Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
masa lalu


__ADS_3

Refly berkali kali menghubungku tapi kutolak,begitupun dengan orang tuanya yg berkali kali memohon perdamaian tetap ditolak orang tuaku.


Hukum tetap harus dilaksanakan karena Refly DKK ternyata melakukan nya dengan perencanaan,hingga mendapat pasal yg berlapis.


Aku terus menangis menyesali diri,akibat dari perbuatanku yg mencemarkan nama baik keluargaku,saking malunya,ayahku meminta tugas ke luar daerah tapi ditolak,karena ayah sangat berprestasi dalam tugas disini.


"Jangan malu pak arya,ini takdir yg harus kita terima dengan ikhlas", ucap pak mujiono seorang sahabat ayah


"Aku malu pak,sesuatu yg sangat kubenci ternyata anakku sendiri yg melakukannya", jawab ayahku.


Ayahku sangat terpukul dengan kejadian itu,sebulan lamanya ia mengurung diri dalam rumah,membuat bunda jadi risau


Kepalaku masih sangat pening,kepalaku terasa mau pecah karna sakit,perutku melilit kesakitan dari tadi,tapi aku tak mengatakannya pada siapapun juga,tamparan keras yg kuberikan pada keluargaku membuatku ingin bunuh diri.


Sretttt!!!!


Darah menucur dari selangkanganku membuatku panik


"Eyaaaaaaangg toloooongg!", teriakku


"Masya Allah,Zalimaaaashhhh!", teriak Eyang putri


Aku sudah terjatuh dilantai bersimbah darah,aku masih bisa mendengar tapi penglihatanku sudah kabur.


"Kirana,apa yg terjadi denganmu nak", sayup sayup kudengar suara bunda


Dan masih kurasa,ayah menggendongku naik ke mobil dan mengantarku ke rumah sakit,setelah itu,aku tak ingat apa apa lagi


**********************


Aku menggerakkan tanganku,dan membuka mataku,rupanya aku sudah siuman dan berada dalam ruangan serba putih.


"Bunda,aku dimana sekarang?", tanyaku


"Kirana,kamu sudah siuman nak", ucap ayah membelai rambutku


"Ayaaaaahh,maafkan anakmu yg penuh noda ini", ucapku pada ayah yg mendampingiku


Kukira ayah tak sudi lagi mengakuiku karena memberikan malu yg tak terkira pada keluarga.


Aku telah mencoreng nama baik ayahku sebagai pengayom masyarakat.


Namun penyesalan tak berguna,semuanya telah berlalu,untung saja benih refly yg tumbun di rahimku,menalami keguguran hingga tak ada lagi yg tersisa.


"Kirana,bagaimana keadaanmu?", tanya Zifa sahabatku


"kabarku sudah agak baikan zifa", jawabku


Disampingnya berdiri Chandra sambil tersenyum,Ia seorang Mahasiswa seangkatanku yg selalu memberiku perhatian yg lebih,tapi tak pernah kuhiraukan.


"Syukurlah kirana,jika kamu sudah baikan", ucap Chandra

__ADS_1


"Ini kubawakan Coklat buatmu kirana,dimakan ya..Cokelat biasanya sangat cocok untuk mengembalikan suasana hati", kata Chandra


"Terima kasih datang membesukku chandra", ucapku.


Kami terus berbincang dengan akrabnya,untuk sejenak aku melupakan masalahku.


"Jangan fokus pada masa lalu kirana,tataplah masa depanmu yg penuh kecerahan", ucap Chandra


Ia memberiku motivasi yg banyak,dan dukungan untuk bangkit dari keterpurukan,sungguh chandra dan zifa datang disaat aku sangat membutuhkan seorang teman.


2 hari,aku dirumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif dan aku dibolehkan pulang kerumah,aku kembali menjalani hari hariku yg sempat hilang karena pergaulan bebas.


*********************


4 tahun telah berlalu,aku dengan bangganya berdiri di podium menerima gelar dokter seperti ibuku,tapi aku sebagai dokter ahli bedah yg akan di tugaskan di pusat kota.


Kenanganku tentang masa lalu yg suram telah sirnah,kini aku sudah berdiri tegar menatap hari yg cerah.


"Dokter kirana,ada pasien yg segera kita operasi satu jam kedepan", ucap dokter Wahyu


"Apa tidak bisa ditunda besok dokter,hari ini banyak pasien kita yg dari kemarin menunggu ", jawabku


"Ini sangat kritis dokter,racun telah merambah ke sel syarafnya,takut berakibat fatal", ucap dokter wahyu


"Silahkan siapkan ruangan operasi", ucapku


Aku terhenyak menatap pasien yg sudah terbujur kaku di meja operasi yg sudah dibius,sepertinya lelaki ini pernah ada di hidupku.


Operasi dimulai,beberapa dokter yg membantuku terlihat sangat serius mengerjakan tugas masing masing,tapi konsentrasiku buyar saat dengan seksama kuperhatikan lelaki ini


"Refly", bathinku


Tanganku gemetar,hingga membuat pisau di tanganku terjatuh.


Keringat bercucuran di tubuhku,padahal ruang operas full Ac


Aku meninggalkan para tim dokter yg sedang bekerja


Bugghh!!!!


Aku terjatuh pingsan,tak mampu melihat refly


"Apa yg terjadi dokter?", tanya dokter felicya,saat aku sudah siuman


"Aku sangat kelelahan dokter,tiba tiba saja,aku tak mampu lagi memegang apapun", jawabku berbohong.


Entah kenapa,takdir mempertemukanku lagi dengan Refly.


Refly adalah pasienku,dan aku yg ditugaskan memeriksa refly lagi.


"Kirana!", ucap Refly sangat terkejut menatapku dengan heran

__ADS_1


Tapi aku tak meresponnya,pura pura tak mengenalnya


"Ksmu kirana kan?", tanya refly lagi


"Saudara Refly,ia adalah dokter kirana yg memimpin operasi anda kemarin", ucap salah satu asistenku.


"Obatnya diminum secara teratur ya", ucapku lalu pergi meninggalkan refly,dengan harapan tak bertemu lagi dengan pria yg pernah merusak hidupku


"""""""""""""""""""""""""""""""""


POV Refly


Jujur aku sangat terkejut dan gembira bisa bertemu kirana lagi,sekian lama kucari,rupanya kirana tugas di kota ini sebagai dokter bedah


Kirana melihatku seperti tak mengenaliku lagi,padahal aku masih sangat mengenalinya meskipun sekarang jauh lebih Cantik,yg tentunya begitu karena perawatan yg rutin


Aku sangat bersalah kirana yg kulakukan karena aku menginginkannya jadi istriku,tapi rupanya harapanku memilikinya berujung ke penjara.


"Apa saudara mengenal dokter kirana?", tanya seorang suster yg menjagaku


"Sangat mengenalnya,dulu kami sekampung", ucapku


"Dokter kirana itu sangat pendiam,ia sangat jarang berbicara", tambah suster itu lagi


"Dari dulu memang begitu", ucapku


Apa kesedihan masih dirasakan kirana,hingga membuatnya tenggelam dalam kesedihan yg berkepanjangan.


"Kiranaaa,tungguu!", teriakku


Kuikuti langkah kirana yg berjalan dikoridor rumah sakit,tapi ia makin mempercepat langkahnya hingga membuatku menyerah,aku tak mungkin mengejarnya karena baru beberapa hari menjalani operasi besar.


"Dokter kirana,apa sudah menikah sus?", tanyaku pada seorang suster


"Belum pak,setahuku dokter kirana tidak memiliki suami atau pacar sekalipun", jawab suster itu


Aku terus memikirkan kirana,hingga aku keluar dari rumah sakitpun,kirana terus terbayang dipelupuk mataku.


Aku memang tidak pernah lagi mendengar kabar tentang kirana,karena sejak aku keluar dari penjara,aku pindah ke kota ini melanjutkan kuliahku sambil bekerja


Aku terus dikejar bayangan dosa pada kirana yg telah kurusak masa depannya.membuatku melupakan tentang cinta,aku terus dilanda kegelisahan tentang nasib kirana yg dulu mengandung anakku


Hari ini aku kontrol kesehatan di rumah sakit tempat kirana bekerja,kulihat para dokter berkumpul di sebuah ruangan yg cukup besar


Tapi tak nampak kirana disitu,kebetulan ada seorang dokter muda yg keluar mengambil sesuatu,kuberanikan diri bertanya.


"Dokter kirana kemana ya?", tanyaku


"Dokter kirana,pindah tugas ke Surabaya pak", ucap dokter muda itu.


Hatiku menjadi hampa,sebenci itukah kirana padaku,hingga membuatku jadi tersiksa begini.ia sepertinya sengaja pindah karena tak sudi melihat wajahku lagi

__ADS_1


__ADS_2