
Danang merasa besar hati saat Kirana seperti sengaja menampakkan rasa cinta padanya ke Chandra,ia mulai membayangkan kebahagiaan saat bisa mempersunting dokter kirana.
Ternyata yg dilakukan Kirana itu, semata mata untuk memanas manasi Chandra mantan suaminya.
Danang pun mengutus kedua orangtuanya untuk datang melamar kirana dirumah orang tuanya.
"Bagaimana bisa kami menerima lamaran ini pak ,bu.sementara Kirana belum resmi cerai dari suaminya,bisa bisa kita terjerat hukum", ucap pak Arya tersenyum.
Kedua orang tua Danang sepertinya tak sabaran lagi,ingin mendapat kepastian,tetapi dokter zalimah tetap kukuh tak bisa menerima lamaran Danang sebelum meminta persetujuan Kirana.
"Kirana kan sudah pacaran dengan danang dokter,makanya kami berani melamar kesini", ibunya Danang tetap ngotot .
"Kalau begitu,saya bicarakan ke Kirana dulu ya Bu,maaf untuk pertemuan kita ini,kukira cukup dulu,kebetulan ada pasien saya yg sedang kritis dirumah sakit", ucap dokter zalimah menyambar jaketnya yg tergantung didinding
.Dokter Arya pun melakukan hal yg sama,mereka sebenarnya kurang suka oleh sikap kedua tamunya yg terkesan katro ini.
__ADS_1
"Apa tidak bisa ditunda dulu kerjanya dokter zalimah", kekeh bapaknya Danang.
Dokter zalimah yg kelihatan dongkol,tidak menghiraukan lagi kedua tamunya yg mengesalkan itu.melihat dua tamu yg belum juga beranjak dari tempat duduknya membuat Bu ratmi terpaksa keluar menemani kedua tamu itu,Bu ratmi yg sudah dianggap orang tua oleh keluarga pak arya,rupanya menerima ucapan yg tidak enak dari kedua suami isteri itu
"Saya kesini bukan untuk menemui babunya,tapi menemui kedua orang tuanya dokter kirana,yg sepertinya tidak memiliki sopan santun", ucap ibunya danang berlagak sok orang kaya.
"Mereka suami istri yg super sibuk Bu,tugas mereka jika memanggil tak menghiraukan apapun dirumah", Bu ratmi membela kedua majikannya.
Kedua orang tua Danang sepertinya kurang memiliki sopan santun,ia duduk dengan angkuhnya,sambil celingak celingukan memandang semua perabotan dalam rumah dokter kirana
"Sebaiknya foto foto pernikahan di dinding itu dilepas mbok,tak lama lagi Kirana menjadi menantu kami", ucap ibunya Danang tak tahu malu.
"Harusnya gitu ya bu,Kirana akan menjadi menantu kita,nanti kita ikut pindah kesini,dan mengatur rumah ini yg sayangnya perabotan perabotan serba mahal, tatanannya jadi amburadul begini", bapaknya danang menimpali omongan isterinya.
Bu ratmi menggeleng geleng kan kepalanya,ia baru kali ini menemui pasangan suami istri yg betul betul tidak tahu adab adab bertamu .
__ADS_1
Bu ratmi tidak tahu dengan cara apa mengusir kedua tamu yg lebih berbahaya dari kawanan lebah ini,baru rencana mau melamar,sudah ingin mengatur sana sini.
"Mbah ratmi", tiba tiba Kirana datang,membuat Bu ratmi tersenyum lega,ia berharap kirana bisa menghadapi dua mahkluk menyeramkan ini dengan tingkah lakunya yg unik.
""Hari ini tunangan saya datang dari Surabaya,tolong Mbah ratmi beritahu ayah dan bunda saya ya?", ucap Kirana yg tergesa gesa,tidak menghiraukan tamu yg duduk dengan angkuhnya di sofa
"Laaahh,emang kamu mau kemana nduk?", tanya Bu ratmi heran
Sementara kedua orang tua danang,seperti tercekat tenggorokannya mendengar penuturan Kirana barusan.
"Kirana ada jadwal bedah hari ini Mbah", ucap Kirana sambil mencium tangan Bu ratmi,membuat pasangan suami istri itu percaya,jika orang tua yg duduk didepannya ini diistimewakan keluarga dokter zalimah .
"Ja jadi, dokter kirana sudah punya tunangan?", mereka saling berpandangan penuh tanda tanya.
Bu ratmi tersenyum senyum melihat tingkah laku,pasangan suami isteri itu
__ADS_1
Bapak dan ibunya Danang langsung keluar dengan wajah memerah menahan malu.
Setiba ya dirumah,mereka memarahi Danang habis habisan karena membuat mereka kehilangan muka.