
Semilir angin yang berhembus kencang menerpa rumah dokter zalimah yg berdiri kokoh, suara bambu bambu yg saling bergesekan terdengar seperti alunan musik alam yg aneh berbaur bersama lolongan anjing dari kuburan yg menjadi simbol berdirinya rumah dokter Zalimah yg dulunya dihuni keluarga Januar yg menjadi penggali kuburan dan memiliki ilmu supranatural yang sangat tinggi.yang mampu melihat dan berkomunikasi dengan para penghuni alam ghaib yg kemudian turun ke dokter Zalimah yang mulai timbul tenggelam indera keenamnya,mungkin karena pengaruh kehidupan modernisasi yg mulai di jalani Dokter Zalimah sendiri .
Suasana makin mencekam oleh gelap yg tiba tiba menyelimuti wilayah pekuburan itu,tidak terkecuali rumah dokter zalimah yg ikut gelap gulita karena lampu yg tiba tiba padam.
"Bik Ratmi!", teriak kirana ketakutan.
Tak ada sahutan dari bik Ratmi, membuat Kirana makin dicekam ketakutan.ia mencari ponselnya yg tadi diletakkan di meja makan dengan meraba raba.tangannya tak sengaja meraba seseorang.
Buggghhh!!!
Terdengar benturan yg sangat dahsya membuatnya terkejut tanpa sadar memeluk orang yg dirabanya
"Kirana!", suara itu membuatnya terkejut, ternyata yg dipeluknya adalah Chandra.
"Ma maaf tidak sengaja", ucap Kirana berusaha mundur.
lampu tiba tiba menyala, membuat Chandra dan kirana saling bertatapan.
Blurrr!!
Bunyi geleduk terasa menggoncang bumi, membuat Kirana memekik ketakutan,ia melompat memeluk Chandra dengan rasa ketakutan,ia yg fobia terhadap suara suara besar.
Chandra mempererat pelukannya ke kirana dan membiarkan kirana berada diperlukannya.ia tak menyadari sepasang mata menatapnya dengan rasa kecewa yg terlalu dalam,bahkan tak menyadari orang itu telah pergi meninggalkan mereka yg masih terbuai dalam pelukan.
Chandra yg larut dalam kemesraan menarik Kirana kedalam kamar dan mencium Kirana dengan penuh kemesraan,ia tak menyadari ada sekat yg telah memisahkannya oleh surat cerai yg telah dipegangnya masing masing.
"Kirana,aku masih mencintaimu", ucap Chandra mencumbu Kirana.
Kirana yg ikut terbuai membalas ciuman Chandra dengan gairah yg meletup letup,Chandra dan kirana berguling guling di ranjang hingga tak sadar melakukan hubungan **** yang semestinya dilakukan setelah melakukan ijab kabul lagi.
Plakk!!!
Kirana tiba tiba menampar Chandra saat ia baru tersadar apa yg telah dilakukannya.
"Maafin aku Kirana", ucap Chandra.
__ADS_1
"Keterlaluan ya kamu Chand,kamu sengaja ya menjebakku", ucap Kirana dengan emosi yg seolah tak bisa terkendali lagi.
Kirana menangis dengan penuh perasaan sedih mengingat kejadian barusan yg seperti terjadi dalam mimpi saja.
"Sudahlah Kirana,apa salahnya kita memulai kehidupan yg baru lagi,kita bisa memulainya kembali demi Melani", ucap Chandra tak berhentinya membujuk kirana.
Chandra kembali memeluk Kirana dengan penuh kasih sayang.
Tet tet tet!
Gawai Kirana bergetar,membuyarkan lamunannya yg sementara terlena dalam pelukan Chandra.
(,Cepat kerumah sakit,Melani kritis)Ucap bunda zalimah tanpa basa basi lagi dan langsung memutuskan sambungan telepon nya.
Kirana betul betul panik,ia tak sadar menarik tangan Chandra ke mobil tanpa aba aba lagi, keduanya terdiam hingga tiba dirumah sakit.
"Melani dimana?", kirana sudah demikian paniknya.
Dokter zalimah dan pak arya tak bisa bicara lagi,mereka sudah seperti kebakaran jenggot,sementara Melani mendapatkan lagi bantuan pernafasan yg kemarin sempat di lepas,Melani tidak memberi respon sedikitpun membuat keluarga pak arya tak berhentinya komat kamit membaca doa.
"Ayah,maafkan zalimah jika baru sekarang bisa ziarah ke makam ayah, Karena zalimah sangat sibuk,ayah saat ini anakmu dirundung duka nestapa,Melani cucu ayah dalam keadaan koma,zalimah tidak tau lagi harus berbuat apa ayah", ucap dokter zalimah,duduk terpekur di depan makam ayahnya dengan airmata yg sudah tumpah.
Zalimah memejamkan matanya mengingat masa lalunya bersama ayahnya yg penuh warna.
"Zalimah,kembalilah kerumah sakit nak,Insya Allah cucumu tidak apa apa, meskipun harus melalui koma itu,didalam rumah ada guci tanah dalam kamar ayah,ambillah sedikit airnya lalu balurkan di seluruh tubuh cucumu, insyaallah atas pertolongan Allah,cucumu akan sembuh, syaratnya kalian harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sang maha pencipta", ucap januar,ayah angkatnya zalimah.
Dokter zalimah tersentak seperti bangun dari tidurnya saja.ia mengingat ucapan ayahnya yg sangat dipercayanya itu.
"Ini pasti petunjuk dari ayah,aku harus melakukannya", ucap zalimah dalam hatinya.
Bergegas ia segera masuk ke kamar almarhum ayahnya,lalu mengambil air secangkir disitu dan segera membawanya kerumah sakit.
Dokter zalimah terkejut setibanya di rumah sakit karena seluruh keluarganya terlihat sedang menangis.
"Bunda, Melani telah pergi!", ucap kirana disela Isak tangisnya.
__ADS_1
"Tidak mungkin,Melani tidak meninggal,ini pasti kekeliruan ", ucap dokter zalimah,yg lebih yakin pada kata hatinya.
Dilihatnya Melani sudah ditutupi kain panjang,iapun segera menarik paksa kain itu dan segera membalur sekujur tubuh Melani dengan air yg diambil dari guci warisan leluhurnya.
"Ia sudah meninggal dokter", ucap seorang perawat yg selalu menjaga dan merawat Melani.
Dokter zalimah tersenyum,tidak menanggapi ucapan perawat tersebut,hingga membuat perawat itu mengira dokter zalimah mungkin mengalami gangguan mental Karena kematian cucunya
"Dokter,sepertinya dokter zalimah agak aneh deh,masa kain penutup cucunya dibuka paksa sambil senyum senyum", ucap perawat itu mengadu pada dokter Wijaya
Mendengar hal itu dokter Wijaya langsung menemui dokter zalimah yg sebenarnya temannya juga, betapa terkejutnya dokter Wijaya saat dilihatnya,Melani terbuka matanya .
"Nauzubillah min dzalik,apa yg terjadi dokter, keajaiban apa ini?,ucap dokter Wijaya takjub pada kondisi Melani yg bisa bangkit dari kematiannya.
"Ini sudah biasa terjadi dokter,cucu saya tadi mungkin hanya mati suri", ucap dokter zalimah tetap tenang.
"Alhamdulillah anakku sudah bangun lagi!", pekik dokter kirana memeluk Melani dengan rasa bahagia.
Chandra dan pak arya segera melakukan sujud syukur.
"Besok kita syukuran dirumah Chandra,potong 1 kerbau,sebagai wujud rasa syukur kita pada yg kuasa", titah dokter Arya yg disetujui oleh seluruh keluarganya.
Sementara mereka masih tenggelam dalam rasa bahagia,tiba tiba Kirana dikejutkan satu tepukan di pundaknya.
"Fadli!", kirana terkejut bukan kepalang.
"Selamat ya Kirana,semoga kamu bahagia bersatu kembali dengan keluargamu ", ucap dokter Fadli dengan mata yg tajam membuat Kirana keheranan.
"Apa maksudmu Fadli?", tanya kirana penasaran
"Sudahlah Kirana,saya sudah mengetahuinya,terima kasih sudah membuatku terluka", ucap dokter Fadli pergi meninggalkan kirana yg masih bingung maksud dokter Fadli .
"Fadli,tungguu!", teriak kirana bermaksud mengejar dokter Fadli tapi tangannya ditarik Chandra.
"Sudahlah Kirana,biarkan ia pergi,ingatlah Melani", ucap Chandra yg menyurutkan niat Kirana karena teringat Melani yg baru saja membuatnya panik.
__ADS_1