
Neha teburu-buru Duduk di kursih meja makan itu, dan menyantap makanan yang terhidang lalu melahap nya dengan cangok seakan dia benar-benar kelaparan akibat dari ulah mereka tadi.
"Jangan terlalu terburu-buru seperti itu Neha, makan lah santai sedikit, tidsk akan ada yang merebut nya, jika kamu terburu-buru kamu akan tersedak nanti nya" ucap Exsel melihat Neha yang makan seakan dia begitu lapar.
Namun itu bagain dari akting Neha. sebenar nya perut Neha belum terlalu lapar, tapi karena ingin terlihat kelalahan dan terkuras tenaga gara-gara aktifitas mereka tadi, Neha pun memaksa makanan itu masuk ke dalam tenggorokan nya menyempurna kan akting tersebut.
Neha menghabis kan satu piring penuh makanan tersebut. lalu bersantai sejenak untuk melapang kan lambung Neha yang hampir meletus akibat dari makanan yang dia paksa kan masuk itu.
Sambil menunggu exsel yang masih melahap makanan di piring nya cukup banyak, Karena exsel memang merasa dangat lapar dengan berkurang nya tenaga akaibat pergu latan sengit nya kepada Neha, menurut Exsel.
Namun sebenar nya Exsel sendiri lah yang bekerja keras untuk mem uas kan diri nya sendiri. sehingga dia merasa kelelahan seperti saat ini.
Beberapa menit Neha duduk melapang kan lambung nya yang terisi penuh, kini baru lah Exsel terlihat menghabis kan makanan yang penuh tadi di piring nya.
Dengan Keringat Exsel yang mengalir di setiap lekuk wajah nya, akibat dari mengisi tenaga karena sudah banyak yang terkuras.
Exsel membersih kan wajah dan mulut nya dengan tisu lalu meminum beberapa gelas air putih hal itu tidak lepas dari pengamatan Neha.
"Dia begitu kelelahan sehingga tidsk menyadari jika aku dari tadi memperhati kan dia, dia makan dan minum begitu banyak, sehingga keringat nya cukup banyak akibat dari diri exsel yang lapar. Hingga minum saja hampir sepuluh gelas dari tadi, apa dia begitu haus." ucap hati Neha sambil menatap Exsel yang sudah selesai dengan acara makan nya.
"apa Kau sudah selesai??" Tanya Exsel yang baru menoleh ke arah Neha yang sudsh cukup lama selesai dan menatap Exsel dari tempat duduk nya.
"Iya dari tadi dan sudah cukup lama menunggu mu" jawab Neha menatap mata elang sang pria tampan di depan nya.
__ADS_1
"Ok bagus lah jika begitu, aku tidak harus menunggu mu terlalu lama. kita langsung berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan keluarga mu secara kangsung. tidak baik bukan, jika kamu sepanjang malam hanya di habis kan untuk melamun seperti orang bodoh" ucap Exsel sarkas, Namun Neha tak menanggapi nya. langsung berlalu dari kursi dsn keluar dari rumah itu menuju mobil ke arah tujuan mereka malam ini.
Exsel pun tak kalah cepat menyusul langkah kaki Neha yang tidak terlalu cepat dan dengan muda untuk dia susul.
Mereka memasuki mobil dan langsung melaju kan ke arah tujuan mereka ya itu ke rumah sakit untuk kelautga Neha di sana.
"Aku merasa kamu terlalu baik Exsel" ucap Neha menoleh dan menatap Ezsel yang duduk bersandar di mobil sambil mengotak-atik Hp milik nya itu.
"Oh. trimaksih pujian nya. aku harap pelayanan mu ke depan nya lebih mem uas kan dsn tidsk mengecawa kan aku, walau pun malam ini aku begitu pu as" ucap Exsel berbisik ke telinga Neha.
"Hemmm... Iya ke depan nya akan aku beri kamu serpis yang lebih mem uas kan dari pada mal am ini" ucap Neha dengan bisikan Na kal saat mereka di dalam mobil. tidak ingin sang sopir mendengaf percakapan kot or mereka.
Dan mereka pun tersenyum bersama dengan Neha menyandar kan kepala nya ke bahu lebar milik Exsel. dan exsel menerimah itu dengan tenang.
Beberapa jam berlalu mungkin kini jam menunjuk kan pukul tiga pagi. mereka baru saja memarkir kan mobil lalu turun menuju kamar yang mereka tujuh malam itu.
Exsel yang selalu menemani Neha mulai dari awal masuk rumah sakit hingga ke ruangan yang mereka tujuh.
Saat Neha membuka pintu kamar di mana tempat ibu dan kakak nya. terlihat lah dua perawat yang menunggu keluarga Neha di sana yang tidak tidur.
Ya itu adalah dua pelayan yang di kirim kan Exsel untuk menjaga sang ibu dan kakak Neha.
Melihat Neha dsn sang bos masuk mereka berdiri dan menunduk kan kepala.
__ADS_1
Saat mereka ingin berbicara, exsel mencegah nya agar tidak membangun kan sang ibu Neha yang tertidur.
Dan mengijin kan dua pelayan itu untuknkeluar mencari tempat istirahat mereka malam ini.
Neha menatap Exsel dengan exspresi tersenyum bahagia tanpa kata, saat menatap wajah sang ibu yang tertidur pulas dan sang kakak terlihat beberapa alat di tubuh nya untuk membantu kesembuhan sang kakak.
Neha mendekat ke arah di mana Exsel duduk di ruangan itu dengan jarak yang cukup jauh dari tempat ibu dan kakak Neha beristirahat.
"Trimaksih banyak Exsel, kamu sngat baik dengan keluarga ku, wlau pun aku hanya" ucap Neha terpotong,Karena exsel menyuruh nya diam.
Jangan kata kan ucapan yang tidak seharus nya di dengar oleh keluarga mu di ruangan ini, sehingga membuat mereka kecewa pada mu" bisik Exsel dengan sangat pelan.
Neha baru menyadari nya, menyadari ucapan yang hampir keluar dari mulut nya, yang jadsng tak menyadari kondisi mereka saat ini.
Neha mengangguk Pelan.
"Istirahat dan temani lah ibu mu sampai aku menelpon mu lagi.aku harus pergi dsn tidsk bisa menemani mu di sini" bisik Exsel lalu lekuar dari ruangan itu tanpa mendengar dulu apa yang akan Neha ucap Kan pada exsel.
Neha yang belum sempat mengeluar kan dan mengucap kan kata trima kasih karena telah mengantar nya malam-malam begini. hanya tersenyum saja melihat exsel yang sudah keluar dari ruangan di mana keluarga Neha berada.
Neha yang sudah memati kan Exsel sudsh pergi, Neha mendekat ke arah ranjang sang ibu dan menatap wajah ibu nya. lalu ikut berbaring di samping sang ibu dan juga ikut masuk ke dlam selimut tebal, karena ruangan tersebut cukup Dingin.
Beberapa menit Neha sudsh terlelap dengan tidur di samping sang ibu.
__ADS_1
Tidak ada lagi muka melamun dan pikiran berat dari Neha saat dia sudah tidur di dekat ibu nya.