan langsung tidur saja" ucap sang ibu.
"Iya buk" jawab Meha yang mulai memasak dengan bermacam-macam lauk...
Satu jam berlalu semua masakan itu sudah mateng dan Neha mulai membawa semua itu ke meja makan dan menyiap kan nya.
Neha mukai memanggil-manggil mereka untuk sarapan lebih awal hari ini. lalu kemblai beraktifitas atau melakukan hal lain.
"Nak.. buruan cuci dulu muka mu. bukan nya dari bangun kamu bwlum menyentuh air" ucap sang ibu sedikit tersenyum mengejek kepada putri cantiik nya itu.
Mendengar itu kedua adik Neha dan mbak Yani tertawa kecil melihat Neha yang sudah siap dengan sarapan milik nya itu.
__ADS_1
Neha cemberut lalu beranjak dari kursi. langsung ke belakang untuk mencuci muka yang belum tersentuh air dari semalam.
Lalu kembali dengan cepat untuk melahap saraoannyang terhidang cukup banyak macam nya itu.
Pagi itu mereka makan dengan nyaman dan melahap habis semua makanan yang terhidang.
Mereka sengaja melakukan itu setiap kali memasak, dan tidsk meninggal kan untuk nanti. Jika nanti, ya mereka akan memasak lagi.
Kak kita latihan berkuda yuk.." ucap dua adik Neha menarik tabgan Neha. dengan Neha yang masih beta duduk dengan perut kenyang nya.
Mbak Yani dan sang ibu sudah duluan ke belakang untuk latihan berkuda. agar leih lancar.
Dengan malas-malasan Neha bangkit dan ikut bersama kedua adik nya yang menarik nya untuk ikut tersebut.
Bukan tanpa alasan Neha tidsk ingin ikut, Semua itu Karena Neha yang susah untuk bisa bwlajar naik kuda sedang kan kedua adik dan ibu nya, baru belajar satu hari, sudsh pandai menunggangi kuda mereka masing-masing.
Neha ikut ke belakang untuk berlatik kuda.
Saat sampai mbah Yani kangsung memberi kan kuda itu pada Neha dan menyuruh langsung berlatih tanpa ada penolakan.
Neha pun mulai menaiki kuda milik nya dengan oerlahan dan mulai belajar untuk menunggangii nya.
Walau dengan perasaan takut dan was-was Neha harus berlatih lebih giat lagi. agar bisa lari jika sewaktu-
waktu mereka tertangkap.
Neha membulat kan tekad berlati pagi itu hingga bisa. walau pun dia terjatuh.
"Ayo kak... ayo kak..." Semangat adik Neha yang mmelihat Neha begitu ngin belajar menunggangi muda baru milik nya sambil mengelilingi perkarangan rumah mereka.
__ADS_1
Neha tersrnyum kecil saat dia merasa sudah mulai cukup bisa menyeimbangi tubuh nya dan juga mengendali kan kuda tersebut...
Neha terus-terusan melakukan latihan hingga dia merasa cukup dan mengistirahat tubuh nya.