RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
NEHA TERTANGKAP


__ADS_3

Melanjut kan perjalanan menelusuri hutan dan suara yang tadi tetdengar sayup kini seperti mukai mendekat ke arah mereka.


Padahal Neha dan keluarga sudah mencari arah kain untuk menjauh. dengan mulai mengeluar kan senjata masing-masing seada nya. mereka bersiap menghadapi apa pun yang akan muncul di hadapan mereka Nanti.


Karena dengan mencari jalan lain pun suara itu tetap akan ada.


Sepertnya mereka di kepung oleh banyak orang dan benar-Benar seperti buruan yang terlepas, sehingga saat ini mungkin mereka benar-benar jngin membantai Neha dan keluarga.


"Dua adik Neha gementar menghadapi sesutu yang akan mereka hadapi itu.


Mungkin kah musuh besar yang mengepung mereka. atau bisa juga penduduk desa yang lain berada di hutan yang saat ini mereka pijak.


Namun rasa takut tetap saja bersemayang. Karena Mereka memang dalam pengejaran seperti buruan. yang di akan di kejar hingga dapat, sampai ke penembakan yang brutal terjadi. karena sebelum nya. merek menyaksi kan penembakan dari saudara mbak Yani yang tak bersalah. Hanya karena datang untuk menyampai kan informasih tersebut..


Masih berusaha mencari jalan lain untuk menghindari suara itu tetap saja suara itu mendekat ke arah mereka.


Tak jauh dari tempat mereka berpijak saat ini. terdengar suara gemuru air, seperti air terjun. tanpa berpikir apa pun lagi mereka mencari arah suara air itu lalu mendekat ke sana. semakin dekat dan dekat.


"Dorrrr....." Suara satu tembakan yang mengaget kan mereka. membuat kuda-kuda milik keluarga Neha melengking kaget dsn mulai mengangkat-ngangkat kaki dan menghentak kan tak karuan,


Dan hanya berjarak setengah menit saja. mereka sudah terkepung oleh Pria-pria besar tinggi dengan seragam yang sama-sama hitam mendekat ke arah keluarga Neha.

__ADS_1


Hal itu membuat Neha dan keluarga mundur ke arah air terjun yang sengaja mereka cari tadi. karena saat mereka sudah terkepung. pikiran mereka hanya ada satu. dari pada mati dalam keadaan terbunuh dengan sadis lebih baik membunuh diri sendiri dengan terjun ke air terjun yang tinggi dan deras itu.


Mungkin air itu juga berasal dari air terjun yang menghanyut kan mbak Yani yang lebih dulu hampir tertangkap namun lebih memilih membuang diri nya ke air terjun deras tersebut.


"Menyerah lah, kaliannsudsh kami kepung. tidak ada lagi cara lain yang harus kalian hadapi kecualai menyerah kanndiri pada kami. dan kami akan memperlaku kan kalian dengan baik dan lembut." ucap slaah satu anak buah Exsel yang membujuk Neha untuk menyerah.


Namun bujukan itu terdengar seperti membujuk anak kecil yang menagis dengan di beri kan permen.


"Ha..hahaaa...haa..haa" tawa Neha membuat anak buah Exsel mengerut kan kening mereka.


"Kami memang bodoh, tapi tidak untuk di bodoh-bodohi. menyerah kata kalian... kalian akan memperlakukan kami dengan baik dan lembut. Mungkin saat tubuh ini sudah hancur kalian akan perlakukan dengan lembut. karena harus memungut dengan utuh....Cihhhh...!!! Sampai mati pun tidak akan ada yang Nama nya menyerah kan diri" ucap Neha Turun dari kuda milik nya yang terus bergerak kasar itu. dan Neha meludah di depan anak buah Exsel.


Namun kejadian yang sebelum nya. yang ingin menangkap mbak Yani namun lebih memilih terjun bersama sang kuda. membuat mereka cukup berhati-hati dengan Neha. Karena seperti nya akan melakukan hal yang sama.


Jika itu terjadi. bukan cuma mereka yang akan mati namun keluarga mereka pun ikut dalam pertukaran nyawa dari gadis yang mereka kepung saat ini.


"Turun lah buk.. dek" ucap Neha merintah keluarga nya turun dari kuda milik mereka. karena cukup takut dengan sikap kuda yang tidak bisa di tebak. Karena bisa saja kuda-kuda yang mereka naiki berlari asal Sehingga mereka bisa tertangkap oleh orang yang mengngin kan mereka tersebut.


"Tolong jangam lakukan hal yang akan membahaya kan kalian, kami janji akan memperlakukan kalian dengan sangat baik. Kami mohon" ucap salah satu anak buah Exsel yang terlihat memohon dan mengibah pada Neha.


" Ma'af nyawa keluarga ku pun tidak sebanding dengan ibahan kalian yang tidak ingin keluarga kalian di hancur kan oleh Iblis pembunuh berdarah dingin itu kan" ucap Neha yang mengetahui tentang Exsel yang begitu sadis terhadap anak buah nya sendiri jika tidak bisa menuruti keinginan nya..

__ADS_1


"Berati kami memang harus menangkap mu secara paksa" ucap yang lain nya yang mendekat ke arah Neha, Dan spontan Neha dan keluarga mundur ke pinggiran air terjun yang tinggi dan deras itu.


"Apa semudah itu mendapat kan dan memaksa kami untuk menyerah.... Haaahh... bermimpi saja kalian...!!!!. dari pada pulang dengan tangan kosong dan menjadi tumbal dari tuan arogan kalian itu. mendingan akan terjun bersama kami agar terhindar dari amukan Tuan Exsel kalian yang tak punya hati itu" ucap Neha meremeh kan mereka yang mengepung Keluarga Neha dan dia.


Mereka semakin takut akan ucapan Neha yang benar asmda nya itu. dan mereka tidak yakin bisa menagkap Neha yang terlihat sangat yakin tetjun bebas ke dasar air terjun tersebut dengan saling menggenggam tangan siap saat ini.


"Buk.. Dek... kita tidak punya pilihan lain,ma'af kan kakak dan anak mu ini buk. membawa kalian dalam masalah besar" ucap Neha menatap keluarga nya dengan yakin... dan memberi kan sebuah tas yang dia selalu gendong kemana-mana itu kepada adik bungsu nya. dan memakai nya kuat pada ounggung sang adik.


Namun Neha begitu ceroboh atas apa yang dia lakukan. sehingga sebuah jaring mentup tubuh Neha dan keluarga.


"Arrrggghhh" Neha berteriak kaget saat tubuh nya terkurung oleh jaring tersebut. dengan gerakan brutal Neha sekuat Tenaga berusaha tetlepas. Namun na'as nya yang ibu yang berpegangan tangan dengan kedua adik Neha tergelincir pasti ke dasar ait terjun tersebut dan Neha yang tersangkut kuat pada jaring itu. Namun tidak dengan keluarga nya.


"Tidak.. tidak boleh terjadi" gumam Neha saat di dalam jaring dengan mengabil belatih kecil untuk membuka jaring tersebut.


Tidak ada waktu untuk memikirbkan keluarga Neha yang sudah terjatuh. Neha tetap berusaha terlepas. namun jaring yang kuat itu sudah membungkus Neha dengan sempurnah.


"Ma'af.. Kami harus menyelamat kan keluarga kami" ucap Mereka yang tak mengnyakiti Neha sedikit pun, hanya membawa Neha sekaligus dengan jaring kuat yang mengukung Neha.


Semakin Neha bergerak. Rasa nya jaring itu semakin erat mengukung tubuh kecil Neha. Mau tidak mau, Neha pasrah akan hal yang terjadi. akibat dari kecerobohan diri nya sendiri.


"Buk.. adek.. semoga kalian selamat. dan bisa mema'af kan Neha yang sudah membuat kalian menderita ini." ucap Neha terdiam di dalam jaring yang anak buah Exsel pikul seperti mendapat kan buruan tersebut

__ADS_1


__ADS_2