
"Ha.. ha..ha..haaa" Sena tertawa riang, saat melihat kakak laki-laki nya keluar dari kamar mandi.
Dan membuat Sena tertawa, belum cukup lima menit, sang kakak sudah usai dengan mandinya itu
"Kak Neha.., apa kakak yakin tadi dia pakai sabun, atau pas masuk kamar mandi di langsung menyiram tubuh nya lalu keluar kembali." ucap Sena menunjuk Ke arah sang kakak laki-laki. dan masih meyentuh perut karena sakit gara-gara tertawa.
"haaah, ngapain lama-lama seperti kamu, Eh malah dapat musibah, tuk sembuhin dulu kaki biar bisa mengejek kakak tampan mu ini" sahut adik laki-laki Neha membalik kan ucapan, Sehingga Sena terlihat cemberut dan tak berniat untuk melangsung kan ucapan nya itu.
Menarik selimut dan menutupi tubuh nya dengan selimut tebal, agar tidak mendengar ucapan sang kakak yang mengejek dirinya.
"Bruan ganti baju mu, skarang giliran kakak, dan kamu bruan istirahat, mungkin besok masih banyak yang harus kita lakukan" ucap Neha dan membuat sang adik menghentikan Ejekan itu. mengambil baju yang sudah di siap kan Neha, lalu ikut masuk ke dalam selimut tebal dan mulai menutup mata untuk ikut istirahat.
Neha memasuki kamar mandi dan mulai menguyur tubuh kucel nya itu dengan air hangat. dan begitu sangat enak ketika air tersebut sudah menyentuh seluruh kulitnya.
"Bu, aku sudah membawa adik-adik ke tempat yang aman, walau pun kami harus berlindung dengan seekor harimau. tapi lebih aman di sini dari pada harus kembali ke rumah tanpa perlindungan" gumam Neha sambil memejam kan mata dan menimati guyuran air hangat yang terus mengalir di ubuh nya itu.
Beberapa saat, Akhir nya Neha selesai juga dengan mandi nya. memakai jubah mandi dengan handuk yang menutupi tambut panjang nya yang basah.
mengecek kondisi kesua adiknya, ternyata dslam waku singkat, kedua sangbadik sudah tidur dengan pulas.
Ntah pikiran dari mana, Neha keluar dari kamar mereka masih dengan pakian mandi dan menuju kamar Exsel.
"Tok..tok..tik..tok.." dan pintu itu terbuka.
Neha pun masuk ke sana.
"ada perlu apa ucap Exsel yang seperti tidak mengeri dengan maksud Neha...
Neha sedikit malu dengan cara nya datang seperti itu, Namun Exsel tidak terlalu menaggapinya.
Terdiam sejenak, lalu.
"Emm. itu..... aku mau meminjam kan pengering rambut, di kamar ku, aku tak melihat itu" ucap Neha mencari omongan yang pas kenapa dia datang ke kamar Exsel malam-malam.
"Ohh" ucap Exsel singkat lalu mengambil kan barang tersebut.
__ADS_1
Ntah kenapa Neha sekarang lebih terlihat seperti gadis polos yang tidak lagi bisa bertindak sepertii dulu. dan sering merasa malu jika harus mengata kan maksud dari hati nya datang ke sana.
Exsel memberi pengering rambut itu dan Neha mengambil nya lalu beranjak.
Namun Neha berhenti sejenak dan membalik kan tubuh nya.
"Apa lagi" ucap Exsel yang masih berdiri saat Neha membalik kan tubuh nya.
Ap..apa kamu sudsh mengantuk??"Tanya Neha gugup
"Aduhhh apa maksud dengan pertanyaan konyol ku ini, sudah pasti dia mengantuk kan sudah dini hari" ucap hati Neha memegang pengering rambut dan sedikit meremas nya.
"Selamat malam" ucap Neha kembali dan ingin kekuar dari kamar Exsel.
"Apa benar tidak ada yang ingin kamu kata kan, datang malam-malam begini dan hanya ingin meminjam itu, sedang kan di kamar mu terdapat dua buah di atas meja rias, dan tidak mungkin kamu tidak melihat nya bukan" Exsel malah berusaha meyakinnkan Neha jika hanya datang untuk benda itu.
Neha mengangguk dan kembali membalik kan tubuh untuk keluar.
"Drasss..." satu tarikan dari tangan Exsel menarik pasti tangan Neha.
Dan tanpa aba-aba itu terjadi begitu saja, Melu mat dengan pasti bib ir Neha. dan tangan besar milik Exsel langsung merayap ke dal am jubah man di Neha.
"Emmmhhh..."Des sah han Neha mulai terdengar, dan suara itu membuat seorang Exsel semakin menggila dengan Naf su yang seketika Naik. merem mas-rem mas buah segar di dallam baj u Neha dan memilin-milin bagain put ting milik Neha...
Begitu cukup Dengan itu barulah Exsel melepas kan tau tan mereka dan menatap Neha dengan kabut Gai rah.
"Kamu yang datang Ke sini, berati kamu sudah siap dengan Resiko nya Neha, dan aku tidak akan membiar kan kamu lep as malam ini" bisik Exsel di depan wajah cantik Neha.
Neha mendongak menatap Exsel tanpa mengata kan apa oun, Neha memulai menyerang Eysel terlebih dahulu.
Naik ke tub buh Exsel lalu menyam bar bib bir **** mikik Exsel dengan rakus.
Saat Neha mengapit ping gang Exsel, Neha sudsh merasakan benda Keras sudsh menjulang di tempat nya, dan sudah di pastikan Neha tidsk mungkin bisa Lep as lagi malam ini.
"Kamu yang me mulai sayang...!!!" ucap Exsel semakin ber gai rah melihat sikap Neha yang sangat berani itu.
__ADS_1
Eysel langsung menjatuh kan sang lawan ke ran jang Empuk milik nya dan menin dih pasti tubuh Neha...
Dan Exsel mulai mem buka seluruh yang melekat di tub buh kekar nya dan membuang sembarang semua itu.
Dan pergu latan panas itu terjadi.
Exsel membuka pelan pa ha Mulus nan indah milik Neha dan melihat Bunga yang masih segar di sana
Menelan saliva saat sudah menatap pasti bagia an itu. dan mulai men jil at dan
mema suk kan pelan satu jar i nya ke sawah basah milik Neha...
"Emmmhhh.. pel an-pel an Exsel" ucap manja Neha yang membuat Exsel begitu merinding dan penuh naf su mendengar suara se xi Neha itu.
Melakukan dengan pelan, dan sawah itu memang sudah cukup basah.
"Kamu harus tah an, aku akan memulai melakun percocokam tanam di sawah milik mu" bisik Nak kal Exsel.
Ucapan itu membuat Neha memerah dan begitu sangat kagum melihat tub buh besar nan gaga itu berada di at tas tubbuh nya.
Dan benda keras nan Pan jang itu sudah siap untuk bertempur dengan sawah basah tersebut...
Menekan pelan namun pasti, bagain inti Neha dan" Blasssss...., Ahhhhwwhhh..." Neha memejam kan mata dan buliran bening mengalir dari sudt mata milik Neha.
Dan Exsel terus menekan benda keras itu hingga men tok lalu dia menci umi Neha untuk mengalih kan rasa Sakit yang mulai menjalar di bagain persawahan Neha...
Mulai memompah Pasti dan perg ulatan pan nas itu terjadi begitu sengit di kam mar milik Exsel.
Dengan Keringat yang mulai mengalir membasahi tub buh anak manusia yang Sedang meny atuh itu. dengan seorang Pri a gaga berada di At tas wanita nya...
Terus melakukan itu, ntah kapan Exsel mele pas Neha agar bisa berna fas Ten nang...
"Ohhh begitu sem pit keperw anan milik mu Neha, kamu begitu menjaga nya, dan itu untuk ku" ucap Exsel yang masih sangat betah berada di at tas tubu h Neha.
Neha benar-benar belum bisa menemukan titik Kenik mat tan dari hal yang mereka lakukan saat ini, dan itu masih sangat sak kit. Mungkin karena benda milik Exsel begitu Bes sar, sehingga rasanya begitu mengangjal di sawah basah milik Neha.
__ADS_1