
Neha yang melamun memikir kan sesuatu yang ntah kapan akan terbongkar.
Exsel seketika keluar dari kamar mandi dengan kondisi sudah segar, wlau masih terasa cukup lelah.
Hal itu juga terlihat dari raut muka exsel.
Exsel yang baru keluar darii kamar mandi menatap langsung arah ranjang di mana Neha saat ini masih menoleh ke arah kamar mandi namun Dia tidak sadar jika Exsel sudah keluar dan menatap ke arah nya.
"Sudah bangun??"kejut Exsel. membuat Neha kaget dan melihat ke arah exsel yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk pendek milik nya.
"Ahhh. ah i..iyaa" jawab Neha gagap dan merubah raut wajah nya seperti orang kelelahan. dan berusaha semampu mungkin untuk berdiri.
"Jangan di paksa kan jika masih lelah, tiduran saja" ucap exsel mencegah Neha untuk bangun, Karena menurut nya Neha lebih lelah dari pada dia.
"Emmm...?!!. tidak apa, aku merasa badan ku lengket semua aku ingin membersih kan nya ucap Neha menatap exsel dengan mata sayu seakan dia sangat kelelahan.
"Tunggu... jangan bagun dari tempat tidur mu, Biar aku yang bantu nanti, aku harus ganti baju dulu."ucap Exsel menuju ruang ganti milik nya yang nampak dari ranjang di mana Neha saat ini berbaring seperti orang yang sangat tidak berdaya lagi.
Exsel mele pas handuk kecil itu dengan gamp ang nya lalu melempar ke tempat pakan kotor yang terletak di sudut ruangan itu.
Lalu mengganti pakian santai di depan mata Neha tanpa rasa ma lu.
Neha menelan saliva nya, saat melihat postur tubhuh exsel yang sempu rnah sambil memba yang kan bagai mana rasa nya berada di ba wah tubhuh kekar itu.
__ADS_1
"Kira-kira sudah berapa ratus wanita di luar sana yang sudah exsel takluk kan dengan tampang, tubhuh dan harta nya itu, Ahhh... untuk apa aku memikir kan itu. ya sudah pasti banyak lah, dan wanita mana yang tidak trtarik dengan ciptaann tuhan yang satu ini dengan saat sempurnah tanpa cacat."
"Gadis yang yang berusaha menjaga jarak dengan pria mana pun, masih bisa di tarik oleh gaya tarik pria ini" gumam Neha menatap lekat tubuh exsel, dan sampai exsel selesai pun Neha masih menatap lekat kearah exsel yang mendekat ke arah nya...
Dannnn...
"Ahhhhkkk" kaget Neha saat dia merasa tubuh nya seakann terbang, karena dia tidak sadar jika exsel mengendong tubuh telan jang nya menuju kamar mandi, guna menghilang kan bau-bau yang bercampur itu dan di bersih kan sekinclong mungkin(Di kira piring kalivdi bersih kan sekinclong-kinclong nya.
"Kenapa kamu berteriak seperti aku memaksa mu, bukan nya tadi kamu mau mandi dan tidak sanggup berdiri dan pergi sendiri." ucap exsel berlalu ke kamar mandi sambil menggendong Neha dengan gampang nya.
"Tenang saja aku tau kanu masih lelah, aku juga masih cukup lelah, aku tidak akan melskukan nya lagi nanti" ucap exsel memasuk kan Neha ke baktup lalu mengisi air hangat dengan wewangian dan aroma segar untuk di hirup, bisa merubah mood lebih baik lagi.
"Iya... trimakasih" ucap Neha dengan malu-malu sambil menutup beberapa area milik nya.
"Iyaa ..dan tidak usah kamu tutup-tutupi itu aku sudah melihat semua nya, bahkan merasa kan rasanya juga" ucap exsel menatap tubhuh sint al dalam keadaan telan jang milik Neha itu.
Namun tidak dengan Neha yang merasa diri nya telah membongi Exsel dan memanfaat kan waktu yang sudah di beri kan oleh Exsel.
"Heiiii!???? kau kembali melamunnn??? apa yang kau pikir kan, apa masih keadaan ibu mu"tanya exsel yang melihat Neha hanya dian dan tak merespon ucapan nya itu.
Dengan segenap kepura-puraan Neha, dia langsung menoleh ke arah exsel dan mulai menitih kan air mata keledai nya.
"Emmm... ma'af exsel. Saat-saat waktu yang membuat mu bahagia, aku malah menghancur kan dengan memikir kan ibu ku.
__ADS_1
aku sedang tidak baik-baik saja, aku kangwn ibu ku saat ini" ucap Neha dengan tubuh yang masih berendam di dalam bak tersebut.
Sebenar nya Neha tidak terlalu memikir kan ibu nya, taoi berhubung Exsel mengingat itu, jadi dia mencari alasan dan juga berharap bisa bertemu sang ibu di rumah sakit.
"Bangun lah selesai kan ritual mandi mu, sebelum kamu kedinginan" ucap Exsel meletak kan handuk di tempat biasa laku keluar dari kamar mandi itu. meninggal kan Neha sendiri dengan muka datar tanpa exspresi.
Neha cemberut lalu mengerut kan sedikit kening nya sambil menatap arah exsel yang pergi meninggal kan dia di dalam kamar mandi itu.
"Apa yang terjadi pada nya, apa kau salah sebut. kenapa dia malah berlalu pergi tanpa kata, apa dia jadi membenci ku, karena alasan itu" gumam Neha sambil melanjut kan ritual mandi dengan cukup cepat.
bebrapa menit, kini Neha keluar dari kamar mandi dengan handuk nya. exsel yang duduk di ranjang sambil menatap Hp milik nya menoleh pada Neha. saat mendengar Neha keluar dari kamar Mandi.
"itu baju mu bersiap lah aku tunggu di bawah" ucap Exsel tanpa alasan yang jelas, kenapa Malam-mqlam begini Exsel ingin menunggu nya di bawah, bukan nya pulang ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Saat exsel keluar dari kamar tersebut. Neha masih mematung menatap punggung kekar yang tertutup rapi oleh baju yang exsel pakai.
"hemmm..?!!,Sudah lah, aku siap-siap saja apa pun yang terjadi aku hadapi saja." Neha mengganti baju dengam cepat tanpa make up lalu bergegas turun ke bawah.
Neha melihat exsel malah duduk di ruang makan, dengan makannan yang terhidang di meja makan tersebut cukup banyak..
"Apa maksud nya, apa dia mengajak ku makan kembali. tapi maknaan yang banyak tadi pun maaih cukup membuat perut ku kenyang" gumam hati Neha mendekat ke arah Exsel yqng duduk di tempat tersebut.
"Exsel kenapa harus di meja makan" pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Neha.
__ADS_1
"Duduk lah kita mengisi tenaga dulu, bukan kah yang tadi sudsh terkuras dengan aktifitas lelah kita tadi, agar ada tenaga untuk bertemu ibu mu malam ini" ucap Exsel menatap Neha yang nasih betah berdiri di dekat meja itu
"Kenapa masih melamun, buruan Neha, makan dulu. sopir sudah menunggu di luar.jangan biar kan orang menunggu mu terlalu lama. atau kita tidak jadi pergi" ucap exsel mulai kesal dengan Neha yang dari tadi melamun terus seperti orang bodoh.