RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
NEHA DAN EXSEL YANG AKUR


__ADS_3

Seminnggu berlalu, Exsel yang kaku dan tak berani menggerak kan tubuh kekar nya itu, Kini sudah mulai turun dari ranjang dan beraktifitas. seperti makan ke ruang makan, Mandi dengan sendiri dan juga bisa keluar rumah walau masih harus dengan bantuan Neha.


Banyak nya penjaga dsn pelayan di rumah itu, Tak berpengaruh bagi Exsel untuk dia terus meminta tolong Pada Neha,Bukan tidak ingin meminta tolong pada mereka, Tapi Exsel saat ini begitu ingin dan sangat ingin terus bersentuhan dengan Tubhuh Neha.


Kadang Exsel dengan sengaja menyentuh bagain-bagian intindari tub huh Neha,


Seperti tak sengaja menyentuh bok ong moon tok Neha.


kadang Juga sengaja seperti akan terjatuh dan memeluk Neha dsri depan Neha.


agar Dada kekar milik nya menekan Buah da da berisi milik Neha.


Neha yang dulu seorang Jal lang, sedikit banyak nya mengeri akan hal itu.Namun karena hati sudah seperti juga ingin di sen tuh Oleh Exsel. Neha hanya menerimah.


Siapa yang tak ingin di sen tuh dan di bel lai oleh pria yang begitu tampan dan juga punya tubuh yang sempurnah.


Jujur, Neha merasa bangga saat ini, jika Exsel begitu ingin selalu dekat-dekat dengan nya..


Karena hati yang sudah mulai tertaut atau memang Neha sudah mulai terg iur oleh ketampanan dan keper ka saaan Exsel.


Exsel selama sebulan ini, tidak pernah lagi melkukan kekerasan atau pun bentakan kepada seisi rumah terutama Neha yang selalu setiap detik menemani Exsel layak nya seorang istri.


Exsd yang dulunya punya emosi yang tak menentu, kini tidak terlihat lagi emosi tersebut muncul.


Itu Karena suasana hati Exsel yang sedang bahagia dengan Neha yang terus berada di dekat nya dan mengurus dirinya.atau Karena Exsel yang memang sudah berubah.


Ntah lah Hanya Uthor Yang tau itu.

__ADS_1


Hari ke hari kesembuhan oada diri Eysel semakin terlihat, karena Neha yang begitu tlaten dan sangat merawat dan menjaga pria berbadan kekar dan tinggi itu.


Yang kapan saja bisa melahap habis dirinya jika Exsel sembuh total.


Saat ini mereka berada di meja makan, dengan hidangan yang lengkap dan Neha yang melayani sepenuh hati, walau pun Exsel sudah Delapan puluh persen sembuh.


Mulai dari menuang kan air minum, dan memberi kan Exsel makanan.


Mungkin karena hati mereka memang sudah mulai saling memahami,Neha melayani Exsel tanpa rasa keterpaksaan.


Begitu Iklas danntetlihat dari cara Neha melakukan hal-hal tersebut dengan gerak tubuh dan wajah yang sumringah.


"Ini makan lah, agar kamu lebih cepat sehat" ucap Neha memberi kan sebuah piring yang sudah ada Nasi dan lauk beserta sendok nya.


"Trimakasih" ucap Exsel dengan wajah datar namun nampak berseri-seri dengan pelayanan Neha kepada dirinya itu.


"Kamu butuh susu" tanya Neha yang ingin mengambil gelas dan ingin menuang kan susu untuk Exsel.


"Makan dulu, Nanti jika aku mau, aku bisa meminum nya sendiri dari wadahnya" ucap Exsel menatap dalam mata Neha dengan ucapan yang di ketahui maksud dari kata-kata Exsel tersebut.


Sambil mere mas Nak al tangan Neha dan begitu dekat seperti berbisik kepada Neha.


Ucapan itu membuat Neha memerah dan langsung malu.


"Emm..!!" cuma itu yang keluar dari mulut Neha, saat Exsel mengata kan hal tadi.


Cara Neha membuat Exsel sering mengigit bibi r se xi milik nya, karena sikap Neha membuat Gai rah Exsel sering Naik, Namun Exsel tahan hingga dia smbuh total dan akan menakluk kan tub huh Neha dengan puas.

__ADS_1


Nehabyang merasa di tatap dalam seperti itu, Mencari Objek lain untuk dia lihat lalu berpikir untuk ikut makan.


Neha duduk dengan tenang lalu mengambil Nasi untuk dirinya sendiri, mengambil lauk lalu ikut makan dengan tenang bersama Exsel.


Gak ada percakapan di sana, hanya keheningan dan kadang curi-curi pandang dari Neha kepada si tampan Exsel.


Kadang Hati Exsel begitu tergelitik melihat sikap Neha yang sekarang begitu pemalu dan Terlihat selalu memerah dengan apa yang Exsel lakukan pada Neha.


Tidak seperti dulu yang sering kaget, marah-marah dalam kesendirian dan melihat Exsel dengan mata ketakutan dan wajah yang memucat.


Mungkin itu karena sikap Exsel yang berubah, membuat Neha lebih berani dan merasa' dirinya saat ini bisa di terimah dengan perasaan dari seorang Exsel.


Makan yang lahap Neha, biar punya tenaga Exstra. dan jika ada waktu kita akan mencari keluarga mu" ucap Exsel yang membuat hati neha tiba-tiba ngilu dan sedih yang mendalam membahas tentang keluarga nya yang sekarang ntah di mana keberadaan nya.


Neha menelan makanan tersebut tanpa di kunya, dan makanan itu terasa kasar masuk ke tenggorokan saat dia mengingat keluarga nya.


...Tak ingin berharap banyak, Neha menahan hingga Exsel benar-benar mengajak dia untuk pergi, mencari keluarga yang masih sangat di harap kan Oleh Neha. untuk berkumpul bersama dirinya....


"Tak terasa tetesan dari mata indah milik Neha menetes di tangan nya Saat dia menyendok dan memasuk kan terus makanan tersebut ke mulutnya.


Melihat Exspresi diam seorang Neha. Exsel yang tadi nya acuh saat mengata kan itu, Mnoleh pasti ke arah Neha yang t ak merespon apa pun dari ucapan Exsel yang membahas kekuarga nya.


Exsel melihat bukiran bening yang menetes dari mata Neha, lalu tanpa berpikir dua kali, Exsel menghapus air mata Neha dan tiba-tiba memeluk Neha dengan rasa tenang.


"Tenang lah, aku yakin jika keluarga mu masih selamat dan kamu akan berkumpul kembali bersama mereka" ucap Exsel memberi ketenangan dan kepastian, Wlau pun Exsel baru saja mengutus anak buah nya untuk menyelidiki keluarga Neha, Dan masih menunggu kabar dari anak buah nya tersebut.


"Kita akan pergi dua hari lagi, menunggu luka ku lebih sembuh lagi" sambung Exsel untuk memasti kan kapan mereka akan mulai mencari keluarga Neha yang saat ini ntah berada di mana.

__ADS_1


Neha mendengaf itu hanya mengangguk, berharap dan sangat berharap jika ucapan Exsel benar-benar bisa di tepati dua hari lagi.


"Lanjut kan makan mu dan habis kan itu, kumpul kan tenaga untuk dua hari lagi, agar kamu tidak kelelahan saat kita harus berkeliling mencari kepastian tentang keluarga mu" ucap Exsel yang mulai merenggang kan dan melepas pelukan nya, karena Neha sudah terlihat mulai tenang. mendengar ucapan"ucapan dari Exsel untuk diri nya yang selama ini selalu berharap untuk mencari tau tentang kabar keluarga yang berbulan-bulan hilang dan tak pasti di mana keberadaan mereka.


__ADS_2