Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Dibalik penyekapanku


__ADS_3

"Cepat tangkaaaapp!", teriak lpria berjaket hitam yg mengenakan topeng,memerintahkan anak buahnya mengejarku.


Kukayuh sepedaku kuat kuat,tapi sial,lari sepedaku kalah kencang dari motor,hingga tangan kekar itu berhasil mencengkeram kerah lenganku,membuatku lepas kendali dan sepedaku oleng dan akupun ikut terjatuh.


Aku berusaha membela diri dengan segala upayaku tapi tetap ku tak bisa karena banyaknya mereka,dan tali yg tiba tiba mengikatku,lalu menyeretku masuk dalam mobilnya,aku bahkan tak bisa melihat siapa siapa komplotan penjahat ini karena mataku ditutupi kain hitam,dan konsentrasiku yg tak bisa kusatukan karena rasa panik.


"Ayaaaaaaahhh", teriakku dalam hati


Mengharap ayah akan bisa mendengar jeritanku ini.


Suasana menjadi lengang tanpa suara sedikitpun,kurasa aku sudah dimasukkan dalam ruangan tanpa siapa siapa disini.


Aku pasrah dan berupaya berpikir jernih agar bisa konsentrasi.


"Kamu telah mengundang resiko matt,kenapa anak polisi itu yg kau sekap,kau tahu akibatnya!", bentak seorang lelaki tua yg kulihat rambutnya sudah memutih dengan sorot mata tajam


"Aku sakit hati bos,pak arya pernah menyeretku ke penjara", ucap suara lelaki muda itu yg sepertinya suaranya tak asing bagiku.


----------------------------------------


Pov Arya


Sudah 3 hari aku resmi menjabat kapolsek di kecamatan ini,begitupun dengan istriku yg berprofesi sebagai seorang dokter umum.


Tapi hatiku sedang resah entah karena apa,pikiranku nenjadi tak tenang.


Kuhubungi ponsel Kirana,putri tunggalku tidak aktif terus,kuhubungi Nenek dan kakek dirumah,katanya kirana belum juga pulang,hatiku mulai tak enak.


("Bunda,kirana ada disitu nggak?",)tanyaku lewat aplikasi hijau


(Gak ada ayah,nih bunda juga lagi khawatir,barusan ada penyampaian dari masyarakat,sepeda kirana tergeletak di jalan sedang kirananya gak ada) jawab bunda


Aku tak menunggu waktu lagi,aku segera menghubungi 2 anak buahku yg sementara lepas jaga,agar memabantuku mencari putriku,yg sejak tadi merasahkan pikiranku.


Ternyata dijalan,aju sudah bertemu Zalimah istriku yg sedang menangis,,karena ada yg melihatnya di sekap beberapa lelaki bertopeng dan membawanya pergi.


"Kurang ajar,siapa yg berani menculik putriku!", ucapku dengan geram


"Sebaiknya kita segera mencarinya komandan", ucap Anak buahku


Akupun segera mengerahkan personil untuk mengepung wilayah hutan yg menurut desas desus masyarakat,tempat persembunyian para penyamun.


kamipun segera memasuki wilayah hutan milik perhutani dengan mengendap endap,mengikuti bekas ban mobil yg masih basah.


"Jika sampai putriku,diapa apakan,akan kutembak kepala mereka", ucapku geram


Hutan berhasil dikepung aparat TNI dan Polisi,untuk menangkap kawanan penjahat itu,tapi hingga beberapa jam kemudian belum juga nampak ada manusia di hutan ini,padahal jelas jelas ada bekas ban mobil,padahal menurut warga hutan ini tak pernah di masuki orang,kecuali desas desus tentang kawanan perampok itu.


"Tak ada siapapun yg berhasil kami temukan komandan", lapor seorang anak buahku


"Apa sudah dijelajahi semua?", tanyaku


"Sudah Ndan,bahkan seluruh wilayah hutan ini berhasil kami telusuri", jawab Seorang Anggota TNI yg dengan Sukarela membantuku mencari keberadaan putriku.

__ADS_1


Aku sudah mulai putus asa,tulang tulangku terasa remuk,apa jadinya jika putriku diapa apakan,sungguh aku takkan mampu menerima kenyataan.


"Kiranaaaaaaaa........kiranaaaaaa", Panggilku


"Pak Arya,apa ada saksi mata yg melihat,mobil yg membawa kirana masuk ke hutan ini?", tanya Pak Seno


Pak Seno seorang anggota polisi yg menjabat kanit reskrim di kantorku


"Iya pak,juga ada jejaknya nih", ucapku


Pak Seno kulihat meneliti dengan seksama jejak ban mobil ini.


"Maaf sepertinya kita semua keliru, ban mobil ini tidak mengarah masuk ke hutan,tapi menuju gudang padi yg telah lama dikosongkan itu,ayo kita semuanya pergi dari sini", ucap pak seno


Atas perintah Pak Seno,para personil disuruh berpencar,mengelilingi gudang tua itu,agar tak ada yg bisa lolos


Semuanyapun mengikuti perintah pak suseno yg rupanya sangat mengenal wilayah ini.


Dari jauh sudah nampak atap gudang yg membumbung tinggi,kamipun terus mendekati gudang itu dengan menyusup ke semak semak.


"Jangan sampai bersuara,dan bertindak ceroboh,jangan sampai malah mencelekakan korban", ucap pak suseno pelan


Kamipun terus maju merayap,akhirnya tiba dekat gudang yg rupanya menjadi markas perampok itu.


"Ayo menyelinap masuk kedalam,hati hati yg dihadapi ini perampok bersenjata pula", ucapku


4 Anggota buser yg kami datangkan dari polres,menyelinap masuk.mereka adalah Septa,hendra,ferdyan dan Marwan,mereka terkenal buru sergap yg sangat profesional.


"Betul,kita harus menyusup ke bawah", jawab ferdyan


Keduanyapun segera menyusup masuk ke ruang bawah tanah,yg ternyata banyak kamarnya.


"Aku tak mengerti kelakuan amatt yg tolol itu", ucap Seorang Preman yg berkumis tebal


"Kok ngomong gitu ris?", tanya temannya.


"Masa,harus menyekap kirana,anak pak arya,itu kan gak ada gunanya buat kita,bisa bisa hanya mendatangkan bencana,karena ayahnya pasti mencarinya",ucap si kumis tebal itu


"Kirana mereka sekap dimana?", tanya si kumis tebal yg ternyata bernama aris


"Di kamar no 7", jawab temannya.


"Kalau bisa,lepaskan saja kirana,aku sangat khawatir,akibat kelalaian amat,malah membuat kita semua celaka", perintah aris


kedua polisi itu mendengar obrolan itu dan tersentum,artinya kurana tak diapa2 kan mereka


"Saat pria itu membuka ruangan,kita harus dengan sigap. Membawa kirana", ucap ferdyan ke marwan.


Lelaki muda yg diperintah aris kumis tebal itupun segera menuju kamar kirana,baru saja ia akan membuka gemboknya,tiba tiba seorang lwlaki yg mungkin temannya juga datang menghalangi.


"Untuk apa membuka kamar kirana,apa kamu mau bebaskan?", tanyanya


"Tidak,aku hanya ingin melihat keadaannya,kalau ia ada apa2, kita semua yg akan celak", ucap laki laki muda itu.

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu bondan,ini tawananku,aku berhak mempertahankannya", ucapnya


"Amatt,dimana otakmu,ia anak polisi,sama saja kau bermain main dengan harimau", ucsp bondan


Ternyata yg menyekap kirana adalah bondan,terjadilah perang mulut diantara keduanya,hal ini dijadikan kesempatan jedua polisi itu,melumpuhkan amat dan bondan,dan merampas kunci dari tangan bondan dan melepaskan kirana


"Kirana ayo ikut kami", ucap marwan


Ferdyan pun dengan sigapnya membuka semua tali yg mengikat tubuh kirana juga penutup mata dan mulutnya


"Ayo,ikut,pak arya sudah menunggumu", ucap ferdyan


Ternyata,gudang sudah terkepung dari 4 penjuru,membuat para penjahat itu,bertekuk lutut.


"Ayaaaahhh"!", teriak kirana


Ia memeluk ayahnya dengan tangis yg meledak


"Syukurlah nak,akhirnya kamu bisa diselamatkan", ucap pak arya


"Ayah,dalam gudang tertimbun narkoba,disinilah sindikat pengedar narkoba melakukan transaksi", ucap kirana


"Betulkan kirana?", tanya pak suseno


"Iya Om,kirana lihat sendiri", jawab kirana


Para kawanan penjahat itu menjadi panik dan tunggang langgang,namun sebagian dari mereka mengadakan perlawanan dan menembak ke arah kami


Terjadilah saling tembak menembak lalu aku menarik tangan kirana berlindung ke semak semak,beberapa perampok berhasil dilumpuhkan dengan timah panas.


Aaaaaarrgghh!!!!!


Teriakan kesakitan terdengar dari mereka yg kena tembakan.


"Ampuuun paaakk!!", jerit mereka


Saat seluruh personil telah berkumpul dan memukuli merwka dengan laras senapan,karena sudah melawan aparat hukum


"Katakan,apa betul dalam gudang ini,tempat menimbun narkoba?", tanya pak suseno


Ia memang terkenal sangat galak dan akan menghukum siapapun yg berani melanggar hukum


"Betul pak", jawab aris yg berkumis tebal


Para Aparat yg mengepung gudang itu meneruskan Introgasinya sementara aku diizinkan pulang membawa kirana


"Anakku,Syukurlah kamu selamat!", pekik Zalimah


Ia menghambur kepelukan anaknya dan menciumi kirana berkali kali


Nenek dan kakekpun menangis terharu,melihat cucunya bisa kembali dalam kondisi baik baik saja.


Dari peristiwa penyekapan kirana,ada sisi positifnya juga,para komplotan perampok yg sangat meresahkan itu,akhirnya bisa dibekuk dan membuat para masyarakat menjadi tidak was was lagi,kasus Curanmor,perdagangan senjata ilegal dan Narkoba,akhirnya bisa terungkap semua

__ADS_1


__ADS_2