
Kini keluarga Neha sudah kembali ke tempat yang dulu mereka tempati, dan kembali menyesuai kan diri dengan lingkungan itu, walau pun lingkungan tersebut sudah mereka kenali sejak dulu dan memang di sana mereka terlahir...
Satu minggu pulang ke tempat asal, dan nasib baik mungkin masih berpihak pada mereka, dengan lingkungan yang masih nampak sama dan juga tetangga masih tetap menyapa dengan ramah seperti biasa nya.
Mungkin kah orang yang dulu mengejar mereka, tidk sampai mencari hingga lingkungan mereka saat ini, atau mungkin orang-orang itu tidak .mengetahui jika tempat yang sekarang tempat tinggal Neha yang sesungguh nya.
Saat ini cukup aman memang,Namun ktakutan yang dulu tetap saja bersarang di hati mereka.
Mencoba kembali membuka diri dan menyesuai kan diri dengan lingkungan lama mereka tanpa terlihat nya ketakutan yang menyelimuti hati mereka.
"Exsel tolong pelan sedikit aku masih per awan" ucapan itu, suara yang baru saja Neha keluar kan dari bibir bergetar penuh dengan ketakutan itu..
.Terngiang-ngiang di pendengaran Exsel. Walau pun saat ini Exsel masib berada di atas tubhuh Neha yang sudah bug il itu.
Terdiam terperangah dan tak bergerak menatap Neha dengan wajah tanpa Exspresi. membuat Neha semakin menampak kan rasa takut yang medalam di hati nya saat ini...
Ntah bisikan dari mana, membuat Exsel yang sudah di punvak gaii rah dan keinginan yang sudah menggebu-gebu.
Bangkit dari atas tubhuh Neha dan mencari lalu menarik cellan na yang tadi terlempar itu untuk ia kena kan kembali.
lalu mengambil sebuah selimut tebal dan menutup Tubuh Neha dengan selimut tebal tersebut..
Sesaat tanpa suara dan menatap Lekat wajah Neha yang menatap nya dengan wajah memucat dan ketakutan itu. Lalu Exsel keluar dari kamar itu dengan membanting pintu cukup keras
"Drakkkkkk....." suara pintu yang di banting itu.
__ADS_1
Sehingga suara pintu tersebut mengaget kan Neha dan juga beberapa penjaga dan pelayan yang melewati kamar Milik Exsel tersebut.
..Dengan muka kaku dan tak memakai baju hanya bertelanjang Dada.Exsel turun dari lantai dua menuju lantai dasar rumah mewah milik nya, dan mendekat ke arah telpon rumah.
Datang kan satu dokter wanita rumah ku sekarang, yang pasti nya di bidang******. Jangan sampai meleset jika tidak kalian yang akan menerimah akibat nya" ucap Exsel di telpon, penjaga dan pelayan di sekitar itu tidak terlalu mengerti apa yang di maksud oleh tuan mereka.
Mereka pun tidak akan pernah ikut campur kecuali sang tuan sendiri yang menugas kan mereka untuk melakukan hal-hal tersebut.
Dengan gusar, Exsel menyibak rambut nya kebelakang. lalu mengusap wajah tampan yang tidak terlihat basah namun yang pasti nya masih terlihat sangat tampan itu.
Exsel duduk di ruang tamu dengan mengangkat kedua kaki nya ke atas meja kaca itu dan menyender kan tubuh ke sofa besar nan empuk tersebut...
Sedikit melamun dan menatap kosong, seperti terlihat sangat khawatir dan juga beban besar di kepala nya.
menunggu dan menunggu, Akhir nya suara bel berdering di rumah mewah milik Exsel dsn dengan cepat pintu rumah mewah tersebut terbuka.
"Tuan" ucap nya, lalu langsung mendapat kan peringah dari Exsel, dan Exsel pun tak berniat menatap sedkit pun wanita cantik tersebut.
Lakukan seperti yang saya kata kan. kerja kan dengan serius dan pasti. ingat dengan teliti" ucap Exsel. berdiri dari sofa itu dan di ikuti oleh dokter wanita tersebut...
"Tak..tak .tak .tak .tak..takk..." suara sepatu menuju kamar di mana Neha yang masih menangis kecil dan tertutup selimut tebal milik Exsel.
"Krietttt..." pintu terbuka dengan dua orang masuk ke kamar itu dan itu di lihat oleh Neha...
"Langsung saja" ucap Exsel yang sudah mendahului sang dokter cantik tersebut. dan mendekat ke arah Neha...
__ADS_1
Neha terdiam dari tangis nya, dsn merasa bingung dengan kedatangan seorang dokter wanita tersebut.
" Aku ingin dia memeriksa diri kamu dan ingin membenar kan ucapan mu tadi, Jika benar-benar hal itu masih, kau akan melihat sesuatu yang menyenang kan ke depan nya. tapi jika kau berbohong sedikit pun pada ku. Akan ku siksa kamu dan keluarga mu seumur hidup mu. hingga tubuh mu ini akan lelah sampai kan akan merasa sangat ingin mati detik itu juga.." ucap Exsel dengan ucapan nya dsn menatap Neha lekat.
saya tunggu kalian di luar dan aku ingin mendengar kabar itu secepat mungkin"ucap Exsel kepada dokter wanita dan Neha...
Exsel mengambil sebuah baju dan menutup tubuh kekar nya dan juga untuk menjaga pandangan liar setiap yang menatap nya secara diam-diam termasuk dokter wanita itu.
Exsel keluar dari sana dan menunggu di luar, agar sang dikter bisa leluasa dan konsentrasi dakm melakukan hal itu dengan teliti, yang pasti nya membuah kan hasil terbaik dan terjujur kepada taun Exsel sang pria tampan pembunuh berdarah dingin tersebut.
Dengan kembali duduk di sofa dan mengotak-atik hp milik nya, dalam diam Exsel tersenyum samar dan beberapa kali mengangkat alis tebal milik nya.
kadsng merubah posisi duduk dengan berbaring, kadsng juga duduk di bawah dengan bersender ke sofa dan menghidup siaran Tv. dan kadsng dia matikan kembali Tv tersebut dan memutar-mutar Kecil hp mewah yang ada di tangan besar milik nya...
Hampir setengah jam berlalu, Namun Exsel merasa sush cukup lama dia menunggu. Tapi ntah Kenapa Exsel tidak terlihat gusar seperti orang marah, Namun dia Gelisa dengan senyum samar, seperti menunggu hal yang sangat membahagia kan bagi hidup nya.
"Tak...tak..Takk..." Suara sepatu seoarang dokter wanita terdengar menuruni tangga mewah rumah Exsel lalu mendekat ke arah Exsel tersebut.....
"Tuan, Ini hasil nya" ucap Dokter itu sambil memberi kan sebuah kertas dan langsung di sambar oleh Exsel dengan kilat.
"Tunggu di twmpat mu, aku ingin memriksa nya terlebih dahulu" ucap Exsel tak menatap sang dokter cantik itu dan membuka cepat kertas tersebut...
Membaca seluruh isi dan hasil test dari hal tersebut, Lalu terlihatbdi wajah tampan Exsel dia tersentum kecil, namun tak terlepas dari pandangan sang dokter wanita itu.
melihat senyuman dari seorang Exsel membuat sang dokter wanita yang duduk sedikit jauh namun berbeda tempat dari Exsel membuat dia Menelan saliva kasar, seakan dia melihat sikap Nakckal Exsel bergilya di tubhuh nya dan dia yang masih menatap Lekat Exsel merasa basah di bagian tersebut....
__ADS_1
"Hemz" deheman Exsel membuyar kan lamunan sang dokter namun masih tetap terasa basah di sana.
"Iya tu..tuan" jawab sang dokter gugup da-n memaling kan pandangan nya ke bawah, Takut Exsel sudah melihat apa yang dia lakukan tadi. yang dengan berani menatap Lekat seorang Exsel. yang kapan saja bisa menarik nyawa dia dan keluarga nya saat itu juga.