Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Cinta bersemi kembali


__ADS_3

Kirana menatap dokter Fadli dengan tatapan mata yg sendu, begitupun halnya dengan dokter fadli.ia tak menduga akan bertemu dengan wanita yg membuat malamnya tak bisa tidur, siangnya dilanda gundah gulana.


"Kirana,bagaimana kabarmu?", tanya dokter fadli pelan.


"Kabar saya baik baik saja", jawab dokter kirana berusaha untuk tersenyum,ia membalikkan badannya dan bergegas pergi meninggalkan dokter Fadli.


Dokter Fadli mengikuti langkah kirana yg berjalan menuju koridor rumah sakit dan berhasil menangkap lengan dokter kirana.


"Kirana tunggu", ucap dokter Fadli,dokter kirana pun sejenak berdiri menatap wajah dokter Fadli yg menatapnya seperti ingin menyelami hati Kirana


"Bisa kita bicara sebentar Kirana?", Dokter Fadli menarik tangan Kirana duduk di bangku panjang yg biasanya di duduki para keluarga pasien.


"Kamu kok kurus banget?", tanya dokter Fadli penuh selidik.


Dokter kirana terpekur,matanya terpejam seperti ingin meluapkan segala rasa sedihnya,tapi ia berusaha menutupi rasa sakit dihatinya.


"Kirana,kamu dengar aku kan,katakanlah Kirana,apa yg mengganjal di hatimu?", tanya dokter Fadli.


Kirana tetap terdiam, hatinya bergemuruh menahan rasa sedihnya,yg dicintainya didepan matanya tapi hatinya harus ia tahan karena ada 2 nyawa yg membuatnya harus pergi dari hati dokter Fadli


"Maafkan aku Fadli,aku tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti keinginan kedua orang tuaku", jawab dokter kirana lalu melangkahkan kakinya dengan gontai meninggalkan dokter Fadli yg telah memerah matanya menatap kirana dengan rasa sedih.


Terkadang kita memang harus mengorbankan sesuatu demi kebahagiaan orang lain,meskipun hal itu teramat menyakitkan.


Dokter kirana masuk ke mobilnya dan menangis sesenggukan, wajahnya ditutupi dengan tangannya.ia memuaskan dirinya menangis sejadi jadinya.


********


Sementara itu Chandra gelisah menunggu istrinya pulang ke rumah,ia berulangkali melihat jam tangannya.


Dicobanya untuk menelpon Kirana tapi tak diangkat juga,Chandra mengkhawatirkan Kirana,karena Kirana beberapa hari ini terlihat kurang enak badan, badannya terlihat lesu.

__ADS_1


"Kirana kok belum pulang bunda,nih udah sore loh?", ucap Chandra pada dokter zalimah yg sedang memasak.


Melihat kegelisahan menantunya itu,dokter Zalimah segera menelpon Kirana,tapi tak mau diangkat juga,dokter zalimah merasa khawatir karena ada dokter Fadli yg sekarang tugas dirumah sakit yg sama.dokter zalimah khawatir tumbuhnya lagi benih benih cinta antara kirana dan dokter Fadli jika mereka bertemu.


"Chandra,jaga Melani dulu ya,bunda ada urusan sebentar", ucap dokter zalimah menutupi jika ingin menyusul Kirana ke rumah sakit.


"Iya bunda silahkan", jawab Chandra.


Dokter zalimah Segera meluncur kerumah sakit menyusul dokter kirana.


Sementara itu,dokter Fadli menghampiri Kirana yg sedang menangis sedih di mobilnya,ia mengetuk kaca mobil Kirana,Kirana menolak membukanya.karena dokter Fadli berulang kali mengetuk kaca mobil, akhirnya Kirana luluh juga,ia membiarkan dokter Fadli duduk di sampingnya.


"Kirana,jangan menutupi apa yg terjadi denganmu,ku tahu jika hatimu sebenarnya sangat menderita,jangan biarkan hatimu sengsara Kirana,katakanlah,jika kamu masih mencintaiku!", tegas dokter Fadli.


Kirana terdiam, hatinya menangis sedih sementara matanya telah berurai airmata,ia mulai tak bisa menahan kesedihannya.tangusnya tiba tiba meledak.


"Kirana", dokter Fadli meraih Kirana ke dalam pelukannya.


Saat itu juga mobil dokter zalimah masuk ke area parkiran, tepat disamping mobil Kirana yg terparkir,dari dalam mobilnya,ia melihat dokter Fadli sedang memeluk dokter kirana.


Dokter zalimah menghela napas panjang,ia sepertinya tengah berperang melawan rasa hatinya yg ingin melabrak dokter Fadli,tapi ia berupaya menahannya,karena sudah pasti hal itu membuat suasana menjadi kacau,juga ini menyangkut harga dirinya juga harga diri dokter kirana yg begitu dihormati disini.


Di tengah peperangan hatinya,terlihat mobil dokter kirana bergerak meninggalkan area parkiran,dokter zalimah segera menguntit kepergian anaknya itu.


"Aku harus mengikuti Mereka", ucap dokter zalimah sambil menghubungi suaminya.


"Mas,aku sekarang dijalan Ahmad Yani,bisa kesini nggak", ucap dokter zalimah.


"Lhaaa,emang mau kemana bunda?", tanya pak Arya keheranan,karena jln Ahmad Yani,jalan poros menuju ke Jawa Timur.


"Kirana bersama dokter Fadli lagi mas,mereka terlihat mau pergi entah kemana,tolong ya mas,ini gak boleh terjadi", dokter zalimah sangat cemas.

__ADS_1


"Masya Allah,gitu amat ya anak itu, bentar ya bunda kususul", sahut pak Arya.


Kebetulan kantor pak Arya,berada tak jauh dari situ,hingga memudahkan pak Arya segera menyusul dokter zalimah yg sedang mengikuti mobil dokter kirana.


Pak Arya dan dokter zalimah segera mengikuti mobil Kirana bersama sama,mobil Kirana berhenti tepat di bawah sebuah pohon besar yg rindang,kedua sejoli itu terlihat turun dari mobil dan mengambil tempat duduk yg disediakan bagi pengunjung.


"Apa yg harus kita lakukan bunda?", tanya pak Arya.


"Entahlah mas,saya juga bingung nih", jawab dokter zalimah.


Tiba tiba ponselnya berdering,terlihat nama Chandra tercantum disitu


(Halo bunda,lagi dimana) ucap Chandra membuka obrolan.


(Bunda dirumah teman dulu,kenapa Chandra?") Tanya dokter zalimah.


("Bunda cepat pulang,Melani terjatuh dari jendela,ia mengalami luka di kepalanya", ) sahut Chandra membuat tangan dokter zalimah bergetar,ponsel yg digenggamnya mendadak jatuh dari pegangan nya.


"Bunda kenapa?", pak Arya keheranan melihat perubahan wajah isterinya yg tiba tiba menjadi pucat pasi.


"Melani sakit mas,ia terjatuh dari jendela,mari kita pulang segera", ucap dokter zalimah menarik tangan suaminya.


Kepanikan membuatnya lupa pada tujuan utamanya menyusul Kirana yg sedang asyik mengobrol dengan dokter Fadli


Karena keasyikan mengobrol hingga lupa jika malam telah tiba,rasa cinta yg menggelora dihati keduanya,sejenak melupakan problema kehidupan yg mereka alami.


Kirana mengaktifkan ponselnya, matanya terbelalak saat melihat satu pesan masuk.


("Kirana,Melani sedang kritis,ia dirujuk ke Surabaya".)


Kirana mendadak jatuh sempoyongan,untung saja segera ditangkap dokter Fadli dan digendong masuk ke mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2