
kepergian ibuku menorehkan luka teramat dalam di hidupku,berbagai peristiwa terjadi begitu saja,membuatku bagai hidup di alam ilusi,seminggu setelah kepergian ibuku,aku pamit ke bapakku untuk kembali ke jawa lagi,tapi aku memilih ke surabaya unfuk mengadu nasib,padahal pekerjaan lamaku cukup memberiku penghidupan yg layak,namun ingatan tentang kirana terus mengusik hatiku.
"Jangan konyol refly,kirana tak mungkin menerimamu,kenapa harus meninggalkan profesimu disini", ucap bastian,sahabatku saat kukabarkan tak kembali lagi ke situ
"Aku ingin perjuangkan cintaku bas", ucapku
"Puihh,wanita antre menantimu refly,buang jauh jauh rasa cintamu itu", ujar bastian
"Tapi yg satu ini buatku bertekuk lutut bas,jiwaku pernah melebur ke dalam jiwanya bas", ucapanku membuat bastian terbahak bahak,dan memutuskan saluran telepon
***********
Aku tiba di surabaya dan menginap dulu di penginapan,sambil mencari kostan yg baru,ternyata tak sulit memperoleh kostan di surabaya
"Berapa sewanya cak?", tanyaku
"400 ribu perbulan", ucapnya
Segera kuberikan uang 1.200.000 untuk bayaran 3 bulan.
"Terima kasih ya mas,semoga betah disini", ucapnya.
Kutelusuri daftar Rumah sakit yg ada di kota Surabaya dengan bantuan google.
Ternyata tak sulit menemukan Jejak Dokter Kiranaku yg jelita,karena ia seorang ahli bedah syaraf.
Rupanya ia seorang dokter yg sangat terkenal di kota ini,karena perannya yg sangat penting di dunia bedah dan non bedah
"Maaf dokter,saya ingin bertanya,doktsr kirana ada nggak?", tanyaku pada seorang dokter di rumah sakit tempat kirania mengabdi
"Ooh,Dokter kirana pagi pagi terbang ke kalimantan mas,jadwal operasinya jam 11.00", ucap dokter itu
"Tapi gak sampai nginap kok,sore pulang lagi,karena ada jadwalnya juga nanti malam", tambah dokter itu
"Tak apalah,yg penting sudah kutahu tempat kerja dan alamatnya", bathinku.
Aku mencoba mengajukan lamaran kerja di sebuah perusahaan yg bergerak di bidang ekspor dan impor,alhamdulillah nasib baik sedang berpihak,aku diterima kerja disitu.kebetulan bahasa inggerisku sangat baik jadi bisa duduk di staf eksportir.untuk memasarkan produk ke luar negeri.
"Karyawan baru ya?", tanya seorang wanita berambut panjang dan berkacamata
"Iya mbak,kenalkan namaku refly", ucapku sambil mengulurkan tanganku,sebagai tanda perkenalan.
"Saya amaira mas", ucapnya,ia terseyum menampakkan deretan giginya yg teratur rapi.
"Selamat bergabung mas,semoga kita bersama sama,bisa membawa perusahaan ini lebih maju", ucapnya dengan lembut
Wanita yg Cantik menurutku,tapi penampilannya lebih menyerupai anak kuliahan dibanding wanita kantoran.
"Iya mbak", ucapku
Lalu aku ke meja kerjaku,mengerjakan semua tugas tugas dari direktur utama,aku harus giat dan lebih fokus lagi bekerja.
**********
Amaira makin dekat denganku,tapi aku sulit mengartikan kedekatanku,karena hatiku telah terpaut pada kirana yg tinggal sekota denganku meskipun hingga detik ini belum pernah bertemu.
"Mas refly tinggal dimana disini?", tanya amaira
"aku tinggal di kostan mbak,emang kenapa?", aku bertanya balik
__ADS_1
"Tinggal dirumahku aja mas,rumahku besar kok,juga disitu hanya ada nenekku yg sudah sepuh", ucap amaira
"Terima kasih mbak,tapi aku lebih suka hidup mandiri", ujarku.
**********
Amaira selalu menampakkan perhatian yg lebih terhadapku dan selalu mengajakku berdiskusi tentang pekerjaanku yg bergerak di bidang eksportir dan importir.
"Mas refly udah makan belum?", tanya amaira di sela sela kesibukanku.yg masih berkutat dengan dokumen.
"Belum,nanti aja", jawabku singkat.
"Nanti makan bareng ya mas", ucap amaira
Ia duduk di depanku,sepertinya menunggu pekerjaanku selesai.
"Duluan aja ya mbak,aku masih sibuk kerja", ucapku
"Selesaiin aja kerjanya mas,gpp kok ku tunggu", ucap amaira lagi
Aku menjadi risih ditungguin,jadinya dokumen dokumen kumasukkan dalam tasku,dan membawanya pulang kerumah.
"Gpp,ku kerja dirumah aja", bathinku
"Makan di lesehan aja ya mas,biar lebih santai", ucap amaira
"Mas,mau makan apa?", tanya amaira
"pecel lele aja mai", ucapku
Amairapun memesan makanan yg sama denganku.dan memakannya dengan lahap,mungkin karena dari pagi tak makan apa" kecuali kopi.
Suara itu sangat familiar di telingaku
"Ini pesanannya dokter", ucap penjual itu
"Terima kasih ya cak", ucap dokter itu
Tiba tiba,aku tersentak,bukannya itu kirana,wanita yg membuatku rela pindah ke kota ini.
"Kiranaa,tunggu!", teriakku
Ia nampak terkejut melihatku dan buru buru masuk ke mobilnya dan menguncinya.
"Kirana,buka pintunya", ucapku dan menggedor gedor pintu mobilnya,tapi kirana melaju cepat meninggalkanku
"Mas refly,kenal dokter itu?", tanya amaira
"Iya mai", ucapku seadanya
Selera makanku,tiba tiba hilang,kirana sepertinya tak mau memaafkan kesalahanku di masa lalu.
"Mai,pulang yuuk,kepalaku pening", ucapku
********
Mas refly sosok pekerja keras,ia tahan duduk berjam jam di depan komputer,membuatku kagum,ia juga sosok yg sangat tampan,pribadi yg tenang membuatku makin ingin dekat dengannya.tapi Refly seperti bongkahan gunung es yg susah didekati
"Mas refly kayaknya sombong ya mai", ucap Riska teman sekantorku
__ADS_1
"Gak sombong,hanya ia terlalu serius dalam pekerjaan", ucapku
"Biasanya cowok kalau udah dideketin,ada respon,ini mah terlalu cuek", ucap Riska
Kami sangat penasaran ke Refly yg seakan tak pernah menghiraukan kami.
"Mungkin refly udah punya pacar", ucapku dalam hati
Suatu hari,Refly mengikuti seminar disustu hotel,mendamping direktur utama.
Keisenganku tiba tiba mencuat begitu saja,kubuka laci meja kerjanya dan memeriksa semua buku bukunya,tiba tiba terjatuh foto cewek.
Kuamati foto cewek cantik tersebut
"Inikan foto dokter yg kemarin dikejar Refly".
"Lalu apa hubungan Refly dengan dokter cantik itu?", ucapku dalam hati.
Refly memang terlihat seperti orang frustasi
"Apa ia peenah putus cinta,hingga membuatnya trauma dekat dekat cewek lagi", bathinku
Aku mulai merasakan ada getaran aneh bila berada di dekat mas refly
"Aku harus memenangkan hatimu mas", ucapku
"Amaira,kamu sedang apa",ucap mas refly mengagetkanku,yg masih berdiri mematung didepan meja kerjanya.
"Kirain mas refly,gak ke kantor hari ini", ucapku berkilah,untung foto ceweknya udah kusimpan tadi.
"Rapat cepet selesai kok mai", ucap mas refly
Ia membuka jasnya dan duduk bersandar di kursinya.
Ia menghela napas panjang,seperti sangat kelelahan.
"Minum kopinya dulu mas", ucapku menyodorkan secangkir kopi panas
"Terima kasih ya mai", ucap mas refly
"Mas,amaira boleh tanya nggak?", ucapku
"Tanya aja mai,gpp kok", ucap mas Refly sambil menyeruput kopinya
"Siapa dokter yg kemarin mas kejar itu?", tanyaku pelan pelan,takut menyinggung perasaan mas Refly
"Ia masa laluku mai,namanya kirana", ucap mas Refly
Pandangannya menerawang jauh seolah olah dilihatnya kirana dibalik kaca jendela itu.
"Mas Refly mencintainya?", tanyaku
"Selalu dan hingga sekarang pun,cinta itu tetap utuh untuknya mai", ucapan Mas Refly,sungguh seperti belati menembus jantungku,yg entah kenapa terbakar api cemburu.
"Pindah kesinipun,karena mengejar kirana,yg belum membuka pintu maaf untukku",Tambah mas Refly lagi
"Cukup mas,Sudah Cukup kau bahas tentang rasa cintamu ke Kirana,hanya menambah rasa sakit hatiku", ucapku dalam hati
Hatiku telah menangis mendengar penuturan mas Refly tentang rasa cintanya ke dokter kirana
__ADS_1
"