Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Melebur dalam rumah tangga


__ADS_3

aKirana tersenyum menatap kedua orang tuanya yg berhasil ia persatukan,Pak arya dan Dokter Zalimah mengenakan busana Couple yg sangat serasi dengan pakaian yg dikenakan kirana.


"Mempelai laki laki datang", teriak beberapa orang yg mengenakan pakaian seragam.


Aku menjadi deg degan,padahal Chandra sudah cukup kukenal baik.mungkin karna status kami yg beberapa menit ke depan berubah.


"Kirana,calon suamimu akan segera mengucapkan ijab kabul nak,kamu harus siap siapa ya nak,pusatkan pikiranmu pada akad nikah yg akan kamu laksanakan,ini hal yg sangat sakral bagimu", ucap pak wongso,pada cucu tunggalnya tersebut.


Ia merasa bangga,bisa menyaksikan pernikahan cucunya tersebut.


Penghulu segera membacakan khotbah pernikahan yg begitu berkesan,air mata menetes di kedua belah pihak mempelai.


"Saya terima nikahnya,Kirana binta Arya Wongso dengan seperangkat alat sholat,dibayar tunai", ucap Chandra dengan lantang dan fasih.


"Sahh!", ucap seluruh saksi pernikahan.


Dokter kirana dan Chandra,akhirnya resmi menjadi sepasang suami istri,mereka pun segera melakukan Sungkem pada orang tua dan kerabat kerabat dekat yg hadir.


"Alhamdulillah,akhirnya kita bisa duduk dipelaminan kirana", ucap Chandra,saat duduk bersanding di pelaminan.


"Saya juga,tak pernah menyangka bisa menjadi pendamping hidupmu chand,sungguh semuanya bagai mimpi", sahut kirana.


Chandra dan kirana,terus menebar senyum untuk seluruh tamu undangan yg hadir.


"Yoko!", Chandra terkejut,saat yoko tiba tiba datang,menggandeng seorang cewek.


"Selamat ya Chandra,akhirnya kamu bisa memenangkan hati dokter kirana", ujar yoko,memberi selamat pada sahabatnya ini,yg dulu sama sama mrnjaga refly di Surabaya.


"Terima kasih yoko,cewek ini,pacar atau sahabat?", tanya chandra.


"Dua duanya tidak benar chandra,tapi ia adalah istriku", sahut yoko.


"Kalau gitu,saya juga ucapkan selamat menempuh hidup baru yo",Ucap Chandra.


Mereka kembali berpelukan,sebagai seorang sahabat.Yoko tak menyangka,Chandra ternyata memiliki perasaan cinta pada kirana.


"Dokter kirana,selamat menempuh hidup baru ya", ucap bagas,yg datang mengucapkan selamat,sebagai seorang saudara angkat.


"Terima kasih ya gas,kamu selalu ada ,di setiap suka dukaku", kirana,memeluk bagas,ia sudah menganggap bagas,bagian dari keluarganya.


Kirana dan Chandra betul betul banjir doa dan ucapan selamat hari ini.tamu tamu tak berhenti datang,hingga sore hari tiba.


**************


Chandra mengecup kening isterinya,dan memeluknya penuh kasih sayang.ia betul betul seperti ketiban bulan,bisa mempersunting gadis yg begitu banyak diincar laki laki lain.


"Kirana,ini malam pertama kita,apa kamu sudah siap sayang?", Chandra berbisik di telinga istrinya,hingga membuatnya kegelian.

__ADS_1


"Tentu Chandra,kita sudah menikah,dari Samudra yg luas,hingga pegunungan yg menghijau,semuanya sudah menjadi milikmu", ucap kirana,bersyair,membuat chandra makin gemas


Ia meraih tubuh kirana dan memeluknya,ia menggauli isterinya untuk pertama kalinya.sebagai Ibadah yg sempurna untuk Isterinya karena Allah.


Kirana dan Chandra,telah menyatu dalam ikatan suami isteri,mereka terlihat sangat bahagia dan romantis,membuat siapa saja yg melihatnya pasti iri.


"Kirana,apa kita tetap tinggal disini sayang?", tanya Chandra,seminggu setelah pernikahannya.


"Kamu tau sendiri kan chand,saya hanya anak tunggal,kasihan ayah dan bunda,bila kita harus keluar dari sini", jawab kirana,yg belum sanggup meninggalkan rumah pusaka dari kakeknya,januar.


"Iya sayang,terserah situ saja,saya hanya mengikut.yg terbaik buatmu,sudah pasti yg terbaik buatku pula", "Chandra sekali lagi menuruti keinginan isterinya.


Chandra teringat bapaknya yg tinggal sendiri di kontrakan,ia sebenarnya merasa sedih dan membiarkan bapaknya tinggal sendiri,tapi apa boleh buat.ia memilih untuk terus mengalah demi cintanya pada dokter kirana.


"Kok ngelamun terus chand,lagi mikirin apa?", tanya kirana penasaran.


Chandra tersenyum dipaksakan,ia merasa sedih,karna bapaknya seperti minder,pada kedua besannya yg memiliki jabatan.


"Saya cuma kecapen aja sayang,mungkin karna kesibukan beberapa hari belakangan ini", jawab chandra.


Matanya nanar memandang langit langit kamarnya kirana yg kini menjadi miliknya juga.


"Nak Chandra,ada yg mencarimu", ucap bu Wongso,Nenek mertuanya.


Chandra tanpa menjawab,beranjak bangun menemui tamu yg dimaksud nenek.


"Bapak!", Chandra terperanjat melihat bapaknya yg datang,disambutnya bapaknya dengan pelukan hangat.


"Kirana!", Chandra memanggil isterinya,untuk diajak duduk dulu,sekedar menghormati bapaknya yg datang,namun kirana menampakkan sikap yg acuh.


"Chandra,sudahlah nak.bapak mengerti,kirana mungkin kecapean", ucap bapak.


Ia selalu begitu,padahal kutahu sinar mstanya penuh kekecewaan pada menantunya yg kurang menghargai itu.


"Ini bapakmu ya chand?", tanya pak wongso penuh selidik.


Saya mengangguk seperti menangkap kesan lain di wajah pak wongso,ia sepertinya menyepelekan bapakku yg hanya kuli bangunan.


"Ada perlu apa kesini?", tanya pak wongso,yg mungkin dianggapnya baik,tapi menurutku seperti pertanyaan tak suka,bila bapakku sering kesini.


"Chandra kan anaknya pak,wajar dong kesini,rumah ini dari dulu selalu terbuka bagi siapa saja", ucap dokter zalimah


Dokter zalimah,wanita yg memiliki budi luhur yg tinggi,ia terlahir dan besar di desa,tapi memiliki adab adab yg mulia.


"Begitu ya,maaf kalau bapak salah ucap", pak wongso,langsung ngeloyor pergj


"Maaf ya pak,saya baru lihat bapak.", ucap dokter zalimah sopan.

__ADS_1


Chandra tersenyum lega,saat mertua perempuannya datang,suasana yg tadi dingin berubah hangat.dokter zalimah sangat pintar menghangatkan suasana hati.


"Tidak apa apa dokter,kebetulan saya kangen chandra,jadi ya kesini",kata bapakku.


"Ini rumah anaknya bapak juga,jangan segan segan kesini,kalau perlu bapak pindah kesini saja,biar makin ramai", ucap dokter zalimah,sambil menghidangkan 2 Cangkir kopi hitam.


"Tak usahlah dokter,disambut begini saja,saya sudah sangat berterima kasih", Dalih bapak.


Ia selalu merendah dihadapan besan besannya yg memiliki segala galanya.


"Kirana mana?,kok gak keluar?", tanya dokter zalimah,saat melihat kirana tidak ada disitu.


"Dikamar bunda", sahutku.


Dokter zalimah pun kekamar menemui putrinya,obrolan mereka dapat kudengar.


"Keluar,temui mertuamu kirana,ia juga bapakmu.tak baik bersikap begitu", ucap dokter zalimah.


Tak lama setelah dokter zalimah bicara,kirana keluar dari kamarnya dan menemui bapak mertuanya yg sedang mengobrol dengan Chandra.


"Istirahat aja nak,kalau capek", ujar bapaknya chandra.


kirana tersenyum,namun dapat terlihat,itu senyuman yg dipaksakan.


"Tadi udah istirahat pak", sahut kirana.


"Chandra,panggil bapaknya masuk makan nak", panggil dokter zalimah,yg rupanya sudah menyiapkan hidangan makan siang.


"Ayo dimakan pak,jangan sungkan sungkan", dokter zalimah,melayani bapak dengan sangat ramah,membuat bapak yg tadinya risih mulai kurang kekakuannya.


"Masakan dokter sangat enak", puji bapaknya Chandra.


Dokter zalimah tersipu sipu,ia merasa pujian bapaknya chandra tidak sesuai kenyataan,karena ia juga merasa tidak terlalu terampil mengolah bahan makanan menjadi menu yg enak.


"Wahh,lagi pada makan rupanya", ucap pak arya yg baru datang dari kantornya.


"Iya pak,silahkan ikut makan bersama kami", ucapku.


Kuambilkan piring pak arya dan menyendokkan nasi ke piringnya.


"Cukup Chandra,kamu benar benar menantu yg baik", kata pak arya.


Ia memang sudah cukup akrab denganku,jauh sebelum menikah dengan kirana.


"Kok cepat berhenti makannya pak?", pak arya heran melihat bapakku yg cepat berhenti.


"Kan dari tadi makannya pak,pak arya aja yg terlambat", ucap bapak.

__ADS_1


"Untung cepat datang,kalau tidak. mungkin udah kehabisan", Canda pak arya.


Mereka tak berhentinya mengobrol sambil becanda,membuatku merasa bahagia,bisa menyatukan 2 keluarga.meskipun sikap pak wongso kurang bersahabat.tapi kedua mertuaku selalu bisa mencairkan suasana.


__ADS_2