
Exsel cukup serius mengecek kesehatan tubuh nya pada sang dokter, sehingga apa pun yang dokter pribadi nya ucap kan selalu di turuti Exsel.
"Tensi loh normal sel, tapi kyak nya memang tenaga kamu lagi lemah, apa kamu oernah minum obat atau makanan lain nya yang bekum pernah kamu minum mungkin." tanya sang dokter kepada Exsel.
Exsel mengingat-ngingat apa saja yang dia minum atau makan yang sebelum nya belum pernah hadir di dalam lambung milik nya.
"Kayak nya gak ada bro, apa aku seperti orang keracunan begitu maksud mu" tanya Exsel kepada sang dokter pribadi nya.
"Belum bisa di pasti kan. sebelum kita test urine atau sample darah loh masuk laboratarium." jawab sang sahabat yang melihat kondisi Exsel jika lebih teliti, memang terlihat cukup lemah dan seperti tidak begairah.
"Ya sudsh. tunggu apa lagi, ambil nih darah gue dsn selamjut nya loh tunggu gue BAK dulu baru loh ambil sample urine gue" ucap Exsel cukup serius dan ingin memanti kan penyebab dari tubuh nya yang dari hari di mana dia bertempur Dengan Neha tubuh nya kelelahan, wlaau pun istirahat sudah cukup banyak, namun tetap saja stamina Exsel terasa tak kembali seperti biasa nya.
"Sini tangan loh" ucap sang dokter meyuruh Ezsel mendekat ke arah nya lalu mengeluar kan peralatan untuk mengambil sample darah.
"Waduh bro, jangan ngeri-ngeri lah peralatan mau ambil darah nya, orang suma mau sample darah dikit aja kan, bukan Mau Operasi gue." ucap Exsel berkomentar melihat sahabat nya mengeluar kan beberapa peralatan untuk mengambil sample darah. cukup mengeri kan bagi Exsel.
"Udah gak usah brisik. loh mau di obatin gak, kalau gak ya udah loh nikmati aja proses nya, siapa tau lama-lama bisa bikin kamu gak bisa menggerak kan lagi bagian-bagian tubuh mu. hingga kaku seluruh" sang dokter tersebut membuat Exsel cukup ketakutan sehingga dia pasrah dengan apa pun yang di lakukan sahabat yang menjadi dokter pribadi nya itu.
"Ya udah nih, loh ambil deh darah gue sesuka hati loh, tapi loh harus pastiin penyakit apa dan karena apa hal itu terjadi" ucap Exsel menoleh ke arah sang dokter yang tersenyummelihat muka Exsel yang pasrah iyu.
__ADS_1
"Tenang aja sel, gue niat nya mau nyembuhin loh bukan mau bunuh loh,...Tenang aja dokter tampan seperti gue akan menangani kasus yang loh rasain saat ini dsn kita akan cari penyebab dari penyakit loh ini." ucap sang dokter sambil sedikit Bercanda namun bersihap serius.
"Ok bro..?!!! gue yakin sama loh, loh bisa cari penyebab dan nyembuhin gue sampai titik nyawa loh kan" ucap Exsel membalas tatapan sang dokter yang bercanda tadi.
"Enak aja samaoai titik nyawa gue, ya gak gitu juga lah sel, gue cuma berusaha semampu gue, selebih nya gue serahin sama tuhan" ucap sang dokter sambil tertawa dan lebih dekat kepada Exsel.
Denngan persiapan alat di tangan sang Dikter, Exsel iklas mengukur kan tangan sambil menuntup mata nya. tidsk ingin melihat sang dokter mengobrak-abrik tangan nya pake jarum suntik untuk menarik darah dari tangan nya itu.
"Apa-apaan sih loh sel, pake tutup mata segala,loh kira gue mau nyium loh apa" ucap sang dokter yang sudah mengambil jarum suntik dari plastik steril nya.
"Udsh gak usah banyak bacot loh, buruan, mumpung gue lagi pasrah sama tangan gue nih" ucap Exsel yang tetap menutup mata sampai sang dokter mengambil dara untuk mengecek nya.
"Owwwhhhh...owwhhh..ohwwww..!!!" teriak Exsel yang seperti orang lagi peng en dsn dokter yang sedang mengambil sample darah Exsel merasa cukup geli dengan suara yang di keluar kan oleh Exsel.
Beberapa detik baru lah dokter itu menarik jarum suntik dari lengan Exsel.
"Udah..nafas loh... kayak anak kecil aja, baru suntik gitu aja loh udah teriak-teriak kayak anjing kejepit" ucap sang dokter melihat Exsel yang melihat tangan bekas suntuk nya yang masih ada bekas noda dara di kapas untuk membersih kan bekas suntik agar tidak infeksi itu.
"Ehh.. gue tu kesakitan. loh malah bilang gue kayak anak kecil, enak aja loh, gue pria perkasa tau gak" ucap Exsel dan hanya di balsa kernyitan oleh sang dokter mendengar pujian Exsel untuk diri nya yang lemah saat ini.
__ADS_1
Loh buruan BAK sana, tarok di dalam sini, jangan sampai tumpah, biar gue bawah pulang untuk mencari penyebab badan loh yang terass loyoh itu." ucap dokter dengan kata meledek(lemah)
"Enak aja gue loh bilang loyoh, gak ya, gue aja udah buktiin keperk asaan gue. sampai-sampai dia lebih kelel ahan dari pada gue" jawab Exsel keceplosan. dan dia smaa sekali tidak menyadari ucapan yang keluar dari mulut nya barusan itu.
"Apa loh bilang sel" tanya ulang sang dokter guma memastikan apa yang dia dengar barusan dari mulut Exsel itu.
..."Hah apa??, lupa gue ngmong apa tadi, slah dengar kali loh" ucap Exsel berkilah namun Telat sang sahabat sudah mendengar itu,walau pun dia menyuruh Exsel untuk mengulang ucapan nya tadi guna memastikan....
Namun dia sudah cukup yakin dengan apa yang dia dengar barusan bahwa Exsel curhat.
" Jadi itu nya membuat loh lemah sampai segitu nya, loh lembur semalaman sama teman ran jang loh, baru sekarang loh suruh gue cek kesehatan loh dan kenapa loh lemah kayak Gini" ucap sang dokter, karena Exsel tak jujur, memang tidak seharus nya dia mengata kan tentang rahasia ranjang nya.
Tapi setidak nya Exsel harus bilang, agar di gak pontang panting kayak gini, pake acara ambil sample darah dan urine segala lagi..
"Jadi kalau gara-Gara itu penyebab ny, loh gak usah berobat lah cukup vitamin dan istirahat yang cukup nanti bakal balik lagi kok." ucap sang dokter yang bergegas memberes kan barang-barang nya lalu meletak kan dua botol sample di atas meja Exsel dan tak ingin lagi mengecek kesehata Exsel..
"Bro tunggu dulu dong, ini ada alsan nya kenapa gue mau loh yang cek kesehatan gue, dan dengarin dulu" ucap Exsel saat melihat sang dokter yang berberes dan ingin beranjak dari kamar Exsel itu.
"Jadi apa yang mau loh jelasin, sebelum gue pulang dan sudah melewati pintu kamar loh, loh buruan cerita dan agar gue tidak merasa di permain kan. karena gue dokter pribadi sekaligus sahabat loh" ucap sang dokter menenteng tas dan berdiri dari sofa di mana mereka duduk.
__ADS_1