
Saat ini Exsel benar-benar dalam amarah yang memuncak.Tembakan dan serangan terdapat di mana-mana. ternyata musuh Exsel yang satu ini bukan orang sembarangan.
Bukan orang yang bisa Exsel takluk kan dengan tangan kosong seperti biasa nya.
Bisa di bilang dia adalah seorang bos mafia dan berdarah dingin di kota tersebut. yang Selama ini memang ingin mencari masalah kepada Exsel dengan sengaja.
Karena pria tersebut baru tau jika Exsel juga seorang oembunuh berdarah dingin, Namun masih tetap punya hati dan alasan sebelum membunuh dan menghabisi seseorang beserta keluarga nya.
Dan pria itu benar-benar ingin menakluk kan dan membuat Exsel bertekuk lutut pada nya.
Dan ingin melihat kesombongan yang selama ini Exsel perlihat kan. menjadi tunduk dan mengemis kepada pria itu.
Pria tersebut yakin Jika Exsel punya kelemahan yang bisa membuat dia nanti nya bisa merangkak meminta untuk tidak melakukan apa pun terhadap kelemahan itu, jika bisa pria itu ketahui.
"Brengsek...!!!... Dorr..dor..dor..dor..dor....."Tembakan yang terus-menerus berterbangan di antara peperangan yang sengit itu.
Banyak di antara anak buah Exsel yang telah terkapar terkena tembakan dari parah musuh Exsel.
Exsel yang tak terlalu punya persiapan, Karena merasa dang lawan tidak begitu kuat.
Saat pertama mereka bertemu, sang musuh berlagak seperti seorang pembisnis yang sedang melakukan transaksi kepada Exsel.
Namun pria tersebut, seperti senjaga melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat Exsel Naik pitan.
Exsel yang merass di permain kan, langsung bertindak untuk segerah melaukan penyergapan dan ingin memberi kan oeljaran kepada sang pembisnis yang melakukan kesalahan itu.
Namun ternyata. itu hanya akal-akakan dari pria pembisnis itu, untuk menguji Exsel dsn melihat seberapa kuat kekuatan yang di miliki Oleh Exsel yang terkenal dengan kebengisan di kota tempat Exsel berada.
Seorang Mafia besar di kota lain, mendengar semua itu dan mulai melakukan pengetesan kepada Exsel yang di anggap pembunuh berdarah dingin tersebut.
"Haaaaa..haaa..haaa..haaa..haaa" Tawa meremeh kan dari sang lawan melihat anak buah Exsel sudsh banyak yang terkapar dan mati di tempat yang sudah pria itu siap kan Nemunggu Exsel tiba dan menyerangnya itu.
__ADS_1
Exsel yang terlihat Emosi tersebut langsung datng ke tempat di mana pria tersebut berada. terlihat sendiri Namun dia sudah punya persiapan dsn beberapa perangkap untuk menjebak Exsel jika datang.
Ternyata benar.Umpan yang pria itu pasang, sudah mulai mendekati kail nya, dan Exsel yang begitu terlihat Emosi, benar-benar datang dengan anak buah nya dengan penuh kemarahan.
Pria itu seolah-olah sengaja terus mengukur-ngukur waktu dan terus memancing Emosi Exsel.
Sehingga satu tembakan mulai membidik ke arah Lawan.
Namun yang Exsel tidak ketahui, jika musuh sudsh bersiap dan juga punya ada buah yang juga mengintai mereka sejak tadi.
Punya persiapan yang lebih matang Dari Exsel.
Saat atu tembakan itu mengenai tubuh sang musuh, Pria itu terlihat tidak apa-apa dan dari situ barulah Exsel mengetahui jika dirinya di jebak. dan membuat Exsel tambah emosi dan tak beraturan ingin menembak dan membunuh.
Perengkap dan anak buah dari musuh mulai keluar dan menyerang Anggota Exsel yang hanya bersenjata tanpa punya persiapan lain...
Dari situ lah Anak buah Exsel mulai di lumpuh kan satu persatu oleh pihak musuh.
Exsel memang cerdik dalam melindungi diri, Namun dia tidak bisa membawa anak buah nya secara keseluruhan untuk menyelamat kan diri tanpa da nya persiapan yang matang.
Walau sangat marah dan merasa sangt di remeh kan, Namun menyerang dan melawan tanpa persiapan, sama saja dengan menyerah kan diri kepada musuh untuk terbunuh sia-sia.
Mundur dengan sisa anak buah yang hanya tinggal beberapa orang itu mereka kembali ke markas di mana mereka melindungi diri di kota tersebut.
Anak buah yang sedikit itu, ada yang sudah tertembak dan juga ada yang terkena oleh perangkap yang terpasang di tempat penyerangan itu.
"Sialann...!!!!" Exsel mebgeras kan rahang melihat kondisi mereka saat ini. dan benar-benar tertipu oleh sang lawan.
Sang lawan yang memang dari awal sengaja memancing Exsel dan juga sudah melakukan persiapan untuk menunduk kan seorang Exsel.
"Kita harus segerah pergi dari kota ini, sebelum nyawa kita di bantai di kota kekuadaan mereka.
__ADS_1
Bantu obati yang lain, lalu kita pergi tadi kota ini sekarang, kita masih dalam pengejaran dan pencarian, mereka akan dengan cepat menemui kita sebentar lagi.
Masuk segerah ke helikopter dan ibati di dalam"ucap Exsel kepada parah anak buah yang tersisa. mereka tergesa-gesa pergi dari tempat itu menuju ke rumah milik nya.
Hanya berjarak kan berapa menit saja. ternyata benar, musuh sudah mengepung terpat tersebut dan meobrak-abrik tempat dan markas Exsel.
Ternyata kita telat sedikit, jika lebih awal, kita sudah menakluk kan pria itu dengan tangan ku sendiri. dan lagi dia sudah terkena tembakan dari senjata milik ku" senyum pria itu yang tau jika Exsel tertembak...
*SATU JAM BERLALU*
"Uszzz..uzzzss...uzzzsss..." Suara helikopter yang mendarat di rumah mewah milik Exsel dan membuat semua pelayan berbaring dan juga penjaga yang datang menyambut sang tuan mereka.
Neha yang madih beristirahat di kamar tidak peduli dengan suara tersebut, karena tidak mengetahui jika yang datang adalah Exsel.
Terus melanjut kan mimpih indah itu...Namun semenit kemudian.
"Banggg . !!!"Suara pintu yang terbuka dengan keras mengaget kan Neha dan dia langsung terbangun dari tidur nya...
Menileh ke arah pintu dengan mata yang bekum terlalu jelas melihat siaoa yang melakukan Itu, Neha menggosik-gosok mata indah itu agar mekihat lebih jelas.
Melotot sempurnah saat mengetahui itu Exsel. dan langsung bediri.
"Apa yang terjadi, kenapa dia sudah berada di rumah, bukan nya dia pulang dalam benerapa minggu lagi" gumam Neha terus menatap Exsel yang mendekat ke arah dia.
Pintu yang tadi sudah tertutup dan di kunci Oleh Exsel, membuat Neha berpikir yang Iya-iya.
"Dia belum mau menyentuh ku sekarang kan, apa lagi dengan tubuh yang terlihat kotor Namun ketampanan dan kegagahan Exsel masih twrpancar jelas di pelupuk mata Neha...
Membuka baju dan celana di Depan Neha dan hanya tertinggal sebuah kol or kecil yang menempel di bagian inti Exsel.
Apa yang ingin kamu lakukan" ucap Neha yang mulai ingin turun dan lari dari ranjang itu.
__ADS_1
Namun Exsel mengkap Neha dan membuat Neha berteriak seperti ingin di perkos ah saja.
" Diam.... jangan berteriak di rumah ku. apa lagi di dekat tubuh ku... Bantu aku mengobati luka tembak ini" ucap Exsel melepas kan Neha lalu membalik kan tubuh agar Neha melihat punggung Exsel yang tertembak itu.