
Kirana mendapat cuti dan pulang istirahat dirumahnya yg tetap setia berdampingan dengan kuburun tua,yg sudah seperti satu ikatan yg tak bisa terpisahkan.
"Kirana,apa kamu sakit?", tanya bundanya.
Kirana tak menjawab,ia tetap memejamkan matanya dan memegang pelipisnya.
"Badanmu panas nak", tambah bunda zalimah lagi.
"Bunda,tolong urus kepindahanku kesini ,saya sudah malas ke surabaya lagi", ucap kirana.
"baiklah nak kalau begitu", ucap dokter zalimah.
Kirana sudah 2 hari terbaring lenah,sepertinya ada sesuatu yg sangat mengganjal hatinya,ia tetap terbaring seperti tak ada gairah hidup lagi.
"kirana,kamu harus kuat sayang", refly tiba tiba berdiri dihadapan kirana yg sedang menatap langit langi kamarnya.
"Kirana tetaplah semangat,ayo bangun sayang", kirana tersenyum menatap refly yg tengah berbicara dengannya.
"Refly,bawa aku bersamamu,aku sudah capek tinggal di dunia ini", pinta kirana.
Ia menangis sesenggukan,membuat refly ikut menangis .
"Jangan kirana,belum waktunya kamu tinggalkan dunia,aku mencintaimu kirana dan sangat menyayangimu,tolong jangan siksa dirimu dengan murung begitu,bangkitlah", ucap refly.
Kirana,seperti kehilangan akal sehatnya,ia terus berbicara seolah refly sedang bersamanya.membuat dokter zalimah,menangis sesenggukan melihat kondisi anaknya yg depresi.
"kirana,jangan terbawa perasaan nak,ikhlaskan refly pergi", ucap dokter zalimah
Ia terus membujuk kirana,agar berhenti mengigau dan terus menangis.
"Bunda,kirana tidak gila,kirana merasa sangat berdosa pada refly yg harus mendekam dalam penjara sekian lama,untuk menebus dosa yg bukan dilakukannya", ucap kirana.
Dokter zalimah ikut menangis bersama putrinya,dibelainya rambut kirana yg hitam legam.
Tok tok tok!
Terdengar ada ketukan pintu dari luar,memecah keheningan di rumah dokter zalimah.
"Silahkan masuk,pintunya gak ditutup kok",Teriak dokter zalimah,lalu keluar melihat siapa yg datang.
__ADS_1
"Oo,nak chandra,silahkan masuk nak", ucap dokter zalimah dengan ramah
"Kirana ada ya bu?", tanya chandra.
"Ada nak dikamar,masuk aja,kirana nampaknya mengalami trauma", sahut dokter zalimah.
Ia sudah sangat mengenali chandra dari kecil,makanya dibebaskan masuk ke kamar kirana.
"Kirana,gimana keadaanmu?", tanya chandra saat duduk di kursi depan ranjang kirana,dimana kirana tergolek lemah.
Kirana menatap chandra dengan tatapan sendu,membuat chandra merasa iba,pada kondisi sahabat yg sebenarnya sangat dicintainya itu.
"Chandraaaaa", tiba tiba kirana bangkit dan memeluk chandra sambil menangis.
"Hikss,hikss,hikss", ratap kirana.
Chandra terdiam saja,membiarkan kirana menumpahkan tangisannya sepuas hatinya di dada chandra,ia mengusap usap punggung kirana,ia dapat memahami kondisi kirana saat ini,dan ia tidak memaksakan cintanya ke kirana,ia ingin menjalin hubungan tanpa ada rasa terpaksa.
"Maafkan aku chandra,aku belum bisa menerima lamaranmu,berikan aku waktu", ucap chandra.
Chandra tersenyum,ia makin mengeratkan pelukannya ke kirana,membuat kirana merasa aman dan tenteram,membuat kirana terlelap tidur.
"Ia sangat tertekan bu,jangan ada yg membantahnya dulu,biarkan ia berbuat sesuatu yg diinginkannya,selama tidak merugikan dirinya sendiri", ucap chandra.
"Iya nak,ibu faham soal itu,oh ya,kabarnya kamu kerja di kantor pengadilan ya?", tanya dokter zalimah.
Chandra tersenyum menanggapi,ia sebenarnya merasa damai bila berada di rumah dokter zalimah.hanya waktu yg belum mengizinkannya untuk tinggal disini,tapi dilubuk hatinya yang paling dalam,sangat berharap,suatu saat bisa bersatu dalam ikatan satu keluarga dengan orang orang istimewa dalam rumah ini.
"Mari kita makan bersama nak,ibu sudah siapkan didalam", ucap dokter zalimah,membuatku tak bisa menolak lagi.
"Makan yang banyak nak", ucap dokter zalimah,menyendokkan lauk dan nasi ke piringku,membuatku jadi salah tingkah.
"Iya bu", ucapku malu malu.
"Jangan malu chand,anggaplah rumah sendiri", seloroh,bagas yg rupanya ikut bergabung makan bersama.
"Tadinya sih gak malu gas,pas kamu datang,jadi malu dehh", ucapku tak mau kalah oleh candaan bagas.
"Anggaplah rumah sendiri,kamu kan calon menantu disini", tambah bagas,mengerling kearahku,membuatku menginjak kakinya.
__ADS_1
"Auwww!", teriak bagas kesakitan.
"Kamu kenapa gas?", tanya dokter zalimah,saat melihat bagas meringis kesakitan
"Csaon mantu ibu ini,menginjak kakiku", ucap bagas.
Kamipun tertawa bersama,makan sambil bercanda.
"Bundaaa!", terdengar suara kirana dari dalam kamar,membuatku seperti mendengar alunan musik yg menyentuh jiwa.
Entah kenapa,semenjak kurasakan jatuh cinta pada kirana,baik suara maupun derap langkah kirana,seperti menemukan oase dipadang gersang.
"Iya sayang,tunggu", ucap dokter zalimah,mendatangi putrinya di kamar.
"Chandra mana bunda?", terdengar kirana mencariku.
Cepat cepat kuhabiskan makananku dan menemui kirana dalam kamar,dokter zalimah sepertinya sangat memahami perasaanku,ia lalu meninggalkanku berdua dengan kirana.
"Chandra", kirana kembali bergelayut mesra di pundakku,membuatku tak bisa menahan perasaan.
Kuraih tubuh kirana dalam pelukanku dan mencium bibirnya yg merekah,entah kenapa kirana membalas ciumanku dan terus meraba raba bagian bagian sensitif yg membakar birahiku.
"Chandra,mmmhhh", Kirana mendesah kenikmatan saat kutelusuri leher jenjangnya dengan ciumanku yg menggelora.Ia terus menggelinjang,mendesah kenikmatan saat kucium bagian dadanya.
"Chandra kok berhenti", protes kirana saat kuhentikan aksiku.
"Kirana,kita harus menjaga batas,setelah kita menikah,semuanya baru kita lakukan",ucapku saat menyadari ku telah melampaui batas.
Tapi kirana sepertinya sudah betul betul dimabuk cinta,ia mengunci pintu kamar dan membuka seluruh pakaiannya di depanku,hingga nampak seluruh lekuk lekuk tubuhnya yg indah.
"Chandra,aku merindukanmu",kirana terus menggumuliku,namun berbagai cara kulakukan,agar aku tak terbuai, oleh nafsu yg menurutku,diluar kesadaran kirana
Ku totok urat sarafnya agar berhenti dari kelakuannya yg tidak lumrah itu.
"Bu,saya pamit pulang dulu ya", ucapku pada dokter kirana,yg sepertinya memandangku penuh kecurigaan.
"Pasti dokter zalimah,mengira aku telah berbuat sesuatu,padahal tidak", bathinku.
"
__ADS_1