
"Iya Tuan" ucap sang dokter cukup kaget dan menunduk kan kepala nya cukup takut dengan apa yang dia laukukan barusan itu.
"Ini trimah lah...!!!. Ucap Exsel menyodor kan sebuah kartu hitam kepada sang dokter. Dan exsel tak beranjak dari tempat nya hanya menyodor kan kartu tersebut.
Sang dokter mendekat, dan langsung menerimah kartu berwarnah hitam itu.
gementar dan tatapan penuh harap, menarik pelan kartu tersebut dari tangan Exsel.
Seprti mimpi, saat kartu itu sudah berada di tangan nya.
"Pin nya sudah ada di sana, itu hadiah untuk mu dan keluarga, kamu boleh pulang" ucap Exsel menatap kaku sang dokter.
Dokter wanita yang sudah menerima itu pun, langsung pulang dan berterimakasih kepada Exsel.
Sangat senang pastinya. siapa yang tidak tau kartu hitam itu, kartu yang tidak ada batasan limit dan juga bisa membuat mereka tidak perlu bekerja hingga keturunan mereka.
Seperti mimpi namun kenyataan memang di depan mata ada nya.
"Trimakasih tuhan kau memang sangat baik pada ku, walau dengan rasa sedikit takut, namun kejujuran akan membawa hasil yang maksimal bahagia" ucap sang dokter wanita itu keluar dari rumah mewah milik Exsel.
Exsel yang terus tersenyum-senyum melihat kertas itu lalu kembali ke kamar untuk melihat kondisi Neha.
"Kriiieettt" pintu terbuka namun Neha tanpa tertidur pulas di ranjang luas tersebut.
Exsel mendekat manatap wajah cantik itu mengelus dan menyibak rambut yang menutupi wajah mulus nan cantik alami milik Neha.
__ADS_1
Akan ku berikan kamu waktu istirahat yang cukup, dan juga jam makan yang teratur, agar kamuselalu sehat di rumah milik ku ini" ucap Exsel yang ikt masuk ke dalam selimut tebal tersebut memeluk Neha, namun gak berniat untuk membangun kan atau mengganggu Neha agar melay yani dia saat ini.
Namun itu lah yang Exsel maksud, Jika Neha benar-benar dengan ucapan nya tadi, dia akan membuat Neha lebih bahagia ke depan nya.
Sudah terlihat bukan, Exsel memperlakukan Neha dengan lembut dan tak berniat membangun kan Neha yang terlelap itu..
"Itu kah alasan kau melakukan hal itu pada ku saat itu, apa agar kau masih bisa menjaga nya" ucap Exsel tersenyum dan berbicara dalam hati nya laku ikut tidur di dalam selimut tanoa ada niat membangun kan Neha.
Cukup Lama mereka terlelap, namun Exsel yang peka bangun lebih dulu tanpa membangun kan Neha.
satu jam baru lah Neha terlihat membuka mata dengan cukup bengkak, karena efek dari menagis sebelum dia tertidur tadi.
"Ehhzzz..." Neha mengeliat nikmat, dengan merenggang kan tangan nya dan membuka sedikit selimut yang menutupi tubuh tanpa bus sana itu
Neha melihat Ada makanan yang di sediah kan di meja yang berdekatan dengan ranjang di mana dia berbaring saat ini.
Satu yang Neha tidak sadari saat ini. Exsel yang duduk di kursi di samping ranjang nya menatap sikap amburadul Neha dsn cukup mengaget kan, membuat Neha tersedak
"Begitu lapar kah??"ucap suara dari belakang Neha yang membuat dia kaget bukan kepalang, makanan yang masuk cukup banyak ke mulut nya itu berhamburan keluar dari mulut Neha tanpa permisi dan tak terlihat anggun sama sekali, .seperti orang gila yang ingin muntah.
"Uhukk..uhukk..uhukkk" cukup pedas dsn mencekik, membuat Exspresi seorang Neha yang cantik menjadi orang yang sangat tidak di kenali Exsel.
Walau pun terlihat menjijik kan, Namun Exsel kasihan dengan Neha yang seperti akan mati saat itu juga, gara-gara suara nya yang mengaget kan Neha.
Exsel mendekat dengan cepat, menyambar satu gelas minuman lalu memberi kan kepada Neha dan menepuk-nepuk punggung telan jang Neha yang mulus itu.
__ADS_1
Minum dengan pelan" ucap Exsel lalu mengambil bebrapa lembar tisu untuk di beri kan kepada Neha, agar Neha membersih kan mulut nya dari berantakan nya makanan yang keluar itu.
"Ini..!!" ucap Exsel menyodor kan dan langsung di terimah oleh Neha, Dan Neha langsung
"Brusss..bruss..brusss" Dengan kejorokan yang hakiki, Neha membuang ingus nya di tisu yang di beri kan ileh Exsel dan membuat Exsel langsung keluar dari kamar itu.
."Lakukan segerah ke kamar mandi" ucap Exsel saat menutup Pintu.
Tanpa sadar, Neha sudah membuat Exsel jijik bukan kepalang pada nya. Namun membuat Neha cukup tahu jika hal itu yang membuat Exsel tak mendekati diri nya.
Neha pun tanpa aba-aba langsung menujuh kamar mandi untuk membersih kan nasi yang mengotori tubuh dan juga sebagian dari nasi itu masuk ke dalam hidung nya. itu lah yang membuat Neha membuang ingus di tisu yang di beri kan Exsel pada nya.
Neha yang masuk ke kamar mandi, langsung membersih kan seluruh tubuh nya agar lebih segar, dan nanti akan kembali menikmati makanan yang masih tersediah di meja tadi..
Neha kini sudsh keluar dengan segar dari kamar mandi tersebut, cukup lama di dalam kamar mandi, saat keluar Neha melihat kamar itu sudsh di bersi kan di rapi kan, selimut yang tadi tergeletak di lantai sudah di ganti kan dengan yang baru, dan begitu juga dengan makana yang berada di atas meja, sudah di tukar dengan menu lain dan lebih banyak dan masih hangat.
Ada juga baju bersih di atas Ranjang itu, yang pasti nya baju itu memang di sediah kan Untuk Neha yang tak punya baju akibat dari ganas nya Exsel saat membuka dan merobek baju di tub huh nya tadi...
Memang benar ada nya, Exsel tidak pernah main-main dengan ucapan nya,baru saja beberapa jam yang laku dia mengatakan ucapan penuh kepastian, sekarang pun Neha sudah di perlakukan dengan sangat baik, dan Neha tidak di tekan atau di paksa seperti sebelum-sebelum nya.
Pria sejati memang, Namun punya tabiat yang sangat kejam jika orang-orang menghianati dan mengecewa kan dia tanpa alasan yang jelas...
Neha langsung menghampiri ranjang itu untuk mengabil baju yang sudah di siap kan dan langsung memakai nya.
Baju gaun selutut dengan lengan panjang dan bahan yang tebal, sehingga menutupi tubuh Neha dengan sempurnah.
__ADS_1
Neha tersenyum dengan itu.
"Krucuk..krucuk..krucukk..." perut Neha yang tanpa aba-aba memuncul suara nya, pertanda dia ingin melanjut kan makanan yang tadi sudah di siap kan di atas meja dan masih hangat itu