
Dokter zalimah yg masih dalam keadaan berkabung atas meninggalnya Melani memiliki rutinitas baru ,dimana setiap sore hari duduk berlama lama di pemakaman cucunya, berbagai kenangan manis yg pernah ditorehkan Melani terus menerus terbayang di pelupuk matanya.
"Bunda,tolong ikhlaskan kepergian cucu kita", pak Arya datang mengusap usap punggung isterinya,meskipun sebenarnya hatinya juga ikut bersedih dan merasa kehilangan.
"Seharusnya di masa masa pensiun kita ini, Melani bersama kita mas", ucap dokter zalimah lirih.
Rasa duka masih belum hilang di hatinya,iapun berdiri dan berjalan meninggalkan pemakaman kembali ke rumahnya.
"Saya sebenarnya memikirkan Kirana bunda, entah kenapa ayah merasa Kirana memiliki gangguan jiwa", ucap pak Arya menatap isterinya.
"Bagaimana mas bisa menyimpulkan jika Kirana ada kelainan?", dokter zalimah terlihat sangat penasaran menatap suaminya dengan penuh penasaran
"Saya hanya berkata berdasarkan pandanganku saja bunda,bunda seorang dokter,tentu lebih bisa mengamati Kirana", ucap pak Arya.
Dokter zalimah membetulkan tempat duduknya,sejenak ia berpikir,memikirkan kirana yg memang sepertinya bukan seutuhnya Kirana lagi,Kirana bahkan seperti sosok orang asing dirumah ya sendiri,bahkan Chandra pun yg pernah menjadi sahabat karibnya sedari balita,sepertinya tak mengenali chandra yg telah berubah status menjadi suaminya.
"Astaghfirullah mas,kenapa baru sekarang kusadari!",pekik dokter zalimah memegang kepalanya.
"Sebaiknya Kirana jangan kita biarkan bunda"pak arya kelihatan gelisah.
Sementara itu dokter zalimah sedang menghubungi nomor Chandra.
(Ya bunda,apa ada yg bisa Saya bantu) balasan Chandra
(Kesini aja,bunda dan ayah mau bicara sesuatu) balas dokter zalimah
(Baiklah bunda,sore aja ya,pulang dari kantor) Pesan Chandra.
__ADS_1
Chandra mengerutkan keningnya,entah kedua mertuanya mau bicara apa lagi,tapi ia tetap akan datang,mengingat kebaikan kedua mertuanya itu yg telah menganggapnya anak sendiri.
Kirana memiliki 2 kepribadian yang sangat berbeda,kadang baik dan berjiwa sosial,namun hanya berselang beberapa menit kemudian berubah menjadi sisi yg tidak peduli sesama,bahkan seperti tak mengenali dirinya sendiri hingga lupa jika dirinya telah memiliki keluarga.
Dokter Fadli tergesa gesa berjalan di koridor rumah sakit,ia berpapasan dengan dokter kirana yg berjalan dengan santainya tanpa tersenyum sedikitpun padanya.
"Kirana", sapa dokter Fadli yg keheranan melihat tingkah Kirana yg cuek padanya
"Iya dokter,maaf saya buru buru", ucap dokter Kirana seadanya.
Dokter Fadli berpikir,apa sebenarnya kesalahannya hingga membuat dokter kirana secuek itu,padahal ia merasa tak memiliki salah apapun .
Dokter Fadli hendak mengejar Kirana dan bertanya tapi ia juga sedang terburu-buru,ia harus menangani pasiennya yg sudah menunggu dari tadi.hingfa ia mengurungkan niatnya mengejar Kirana.
**********
"Kok cepat amat pulangnya?", tanya pak Arya saat melihat Chandra tiba tiba berdiri diambang pintu.
Chandra tanpa menjawab langsung menyalami tangan kedua mertuanya itu dan duduk.
"Jadwal sidang ditunda yah,jadi saya langsung kesini", sahut Chandra dengan santun.
"Kalau begitukita makan dulu nak,kebetulan bunda udah nyiapin makanan", ucap dokter zalimah
Mereka pun segera menuju ruang makan dan makan bersama, Chandra nampak tidak sungkan sungkan,ia makan dengan lahap membuat kedua mertuanya merasa bahagia melihat menantunya yg tidak berubah sedikitpun padanya.
"Ayo tambah lagi Chandra", ujar pak Arya.
__ADS_1
"Udah terlalu kenyang ini yah", sahut Chandra tersenyum.
Setelah selesai makan,mereka kembali ke ruang tamu mengobrol
"Bunda mau tanya ke kamu nak,tolong jawab dengan jujur?", tanya dokter zalimah pada Chandra.
"Silahkan bunda ", Ucap Chandra.
"Menurutmu, selama berumah tangga dengan Kirana,apa kamu tak melihat ada kejanggalan pada kepribadiannya?", tanya dokter zalimah.
Chandra sejenak terdiam, pada diri kirana sangat banyak kejanggalan,ia terkadang sedang asyik melamun seperti tenggelam dalam dunianya sendiri, terkadang berubah jadi sosok isteri yg sangat baik,tak lama setelah itu berubah lagi jadi sosok yg seperti tak mengenali dirinya sendiri bahkan terhadap anaknya sekalipun..
"Saya sebenarnya sudah tahu jika Kirana memiliki kepribadian ganda,makanya saya tetap bersabar menghadapinya bunda", jawab Chandra dengan mimik sedih.
Pak Arya menatap Chandra dengan perasaan iba,ia tak ingin perceraian terjadi antara kirana dan Chandra,makanya ia memanggil Chandra untuk membicarakan yang terbaik untuk anak dan menantunya.
"Sebaiknya Kirana kita bawa ke psikiater bunda", ucap pak Arya pada isterinya itu.
Dokter zalimah mengangguk,ia akan menghubungi salah satu temannya yg seorang ahli psikolog ternama di kota ini.
"Tapi bagaimana dengan Kirana bunda?,takutnya ia menolak karena Kirana tak mungkin mau mengakui jika punya kelainan jiwa", ucap Chandra
Pak Arya terdiam mendengarnya,ia sangat faham kepribadian anaknya yg begitu keras.
Ditempat lain,Kirana duduk termenung di ruang kerjanya,ia merasakan kekosongan dalam hatinya yg tiba tiba datang.dibayangkannya raut wajah refly yg dulu dikasihinya,saat pergi meninggalkan dunia untuk selamanya.
Ia juga teringat dokter erwin yg kembali mengusik hidupnya,yg membuat nya bingung kenapa dokter erwin masih datang untuknya .padahal ialah yg menyebabkan dokter erwin terpenjara beberapa tahun lamanya.
__ADS_1