
Dokter Fadli mencari dokter Kirana di ruang kerjanya,namun tak didapatinya,ia pun segera meraih ponselnya di saku menghubungi dokter kirana.berkali kali ia hubungi nomornya tidak aktif membuat dokter khawatir menjadi khawatir.
"Dokter kirana mana ya sus?", tanya dokter Fadli pada seorang perawat yg kebetulan melintas di depannya.
"Dokter kirana gak masuk hari ini dok,ia lagi sakit", sahut suster Rini.
Mendengar hal itu,dokter Fadli segera mendatangi kamar yg ditempati dokter kirana,ia tertegun saat melihat dokter kirana sedang terbaring, wajahnya nampak pucat.
"Astaghfirullah badanmu panas banget Kirana", ujar dokter Fadli saat memegang pipi Kirana.
"Sudah minum obat belum?"tanya dokter Fadli penuh rasa khawatir.
"Sudah fad,kebetulan dokter Nara tadi kesini,ia yg memberikan obat itu", jawab dokter kirana,menunjuk obat di atas meja.
Dokter Fadli meraba kaki kaki kirana yg sangat dingin,Kirana Daim tak berbicara,bibirnya nampak kering dan pucat.
Melihat Kirana yg nampak tertidur lagi membuat dokter Fadli segera memanggil seorang perawat yg biasanya mendampingi dokter kirana.
"Suster,tolong dokter kirana dijaga,ia sedang sakit", ucap dokter Fadli,yang segera keluar ke parkiran dan mengeluarkan mobilnya
Rupanya dokter Fadli menuju Alfamart membeli aneka Snack dan singgah di rumah makan membeli 3 kotak nasi Padang dan menyempatkan diri ke toko buah membeli apel,anggur dan pisang.
Setelah belanja,dokter Fadli segera kembali kerumah sakit,ia menyerahkan belanjaan itu ke suster yg merawat dokter kirana.
"Saya pergi dulu ya sus,hari ini ada jadwal operasi lagi", ucap dokter Fadli.
"Silahkan dokter", sahut suster yg diberi tugas menjaga dokter kirana
*******
Dokter Fadli seorang dokter yg berprestasi,ia banyak menerima penghargaan atas berbagai kegiatan sosial yg dilakukannya,ia juga banyak membantu para pasien yg mengalami keterbatasan ekonomi
Dokter Fadli sebenarnya sudah pernah menjauhi dokter kirana saat ia mengetahui dokter Kirana rujuk dengan suaminya atas permintaan Melani yg saat itu terbaring sakit.namun perasaan cinta dokter Fadli tak pernah luntur pada Kirana yg telah terpatri namanya dalam lubuk hati dokter Fadli yg paling dalam.
__ADS_1
Hari ini dokter Fadli begitu sibuk,jadwal operasi tiba tiba lebih banyak dari sebelumnya, membuatnya tak bisa menjenguk Kirana yg terbaring sakit,ia baru selesai saat tengah malam, sekitar pukul 02.00 dini hari.tanpa membuka pakaiannya ia segera menemui kirana yg rupanya sedang diinfus,mata Kirana tetap tertutup.dilihatnya suster yg sedang menjaganya duduk terkantuk kantuk.
"Bagaimana keadaannya suster?", tanya dokter Fadli sambil meraba kening Kirana.
"Panasnya sudah mulai turun dokter,hanya dokter Kirana masih merasakan sakit diperutnya", jawab suster itu.
Dokter Fadli duduk di kursi menatap wajah cantik kirana Yg terlihat tenang.ia merasa trenyuh pada nasib kirana yg terusir dari rumahnya semenjak Melani meninggal dunia,ia dapat merasakan duka dihati kirana yg kehilangan buah hati yg begitu disayanginya.dokter Fadli juga membayangkan sikap Chandra yg terlihat menyimpan dendam padanya.
"Dokter,ada orang yg ingin ketemu ", tiba tiba datang seorang perawat menghampiri dokter Fadli yg duduk dengan tenang.
Dokter Fadli tak menjawab,ia hanya mengikuti langkah suster itu yg membawa ya ke ruangan yg biasanya di pakai pertemuan.
"Ya,ada yg bisa saya bantu?", tanya dokter Fadli keheranan,karena ia sepertinya baru pertama kali melihat orang yg duduk di hadapannya ini.
Wanita yg duduk didepan dokter Fadli ini, terlihat cukup cantik,tapi dokter Fadli tidak terkesan dengan itu,wanita itu menjulurkan tangannya.
"Kenalkan saya Shinta,saya baru pindah tugas kesini, kebetulan saya diberi amanah dari eyang putri untuk datang memperkenalkan diri ke dokter", ucap wanita itu tersenyum simpul.
Sepertinya ia menangkap ada maksud lain dibalik kedatangan wanita ini.
"Ehmm gitu ya,maaf nih aku ada kerjaan penting", dokter Fadli bergegas pergi meninggalkan gadis itu yg diduga dokter Fadli,sengaja diutus kesini untuk mendekatinya.
"Tidak,aku tak boleh terjerumus dalam masalah yg bisa memisahkan ku dengan Kirana", gumam dokter Fadli.
Sementara Shinta,gadis yg diutus eyang putri itu menatap dokter Fadli dengan tatapan penuh rasa kecewa,ia tak menduga penampilannya tidak sedikitpun menampakkan dokter Fadli simpatik padanya.
"Awas kau dokter,kamu akan kubuat bertekuk lutut", ucap Shinta tersenyum penuh arti,ia Segera membuka ponsel nya, mencari nomor hp eyang putrinya dokter Fadli.
( "Halo)suara eyang putri terdengar dari seberang
("Saya sudah ketemu Fadli eyang,ia kok cuek banget ya ma aku",)Ucap Shinta dengan suara yg sengaja dibuat buat secengeng mungkin.
("Deketin aja terus sayang,Fadli pasti kan jatuh cinta juga ma kamu,kamu kan cantik",)ujar eyang Putri yg berharap jika Fadli menikahi Shinta.
__ADS_1
("Baiklah eyang".)Shinta menutup telponnya
Ia teringat kata eyang putri,jika dirumah sakit yg sama ada dokter yg membuat dokter Fadli tergila gila,ia bernama dokter kirana, membuatnya jadi sangat penasaran,iapun segera menuju koridor rumah sakit,dilihatnya disitu ada 3 perawat yg kelihatan sedang asyik mengobrol.
"Suster,numpang tanya,dokter kirana yg mana ya?", tanya Shinta yg sangat penasaran.
"Dokter kirana lagi sakit", jawab salah satu suster yg kelihatan masih sangat muda.
"Boleh saya menemuinya?", tanya shinta lagi.
Suster itupun segera memberinya isyarat dan memanggilnya menuju ruang perawatan intensif dokter kirana yg masih dipasangkan selang infus.
"Itu dokter kirana", ucap suster itu
Shinta terpaku memandang wajah dokter kirana yg ternyata sangat cantik,lebih cantik dari yg ia duga.kirana makin dipandang makin cantik.di wajahnya tak ada cacat sedikitpun.
"Inikah yg membuat dokter Fadli tergila gila?", tanya Shinta pada hatinya yg merasakan dirinya tak ada apa apanya jika disandingkan dengan dokter kirana yg memiliki kesempurnaan.
"Kamu ngapain disini,jangan jangan kamu ada niat jahat untuknya?", dokter Fadli tiba tiba datang mengagetkan Shinta yg tengah berdiri menatap dokter kirana .
"Jangan berburuk sangka gitu Fadli,ku hanya ingin melihat lebih dekat wanita yg membuatmu tergila gila,sayangnya ia isterinya orang", ucap Shinta yg membuat dokter Fadli menjadi marah
Ia tak suka dengan ucapan Shinta yg sebetulnya tak pantas ia ucapkan,karena shintapun baru kali ini ia kenal.
"Ooh jdi kamu kesini untuk memata mataiku ya,urusanmu apa?,terserah aku mau pilih siapa,itu urusanku!", ucap dokter Fadli menatap tajam Shinta.
"Keluar kau dari sini,atau ku usir paksa kau dari ruangan ini", dokter Fadli menarik tangan Shinta.
"Jangan berbuat kasar gitu Fadli,saya tunanganmu!", ucap Shinta tegas.
"Siapapun tidak berhak menentukan tunanganku kecuali diriku sendiri,pergilah!", dokter Fadli mendorongnya keluar dan mengunci ruangan Kirana.
"Siapapun tak boleh ada yg masuk disini,kecuali dokter", tegas dokter fadli
__ADS_1