
Chandra meraih ponselnya yg bergetar yg ia simpan di laci meja kerjanya.ia terkejut saat membaca kotak masuk selulernya.
(Terima kasih ya chand atas bantuannya,maaf saya tak sempat pamit,sekarang saya di kampung orang tuaku,maaf jika terburu buru) Isi pesan dari nomor baru,yg kuyakini miliknya Nania.
Chandra tak membalasnya,ia meletakkan kembali benda pipihnya di depannya, Chandra seolah tak percaya jika Nania sudah sesehat itu, hingga bisa kembali secepatnya ke kampungnya.
"Bukannya kedua orang tua Nania tak pernah pedulikan Nania lagi", pikir Chandra.
Lalu Chandra menghubungi pihak rumah sakit untuk menanyakan perihal Nania.
(Halo) terdengar suara lembut seorang wanita diseberang sana
(Ya halo,maaf dengan siapa) sambung wanita itu sebelum Chandra bicara
Chandra berpikir sejenak,ia mencurigai ada sesuatu yg tak beres perihal Nania yg tak mungkin bisa secepat itu pulih ingatannya.
(Saya menemukan seorang wanita yg tersesat Bu,sepertinya ia pasien rumah sakit jiwa disitu,saya ingin memastikan saja Bu,siapa tau anda kehilangan satu pasien) Ucap Chandra.
(Ok iya mas,sebentar kuhubungi lagi,saya mau konfirmasikan dulu ke pihak rumah sakit,nanti mas,boleh hubungi saya lagi) ucap wanita itu memtuskan sambungan teleponnya.
Berselang 10 menit kemudian Chandra menghubungi pihak rumah sakit lagi, ternyata yg mengangkat bukan si wanita itu lagi,melainkan suara lelaki yg bersuara berat.
(Pasien disini lengkap semua kok mas,2 bulan terakhir ini,tak ada pasien yg keluar) ucap lelaki itu yg sepertinya sedang menjalankan skenarionya,karena Chandra jelas jelas mendengar ada suara bisik bisik seorang wanita di belakangnya.
Chandra menutup obrolan itu yg sepertinya tak berguna lagi, Chandra ingin menyelidiki sendiri apa yg sebenarnya terjadi dalam rumah sakit jiwa itu.
****************
Dokter Fadli terkejut tiba tiba didatangi dokter Kirana sambil tersenyum senyum,padahal kemarin memberi respon yang sangat cuek bahkan seperti tak mengenalinya sebagai seorang kekasih.
"Temenin nonton di bioskop yuuk", ajak Kirana yg menghempaskan pantatnya duduk disofa yg disediakan dokter Fadli dirusngannya sebagai tempat pelepas lelahnya.
"Emang mau lihat film apa sayang?", tanya dokter Fadli sedikit menggoda Kirana yg angin anginan itu.
"Mau nonton Shakespeare in love", jawab kirana.
Dokter Fadli terlihat sedang menyelesaikan tugas ya yg sedang menulis,kemudian meletakkan dokumen itu kedalam lacinya dan berdiri mendekati dokter Kirana.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu,emang jam berapa kita pergi ?", dokter Fadli terpaksa menuruti keinginan Kirana yg suka ngambek bila tak dituruti kemauannya itu
"habis maghrib aja fad", ucap Kirana,yg merebahkan tubuhnya di sofa membuat dokter Fadli menggeleng geleng kan kepalanya,karena dokter Kirana begitu terbaring langsung tertidur pulas.
Dokter Fadli melanjutkan tulisannya tadi sambil terus memperhatikan dokter Kirana yg tertidur pulas.ia merasa dokter Kirana memiliki kelainan jiwa.yg membuat dokter Fadli tersentuh.tapi dokter Fadli tak berani mengatakannya ke dokter Kirana yg bisa saja membuatnya tersinggung.
Saat azan Maghrib dikumandangkan dokter Fadli membangunkan Kirana yg seperti tak mau bergeming, berulangkali dokter Fadli mengguncang tubuh dokter Kirana,tetap tak mau bangun bahkan seperti tak bereaksi.
"Kirana,, bangun.udah masuk Maghrib Lo,katanya kita mau nonton", ucap dokter Fadli mengingatkan dokter kirana yg sudah membuka matanya.
Dokter kirana mengusap usap matanya, menatap dokter Fadli dengan penuh keheranan.
"Siapa yg mau ke bioskop fad?", tanya dokter Kirana.
Dokter Fadli tersenyum lucu,melihat kejanggalan pada diri dokter Kirana yg menurutnya sangat lucu.
"Saya yg ngajak kamu Kirana,bangunlah kita ke bioskop", dokter Fadli tersenyum jenaka berusaha mengerjai Kirana yg makin terlihat kebingungan.
"Kita makan diluar aja yuuk,laper nih", dokter kirana malah mengajak dokter Fadli makan.
Dokter Fadli mengajak dokter Kirana ke Warteg yg menjual menu menu citara pedesaan yg terkenal di kotanya
Dokter kirana terlihat sangat bahagia ia memilih nasi rames dan makan sangat lahap,dokter Fadli tersenyum senyum terus.
"Ngapain lihat lihat saya!", dokter kirana menatap dokter Fadli dengan tatapan sangat galak,membuat dokter Fadli seketika ciut,di mata dokter Kirana nampak sorotan yg begitu aneh,membuat dokter Fadli makin yakin kelainan pada diri dokter Kirana.
Dokter Fadli mengalihkan dengan berpura pura mengutak-atik ponselnya.setwlqh dilihatnya kirana selesai makan,iapun segera mengajak Kirana pulang.
Dokter Kirana sedikitpun tak bicara,ia hanya berdiri menuju mobil dokter Fadli,dokter Fadli juga tak banyak bertanya lagi,ia hanya mengikuti langkah dokter Kirana yg anggun
Dokter Fadli mengantar dokter Kirana kerumahnya,sesuai permintaan nya sendiri,padahal mobil diparkiran rumah sakit.tapi dokter Fadli memilih hanya diam.
"Mampir dulu Fadli", ucap Kirana,tapi dokter Fadli menolak,karena dilihatnya pak Arya berdiri memandangnya tak bersahabat.
"Lain kali aja ya,saya buru buru mau kerumah sakit lagi", ucap dokter Fadli dengan halus.
Dokter Fadli segera tancap gas meninggalkan tempat itu,ia merasa tak nyaman saat matanya bertumbukan dengan mata pak Arya.
__ADS_1
Perasaannya masih terus berkecamuk melihat perubahan wajah pak Arya,ia tahu jika pak Arya masih menghendaki Chandra menjadi menantunya..
***********
Pak Arya menghampiri dokter Kirana yg baru saja meletakkan tasnya diatas meja.
"Sudah berapa kali ayah katakan,tolong jaga wibawamu sebagai seorang wanita bersuami Kirana", hardik pak Arya pada putrinya tersebut terlihat cuek bebek saja.
"Menurut ayah,apa salah memilih jalan sendiri", sanggah kirana pada ayahnya yg kemudian meraih tasnya,lalu masuk ke kamarnya dan menguncinya.
Pak Arya nampak resah,matanya sedikit memerah melihat kekerasan putri tunggalnya yg dari kecil hingga berumah tangga selalu bersikap egois.
"Kirana kenapa lagi yah?", tanya dokter zalimah pada suaminy yg kelihatan menegang.
Pak Arya duduk bersandar dikursinya dengan tatapan kosong.
"Saya merasa tak bisa menjadi seorang ayah yg baik bagi Kirana bunda,saya juga gagal menjadi mertua yg pantas menjadi panutan", ujar pak Arya dengan wajah yg sangat sedih.
Dokter zalimah,ikut merasa bersedih,ia sendiri meras gagal menjadi seorang ibu bagi putri satu satunya yg tumbuh dengan kasih sayang yg penuh hingga membuat Kirana tumbuh dengan sifat manja.
"Maafkan bunda ayah,seharusnya bunda lebih banyak tinggal dirumah mendidik Kirana", sahut dokter zalimah penuh penyesalan.
Kedua suami isteri itu tenggelam dalam kesedihan masing yg penuh penyesalan tak bisa mendidik Kirana menjadi pribadi yg baik.
**********
Chandra menyamar menjadi seorang cleaning service dengan meminjam kostumnya pada seorang cs dengan memberinya upah.ia mengenakan seragam itu dengan memakai masker dan kacamata hitam,hingga sulit dikenali.
Ia menuju ruangan Nania yg ternyata sudah kosong,lalu ia berpura pura masuk ke ruangan perawat untuk mendengarkan pembicaraan mereka dengan berpura pura menyapu
"Mas,tolong bersihin kamar pasien yg hilang itu ya", ucap seorang perawat padanya yg mungkin mengira jika itu cleaning service betulan.
"Maksudnya pasien yg mana gitu mbak?", tanya Chandra pura pura tidak tahu.
"Yg bernama mbak Nania itu Lo mas", sahut perawat itu kemudian pergi.
Chandra segera ke ruangan Nania,Chandra tiba tiba melihat ada percikan darah yg membuat Chandra menjadi terkejut,ia juga melihat rambut rambut yg berserakan dilantai membuat Chandra yakin jika Nania mengalami enyiksaan sebelum dibawa kabur atau melarikan diri
__ADS_1