
Glubuk...glubuk...glubukkk... seseorang wanita yang cukup berumur. berusaha mengangkat kepala nya untuk keluar dari dalam air yang dalam dan deras itu lalu dengan sisa tenaga menepih.
Namun karena memang sudah lelah terombang-ambing dsn terbawa air yang deras dan terjun dari ketinggian yang sangat cukup tinggi membuat sang wanita cukup berumur itu kelelahan.
Mungkin tuhan belum menimpah kan Nasib baik kepada wanita tersebut..
Memasrah kan diri dengan tubuh lemah terbawa kembali oleh deras nya air tersebut. dan akan melewati kembali tinggi nya air terjun berikut nya.
"Happpp.. Satu tangan sang Wanita di sambut Oleh sebuah tangan yang berasal dari bawah air dan barulah nampak seseorang tersebut.
Ternyata orang baik akan di beri kan pertolongan tak terduga walau diri sudah memasrah kan semua nya.
"Seseorang tersebut adalah Sang adik Bungsu Neha, yang juga ikut selamat dari deras nya air terjun yang membawa keluarga Neha, terjun bebas dari atas tebing saat Neha terjerat jaring oleh kejaran-kejaran orang-orang yang memang mengincar Neha dari hari-hari sebelum nya.
Menarik dengan sekuat tenaga sang ibu sang sudah kelelahan itu menuju tepi dengan air yang masih sangat deras. Namun sang adik bungsu Neha cukup beruntung karena dia mendapat pertolongan dari akar hutan liar yang kuat. yang menjalar masuk ke dalam air tersebut.
Luka memang, tangan yang sangat dingin berendam dan terombang ambing dalam air dingin dan deras di hutan belantara dan jarang terkena matahari tersebut
"Sakit nya luka yang terdapat di tangan, kaki dan seluruh tubuh mereka tidak terasa lagi, Karena tekad besar menyelamat kan Diri dan juga sang ibu yang kelelahan namun masih cukup sadar.
Menarik dan menarik terus yang ibu hingga tepi. baru lah dia merwbah kan sang ibu sedikit naik de atas tanah basah. ntah apa saja yang terdapat di tanah tetsebut.
Hanya selamat saja yang membuat mereka bahagia saat ini. sang adik bungsu Neha pun ikut merebah kan tubuh nya kelelahan di samping sang ibu.
Cukup kama merebah kan diri. kini tenaga itu sudah cukup terkumpul dan Dia mulai menoleh kepada sang ibu yang terlihat menutup mata. Namun saat dia memeriksa nafas sang ibu. Ibu nya masih bernafas dengan tenang.
Mungkin karena kelelahan sang ibu sampai tertidur walau di bawah hutan yang basah dan sangat kotor itu...
__ADS_1
Dia masih menyempat kan tersenyum sejenak. sebelum dia menyadari sesuatu yang kurang pada anggota keluarga nya.
Bukan Neha yang dia cari.taoi sang kakak laki-laki nya yang ikut terjatuh bersama mereka. saat penagkapan sang kakkak di tebing tadi.
Adik bungsu Neha bangkit dari tepi air yang terlihat masih deras itu. dengan mata liar dan melihat ke sana kemari dan hamoir setengah jam dia terus memantau setiap air yang mengalir dan tepian sungai dengan air yang deras tersebut.
Namun Nihil. tak terlihat sedikit pun atau tanda-tanda sesuatu yang dia cari.
"Astaga.. astaga... kemana kakak. bukan nya bersmaa kami tadi. kenapa dia tak terlihat sama sekali" ucap nya dengan suara parau dan isak tangis mulai terdengar.
"Buk .bukk..ibukk...!!! Bangunn lah" ucap nya membangun kan sang ibu yang terlihat ketiduran karena kelelahan.
Merasa kan tubuh nya di bangun kan seseorang. Ibu Neha membuka mata pelan, melihat outri bungsu nya dengan air mata menatap ke arah dia.
"Nakkk... tenang lah kita sudah selamat biar kan ibu melanjut kan istirahat sejenak" jawab sang ibu yang tak mengetahui alasan sang anak membangun kan dia.
"A..a..pa.. ti..ti.dak ada..!!??" tanya sang ibu dengan suara tangis yang mulai memecah kan keheningan hutan...
Dan sang ibu pun ikut melihat ke sana kemari deras nya air yang luas yang mengalir di depan mata mereka.
Untuk menyelam atau mencari ke tepi seberang pun tidak mungkin. Karena untuk menyelamat kan diri mereka pun sangat susah. apa lagi harus kembali ke arus yang dalam dan deras tersebut.
Berati mereka hanya menyerah kan diri langsung untuk menuju kamtian..dan mereka pun belum Tentu menemu kan sang kakak.
"Kita tidak mungkin mencari kakak mu nak. jika sudah takdir. sudsh lah kita iklas kan saja. mau minta tolong pun, siapa yang mau menolong kita di dalam hutan ini. hanya pasrah yang kita bisa lakukan, saat kondisi mustahil untuk kita lakukan." ucap sang ibu pasrah dengan keadaan sang kakak yang tak terlihat di mana pun itu.
Adik bungsu Neha pun hanya bisa menerimah kenyataan pahit yang menimpa keluarga nya bertubi-tubi. dengan ketiga kakak nya yang tak lagi berada di samping dia dan ibu nya saat ini....
__ADS_1
Saat sang ibu dsn adik bungsu Neha pasrah, Mereka langsung berniat untuk melanjut kan perjalanan dan dan mendaki kembali dari tempat mereka saat ini.
Huiiii" ucap suara mengaget kan sang adik Nha dan ibu Neha. membuat mereka berteriak kencang dan mengibas-ngibas kan kayu sebagai tongkat mereka untuk mendaki itu.
"Ehh..ehh..ehhh... Henti kan ini aku kakak mu" ucap pria itu menghindari pukulan sang ibu dan adik nya yang hampir mendarat di kepala nya itu.
Mendengar ucapan itu. mereka baru lah berhenti dan menatap prai tersebut.
Cukup lama... Namunnn.
"Akkkkhhhhhh........" teriak nyaring sang adik bungsu yang kembali ingin memukul sang kakak namun di tahan oleh nya.
"Henti kan... Aku benaran kakak mu.. aku selamat lebih dulu dari kalian. jadi aku menelusuri aliran sungai lewat hutan ini untuk mencari kalian. dan nyata nya kebaikan berpihak pada kita. walau pun kak Neha tertangkap" ucap Adik pria Neha dengan jujur.
" Sang adik bungsu mendekat ke arah kakak nya lalu mencubit keras perut kakak nya itu.
"Awwwww... Sakit bod*h. apa yang kamu lakukan" ucap sang kakak menepis tangan adik nya yang mendarat dengan lancang nya ke perut gemuk milik nya.
Sang ibu tersenyum melihat itu. karena anak nya selamat dari deras nya air sungai tersebut.
"Aku hanya memasti kan kak. siapa tau aku bwrhalusinasi dan mulai gila begitu" jawab sang adik bungsu dan langsung tersenyum dan juga menangis di hadapan sang kakak..
"Aku kira kakak...!!! Ahhhkkkk" dia tidak menyelesai kan ucapan nya dan langsung menagis keras. sang kaakak pun memeluk nya dan memegang tangan sang adik...
"Aduh..aduhh..aduhh.. Sakitt" rengek nya memperlihat kan tangan nya yang terluka cukup parah. tadi yang tak terasa dan merasa diri nya kuat untuk sang ibu.
Kini menjadi cengeng dan dan manja saat melihat kakak nya sudsh berada di depan mata nya.
__ADS_1