
Di sebuah ruangan nampak dokter Fadli tengah berbicara serius dengan dokter kirana,dokter Fadli terlihat begitu antusias,ia memberikan Kirana seikat bunga mawar dan sebuah cincin bertahtakan berlian yg sangat indah
"Saya belum bisa menerima inibfad,statusku belum selesai dipengadilan"Ucap Kirana menepis dengan halus tangan dokter Fadli yg berniat melingkarkan cincin itu dijari manis Kirana.
"Terimalah Kirana,ini sebagai tanda cintaku,aku mau kok menunggu mu,hingga selesai masa iddahnya", dokter Fadli terus menerus mendesak Kirana membuat Kirana menjadi bingung
"Kirana,mau kan?,kamu harus mau Kirana", dokter Fadli terus mendesak Kirana .
"Baiklah kalau begitu fad", ucap Kirana mengangguk.
Dokter Fadli sangat senang mendengarnya,sambil tersenyum senyum,ia memasang cincin itu dijari manis Kirana.setelah itu mengecup kening Kirana dengan penuh kasih sayang
"Terima kasih ya sayang", ucap dokter Fadli,ia meraih tangan Kirana dan menciumnya.
Dokter kirana hanya terdiam,disudut hatinya ada perasaan sedih mengingat Chandra,Kirana mulai merasakan kesedihan yg mendalam karena terpisah dengan suami yg sebetulnya sangat baik baginya,ia mulai mengkhawatirkan pernikahannya kelak dengan dokter Fadli yg entah bisa bahagia atau tidak.
"Dokter,ada pasien yg satu jam kedepan akan dioperasi,dokter Fadli diharap siap siap", ujar seorang dokter,rekan dokter Fadli sendiri saat menjalankan tugas.
"Baiklah dokter,kurasa dokter kirana juga bisa gabung dengan tim kita,bagaimana dokter kirana,bisa kan?", tanya dokter Fadli .
"Baiklah kalau begitu,kebetulan tim ku hari ini,lepas tugas", jawab dokter Kirana.
Merekapun beriringan menuju ruang meeting sebelum masuk di ruang operasi,karena kekompakan dalam menjalankan tugas sangat penting.
"Selamat siang semua,untuk para dokter yg akan memasuki ruang operasi agar segera berdoa semoga Allah memberikan kemudahan dalam mengerjakan tugas mulia ini", ucap dokter Harun,seorang dokter yg paling senior diantara para dokter yg hadir itu.
Merekapun segera memanjatkan doa dan harapan agar berhasil dalam tugas .
Di tempat terpisah,Chandra tengah berada di rumah sakit jiwa untuk menengok Nania yg sedang menjalani terapi.
Nania sudah mulai ada perubahan, sikap nya tak segarang dulu lagi,bahkan sudah bisa mengetahui jadwalnya mandi,makan dan minum obat tanpa bantuan perawat lagi.nania juga mulai bisa mengenali chandra meskipun terkadang masih bingung.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu Nania?", tanya Chandra saat mendekati Nania yg sudah bisa menyapu ruangannya sendiri.
"Alhamdulillah pak,sudah agak baikan", jawab Nania.
Chandra tersenyum mendengar jawaban Nania,artinya Nania belum terlalu pulih betul.buktinya ia masih memanggilnya dengan sebutan bapak.
"Nania saya Chandra,kamu masih ingat kan?", Chandra berusaha mengingatkan Nania,tapi Nania menggeleng,memorinya seperti tak mengingat apapun tentang Chandra,ia melanjutkan aktivitas bersih bersihnya.
"Wahh,kerjamu bersih sekali Nania", ucap Restu,Perawat laki laki yg selalu mendampingi Nania.
Nania tersenyum,ia sepertinya sangat senang dipuji Restu.
"Terima kasih mas Restu", sahut Nania.
Restu senang melihat perkembangan Nania yg nampaknya banyak mengalami kemajuan,ia menatap Nania yg sekarang jauh lebih cantik.
"Ternyata kamu gadis yg sangat cantik Nania", puji restu dalam hatinya.
Chandra yg tengah berada di dekat Nania,melihat ada binar kekaguman dari Restu entah kenapa tiba tiba merasakan ada kecemburuan yg tiba tiba menyeruak dihatinya.
Chandra seperti berperang dengan perasaannya sendiri,ia seolah olah ingin hatinya hanya menganggap Nania,wanita malang yg ditolongnya,tanpa pernah mengenali sebelumnya.
"Mas Restu,titip Nania ya,kalau ada sesuatu,mas Restu boleh menghubungi saya", ucapnya dengan keadaan terpaksa ke Restu saking ingin melawan rasa egonya
"Baiklah pak Chandra,percayakan saja ke kami, Insya Allah kami amanah kok", ucap Restu tergopoh gopoh menyambut tangan Chandra
Restu merasa sangat bahagia dipercayakan Chandra yg ia ketahui saudara jauhnya Nania.
Chandra melangkah ke mobilnya dengan perasaan yang tak menentu.
"Apa sebenarnya yg terjadi dengan diriku ini,wahai hati,jangan pernah bilang ya,jika kamu menyimpan perasaan untuk Nania",Chandra terus berbicara dengan perasaannya yg makin merasakan getaran aneh.
__ADS_1
Diraihnya kunci mobilnya,yg entah kenapa merogoh sakunya saja terasa sulit,tangannya bergetar,dadanya berdegup kencang,seperti ada sesuatu yg telah menimpa dirinya.
"Nania,apa yg kau lakukan disini?", tanya chandra heran melihat Nania berdiri tepat di depannya sambil tersenyum.
"Saya mau ikut mas Chandra", jawab Nania.
"Kau kau,mengenaliku Nania?", Chandra begitu terkejut,karena Nania baru saja tadi tak mengenalinya,sekarang malah kelihatan begitu akrab memanggilnya.
"Pak Chandra saya bukan Nania,saya hanya mau mengembalikan ini", ucap cleaning service cewek itu,membuat Chandra memukuli jidatnya sendiri.
"Astaghfirullah,maaf,saya tadi sedang melamun", ucap chandra,rupanya kunci mobilnya tadi terjatuh dikoridor rumah sakit
"Saya tadi teriak memanggil bapak,tapi tak mendengarnya,maaf pak,saya harus kembali bekerja lagi", ucap cleaning service itu tersenyum.
Chandra merasa sangat bodoh didepan cleaning service itu tadi,ia bahkan merasa sangat malu.
"Tuhan,tolong jauhkan hatiku dari Nania", ucap chandra pada hatinya,yg mulai diliputi rasa gelisah
Chandra dengan hati penuh kerisauan menyalakan mesin mobilnya menjauh dari pelataran rumah sakit jiwa,ia ingin pergi jauh dulu untuk sementara waktu,ia tak mau hatinya tercuri oleh Nania yg pernah ditolaknya mentah mentah.
Sementara itu Kirana yg selesai menjalankan tugasnya bersama dokter Fadli,meluncur ke sebuah rumah makan Padang untuk makan malam,dokter kirana sudah lama tak menikmati nasi Padang dengan rendang khas Minang serta sambel ijo yg menggugah selera.
"Kebetulan saya juga sudah lama ingin makan nasi Padang Kirana", ucap dokter Fadli menarik kursi,mereka sengaja memilih meja yg terletak dipojok yg agak sepi dari pengunjung.
"Ini juga menu faforitku fad", sambung Kirana.
Setelah mereka duduk,datang pramusaji membawakan pesanan mereka.merekapun segera menyantap penuh kenikmatan,setelah mencuci tangannya.
"Ini yg paling kusuka disini,rendang,sambel ijo,perkedel kentang dan sambel pare campur taoconya", ujar Kirana sambil mendesis kepedasan karna makan sambel ijo sekaligus sambaladonya.
"Saya juga Kirana,hanya disini kita terkadang kehabisan karena jadwal kerja yg padat,terkadang malam baru kita pulang jadinya udah kehabisan", imbuh dokter Fadli.
__ADS_1
"Saya sebenarnya kasian ke pasien tadi fad, sepertinya mereka dari keluarga tak mampu,bayangin aja mereka harus tidur di luar,karena tak mampu membayar biaya kamar", dokter kirana memandang wajah dokter Fadli dengan sedih.
Dokter Fadli yg biasa membantu keluarga pasien menggalang dana nampak sedang berpikir keras,sepertinya ia mencari solusi untuk membantu keluarga tak mampu itu.