RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
PENGORBANAN MBAK YANI


__ADS_3

Neha




Exsel


"Arrggggghh" Teriakan yang mengema di antara hutan belantara itu.


Ya itu teriakan dari seorang wanita yang tertembak Karena pengejaran mbak Yani telah di dapat kan.


Mbak Yani terus memacu kuda sebisa mungkin. lama kelamaan pengejaran itu semakin dekat karena mbak Yani yang sudah melwmah dan banyak kekurangan dara. dengn dia yang mulai menunduk dan mempasrah kan diri pada kuda yang membawa nya tanpa arah itu.


Hingga saat itu kuda yang mendengar tembakan yang terus menerus membuat dia tersudut mendekat ke arah jurang di mana jurang itu terdapat air terjun yang mengalir deras di bawah nya.


Dengan mbak Yani yang sudah tidak sadar kan diri. di punggung kuda tersebut dengan tubuh yang Yani ikat cukup erat ke tubuh kuda, Sehingga mbak Yani belum jatuh dari atas kuda itu.


Kuda itu meringkik keras menghentak-hentak kan kaki kesana kemari, Karena mereka terus menembak kan asal.


Lalu sampai lah utusan dari Exsel menuju tebing dan ingin mendekat ke arah kuda dan berniat menarik mbak Yani dari punggung kuda tersebut.


Namun semakin mereka mendekat. semakin pula kuda itu bergerak ke sana kemari, seakan dia jiga ikut dalam bahaya.


"Jangan dekati kuda itu. atau kita tidak akan mendapat kan petunjuk apa pun dari dia" Ucap salah satu anak buah Exsel yang melarang untuk menarik Yani saat ini dari punggung kuda. Karena bisa di pasti kan kuda itu semakin merasa terancam dan akan terjatuh ke dasar jurang dengan air terjun yang deras dan tinggi di bawah tebing itu.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus kita lakukan.Bukan nya cepat atau lambat kuda itu juga akan terjatuh dsn kita tidak akan mendapat kan informasih apa pun" jawab salah satu dari anak buah Exel yqng menyela ucapan yang tadi melarang dia.


"Kita harus menunggu sampai kuda itu tenang lalu baru kita mendekat untuk mengambil wanita sialan itu" ucap Pria tersebut.


Cukup lama mnunggu di dekat kuda yang di naiki Yani. akhir nya kuda itu pun tenang. dan mereka mendekat perlahan.


Saat sudah aman mereka membuka ikatan-ikatan pada tubuh Yani agar bisa mengangkat nya.


Namun Yani sedikit tersadar dengan gerakan yang terus menerus di tubuh nya. tanpa berpikir apa pun dengan mata yang masih tertutup. Yani menepuk keras kuda tersebut.


Sehingga kuda itu terkaget dan tak memilih tempat. dia langsung melangkah kan kaki tanpa arah hingga membuat mereka terseret dan terjun bebas ke bawah jurang dengan air terjun yang deras dan tinggi itu.


Dengan bebrapa anak buah Exsel yang mencoba membuka pengikat dari kuda pun. ikut terseret dan terjun bebas dari atas jurang tersebut...


Pengorbanan Mbah Yani yang begitu tulus membuat dia tidak takut mati dsn ikut terjun bebas bersama kuda yang dia beli beberapa hari yang lalu.


Namun saat ini nasib itu sudah sangat berbeda. dengan akhir dari diri nya yang melempar tubuh bersama kuda ke dasar jurang. Yang pasti nya dia ingin melindungi Neha beserta keluarga Neha. agar tidak memberi tahu di mana Neha berada.


Kisah Mbak Yani yang tragis menjadi cerita di tebing curam itu. dengan di saksi kan beberapa orang anak buah Exsel dan jurang yang menjadi saksi bisu kejadian tersebut...


Kini Neha yang terus mencari jalan keluar dari hutan lebat nan dingin itu. terus menerobos bersama kuda milik nya yang tak mengenal lelah.


Dengan emosi dsn kebencian kepada keluarga nya meluap-luap. Namun dia sama sekali tidak menyadari bhwa itu hanya trik sang ibu, agar Neha kuat menghadapi ancaman yqng mengancam diri nya itu.


"Aku tidak akan kembali pada kalian. aku akan menghidupi diri ku sendiri. selama ini aku sudah berusaha dan berjuang keras demi kalian. tapi hanya sebatas itu aku di hargai" gumam Neha dengan emosi saat berada di atas kuda besar dan tangkas milik nya itu.

__ADS_1


Mungkin sudah satu jam berlalu dia baru menyadari. jika dia berada di dalam hutan itu sendiri dan menoleh ke belakang untuk melihat ibu dan adik-adik nya yang tak berada di sana.


Neha merasa ketakutan sediri dan tanpa berpikir apa pun dia membalik kan arah kuda ke arah awal dia bertengkar bersama keluarga nya.


"Tidak.. akubtidak boleh sendiri. bisa-bisa aku mati sendiri di dalam hutan ini tanpa teman" ucap Neha bergegas ke tempat awal.


dengan langkah kuda yang cepat Neha menyusul dan terus mencari keberadaan ibu dsn kedua adik nya.


Saat ini bukan keluarga menjadi prioritas Neha. Namun diri nya sendiri yang berharap bisa selamat dari hutan lebat ini. lalu kembali kita untuk melanjut kan hidup lebih baik dan bersenang-senang dengan uang yang Selalu Nha bawa kemana-mana itu.


Neha tidak lagi memikir kan kehormatan dan bagai mana pandangan orang nanti nya jika dapat kembali ke kota. dia akan menjalan kan semau ini, dengan kehendak hati.


Yang pasti nya dia akan terus menyamar akan terlepas dari pengejaran Exsel dan anak buah nya.


Terus menelusuri namun tidak juga menemukan. ingin memanggil. Namun Neha takut akan terdengar oleh orang yang mengejar dia.


Neha mlihat jejak kuda di persimpangan di mana Neha dan keluarga nya bertengkar. Dan Neha yakin jika itu jejak kuda dari keluarga nya tadi.


Biar lah mereka bertengkar kembali yang penting Neha tidak sendiri menelusuri hutan lebat nan dingin itu.


Terus memacu kuda dengan langkah besar. kini barulah Neha bisa mengembangbkan senyum nya. Saat saudara dan ibu nya duduk di atas kuda yany tak bergeming dengan menikmati makanan di atas kuda mereka. dan menoleh ke sana ke mari untuk melihat musuh. siapa tau mendekat ke arah mereka.


Cukup kaget dengan kedatangan Neha dari arah belakang mereka. namun hanya sedetik berlalu. ibu Neha lqngsung merubah ekspresi menjadi kaku dsn dingin melihat Neha yang datang


"Ayo lanjut kqn perjalanan kita butuh kebebasan" ucap sang ibu yang menyindir Neha yang mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


"Tidak perlu berpikir berlebihan, aku hanya takut sendiri melewati hutan ini. aku hanya ingin ikut bersama kalian agar tidak sendiri di dalam hutan." ucap Neha yang membuat sang ibu yang sudah mendahului Neha menelan saliva nya kasar. Saat sang putri yang dia kasari tadi berucap seperti itu pada mereka.


Sang ibu tidak mengata kan apa pun. saat sudah menghabis kan makanan tadi. dia langsung pergi dari hadapan Neha.


__ADS_2