RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
PENYESALAN NEHA YANG TERUS-MENERUS


__ADS_3

Kak..sungguh ma'af kan Neha. Neha tidak bisa menjadi adik mu yang baik dan menyelamat kan mu, gara-gara ulah ku aku harus kehilangan kamu yang bagian dari hidup ku yang tidak sempurnah ini." ucap Neha dengan penyesalan nya sambil menggendong sang kakak mendaki gunung.


Sang ibu yang membantu Neha dari belakang. untuk menjaga-jaga agar Neha tidak terjatuh saat membawa jasad anak sulung nya itu.


Neha kuat karena masih ada kelurga yang harus dia jaga agar terhindar dari ancaman tak biasa dari Exsel yang pasti nya masih mencari nya di luar sana dengan mengerahbkan semua anak buah nya.


Neha Berpikir sampai kapan Neha bisa melindungi ibu dan kedua adik nya dari kejaran dendam Exsel yang membara itu.


Walau Neha tau suatu saat akan di temukan, Karena Exsel bukan orang biasa dengan kekayaaan dan uang yang melimpah, siapa sih yang tidak tergiur dengan uang, apa lagi hanya mencari orang yang hidup nya tak sebanding dengan kehidupan Exsel yang bergelimang harta itu.


Namun apa pun itu, Neha masih ingin menaruh harapan pada diri nya dan meminta pada tuhan untuk melindungi keluarga nya. jika suatu saat Neha menghadapi mala petaka besar itu.


Dengan semua tenaga, Neha terus mengending sang kakak yang kaku di ounggung nya dengan sebuah kain yang di ikat pada tubuh Neha.Jika saja ibu dan adik-adik nya tidak ada dan hanya dia dan kakak nya, Mungkin Neha sudah meraung-raung sejadi-jadih nya di tempat itu Tanpa beranjak. Dan mungki sudah menyerah kan nyawa tak berati nya langsung pada Exsel untuk menebus kesalahan yang sudah terlanjur dia lakukan pada Exsel yang baik. yang telah menolong nya.


Namun Neha Belum bisa melakukan itu sekarang kaerena nyawa ibu dan kedua adik nya juga menjadi incaran Exsel yang kejam tanpa mengenal kata ampun itu. akibat dari ulah Neha.


Dan Neha sangat menyesali itu. sehingga dia tidak tau lagi harus melindungi keluarga nya seperti apa, sampai-sampai Neha harus mengikuti saran sang pelayan yang selama ini mengabdi pada Exsel.

__ADS_1


Ntah itu baik atau Tidak Namun Neha percaya akan kata-kata Yani, Karena sudah menolong Keluarga nya dari kejam nya penyiksaan yang akan menimpa keluarga nya.


Jika saja yani tidak membocor kan Rencana Exsel. mungkin Neha sekarang sudah menjadi barang yang akan di siksa habis-habisan oleh Exsel.


Dan yang lebih mengeri kan lagi, jika itu terjadi pada ibu dan adik nya yang tidak tau menahu tentang pekerjaan dan maslah apa yang Neha lakukan, Sehingga mereka ikut dalam penyiksaan itu.


Terus mendaki dan mendaki dan di dorong oleh semangat untuk menyelamati keluarga nya. membuat Neha semakin kuat hingga keringat yang sudah membasahi seluruh tubuh nya itu tidak terasa lagi.


perjalanan yang mendaki perbukitan yang cukup tinggi dan jalan yang masih di penuhi rerumputan liar memenuhi jalan. kadang Neha hampir terpeleset, namun Neha tetap bisa menahan keseimbangan tubuh nya dan juga di bantu oleh yani untuk berpegangan di setiap Neha hampir tidak bisa menggapai dahan untuk menahan tubuh supaya tidak terjatuh.


Jika terjatuh, pasti nya akan berguling kembali dan yang lebih parah nya bisa kehilangan nyawa kecil Neha.


hampir satu jam pendakian di bukit yang cukup curam itu, akhir nya mereka menemu kan tempat istirahat sejenak, dan tempat tersebut tak terkihat dari mana pun, karena tempat mereka sudah bebar-benar di bawah hutan liar. untuk menuju ke sebuah kampung yang di maksud yani, lebih baik nya melewati jalan yang memang jarang di lewati orang, agar tidak terlalu banyak bertemu orang baru, yang sewaktu-waktu bisa mengenali dan mengancam kehidupan dia dan keluarga nya.


"Kita berhenti di sini dulu, untuk mengisi perut, aku sudah sangat lapar dan haus, untuk oenguburan kita bisa oikir jan nanti jika sudah sampai" ucap ymYani kepada mereka.


Sebenar nya Neha tidak ingin berhenti, Namun perut dan tenaga yang sudah terkuras membuat dia menekan ego untuk melanjut kan perjalanan yang akan mereka tuju kan dan di tunjuk kan oleh yani yang mengetahui pasti di mana letak perkampungan yang di bilang cukup dekat dengan jalan yang mereka lewati saat ini.

__ADS_1


"Neha meletak pelan jasad sang kakak yang sudah terbujur kaku di rerumputan kering yang telah mereka bersi kan dan di kasih alas beberapa pakian bersi dan baru yang Di beli kan waktu di perjalanan tadi.


Neha gementar saat menyuapi makanan ke mulut nya. bukan karena efek kelaparan Namun saat dia tidak bisa lagi memberi makan sang kakak yang saat ini sudah menjadi jasad dan tidak bisa sekedar melihat henbusan nafas sang kakak di dada kecil kakak nya.


Mereka menetes kan air mata dalam kesuyian hutan belantara di mana mereka beristirahat untuk mengisi tenaga.


Wajar bukan makanan yang mereka masuk kan ke dalam mulut mereka terasa begitu pahit dan sangat dusah melewati tenggorongan mereja. Saat harus menerus kan hidup dan juga harus melihat kematian yang tidak seharus nya mereka saksi kan dengan kondisi membawa jasad terus bersama mereka dan di gendong kemana-mana dan ntah kapan penguburan akan di laksana kan.


Tidak mungkin bukan, Neha harus mengubur kan jasad yang kakak di dalam hutan yang tidak di lewati manusia, dan kemungkinan besar, jika mereka kubur kan di sana akan sangat sulit untuk berziarah karena hutan itu bisa menghilang kan jejak kuburan sang kakak.


Memaksa makanan masuk ke mulut mereka agar meteka bisa saling menguat kan dan mempertahan kan hidup lebih lama lagi.


Walau Neha tidak bisa memasti kan kapan ajal murni menjemput atau Ajak dari seorang Exsel yang menaksa menjemput Neha Banti nya.


Hanya kata ma'af yang terus keluar dari mulut Neha untuk keluarga yang sudah di libat kan dalam hal ini. jika saja dan jika saja.


Neha terus menyesali perbuatan nya itu, sehingga di terus dan berukang mengata kan jika saja.

__ADS_1


Namun hal yang sudah terjadi tidak bisa lagi Neha putar ke belakang, dan penyesalan dan tindakan nya membuat Neha terus merutuki diri nya yang begitu bodoh dan tidak bisa memprediksi akibat dari apa yang telah dia lakukan...


"Ma'af untuk ke depan nya jika Neha di beri kesempatan untuk umur lebih panjang lagi, Neha akan berubah dan tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini lagi" ucap Neha menunduk menyesal.


__ADS_2