Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Pengorbanan seorang ibu


__ADS_3

Tumor ganas yang menggerogoti tubuhku membuatku harus memilih, antara mempertahankan bayiku atau bertahan hidup.aku mulai bisa menangkap sinyal dengan baik , bahkan sudah bisa duduk sendiri


"Kirana,kamu harus siap siap operasi nak,kandunganmu sangat berbahaya bagi kesehatan mu", Ujar bunda.


Bunda mengganti Seprei tempat tidurnya Kirana,ia berulangkali meyakinkan Kirana agar mau dioperasi,tapi kirana tetap bersikeras.


"Tidak bunda, walaupun saya harus bertaruh nyawa, janin ku tetap kupertahankan", ucap kirana.


dokter zalimah menjadi terkejut mendengar keputusan Kirana itu.ia tak menyangka kirana bisa lebih mengutamakan nyawa bayi ya dibanding dirinya sendiri


"Kirana, jangan lakukan itu nak,bagi bunda, nyawa mu diatas segala galanya", ucap dokter zalimah.


Tapi kirana tetap menolak,ia memilih mengorbankan dirinya sendiri demi kehidupan bayi Yg ada dalam kandungan nya.


"Kirana, kumohon jangan korbankan dirimu sendiri,kami masih butuh Kamu", Ujar Chandra


Chandra sangat menghormati keputusan Kirana,tapi ia lebih mengutamakan nyawa Kirana Yg terancam bila tetap bersikeras melahirkan bayinya.


"Kumohon jangan ada yg mempengaruhi ku lagi untuk dioperasi, apapun yg terjadi pada diriku, akan kulalui", Sahut Kirana memantapkan pendiriannya.


Semuanya menjadi diam oleh keputusan Kirana Yg teguh.


"Saya khawatir kondisi Kirana akan. Melemah bun", Chandra berusaha mengadukan keluh kesahnya pada mertuanya.


Sementara dokter zalimah sendiri tak mampu lagi berbuat apa apa, keputusan tetap di tangan Kirana.


********


Kirana sekuat fisiknya bertahan melawan penyakitnya,hingga diusia kehamilan nya Yg kesembilan,masih tetap bertahan.ternyata kirana seperti sebongkah batu karang yg bertahan diterpa ombak.

__ADS_1


"Saya akan berusaha melahirkan mu kedunia ini nak, kamu akan tetap lahir melihat dunia", ucap Kirana mengelus perutnya.


Kirana selalu mengajak anaknya bicara dalam perutnya itu, naluri keibuannya betul betul lupa, jika sebetulnya ia telah bertaruh pada nyawa nya sendiri


Sementara Kirana asyik bicara dengan bayinya,tiba tiba ia merasakan air keluar dari *********** disusul dengan darah yg muncrat dari rahimnya.


"Bundaa", tak sadar Kirana menjerit.emanggil bundanya.


Dokter zalimah yang sedang asyik memasak,terkejut, Segera mematikan kompor nya dan berlari menuju kamar kirana.ia begitu terkejut melihat darah sudah berceceran dilantai.


"Chandra,ayo segera angkat kirana kerumah sakit,nampak nya,ia akan melahirkan", teriak dokter zalimah.


Untung saja, semuanya ada dirumah saat itu,jadi mereka serentak.melarikan kirana kerumah sakit.


Setibanya di rumah sakit, Kirana langsung dimasukkan ke Unit gawat darurat.kirana mengeluarkan darah yg terlalu banyak,hingga Segera mendapatkan transfusi darah.


"Secepatnya Kirana akan dioperasi Bu, dikhawatirkan bayi dalam perutnya keracunan ketuban", Ucap seorang dokter yg nenangani Kirana.


Matanya sembab, saat melihat Kirana didorong masuk ke ruang operasi,,Chandra dan pak arya nampak komat kamit.mulutnya tak hentinya mengucapkan doa,hingga 2 jam telah berlalu, seorang Dokter keluar dari ruang operasi.


"Dokter, bagaimana kondisi anak saya,baik aja kan dok?", tanya Dokter Zalimah dengan penuh rasa khawatir.


"Alhamdulillah, Dokter Kirana dan anaknya berhasil kami selamatkan", ucap dokter itu


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya Kirana berhasil melewati masa-masa kritisnya",ucap Chandra, bersujud ke lantai, sebagai bukti rasa syukurnya.


"Apa saya bisa menemui kirana sekarang?",tanya dokter zalimah.


"Maaf dokter,untuk sementara pasien belum bisa diganggu dulu, kecuali anaknya yg harus dirawat di inkubator dulu", ucap dokter itu.

__ADS_1


pak arya dapat mengerti kondisi anaknya yg telah berjuang melawan penyakitnya, yang tentunya sekarang mendapatkan perawatan yg Cukup serius.


Chandra berjalan menyusuri koridor rumah sakit,menuju tempat perawatan intensif anaknya Yg berada dalam inkubator.


"Anakku", Chandra tersenyum lega menatap wajah bayinya yang polos.


Seketika air matanya menetes melihat anaknya yang sendiri dalam ruangan itu.ingin rasanya menerima anaknya jika tidak ditegur seorang perawat.


"Maaf pak, dilarang pembesuk berlama lama disini", ucapnya.


Entah apa alasannya,yg jelasnya Chandra nematuhi peraturan rumah sakit.


Sekalipun hatinya tergerak ingin menggendong bayinya,tapi keinginan nya itu ia tahan,dan keluar dari ruangan itu.


Chandra merasa sempurna menjadi laki laki, karena hari ini sudah berstatus sebagai seorang bapak.


*********


Kebahagiaan ku menjadi Seorang Nenek, membuatku semakin semangat menjalani kehidupan, Rumah tangga ku makin lengkap dengan hadirnya seorang cucuku.


"Bunda,hari ini kita punya cucu,tapi kondisi Kirana masih belum pulih benar", ucap mas arya.


"Insyaallah mas,kirana pasti bisa pulih kembali,kita banyak banyak berdoa saja", Jawabku.


Saya tersenyum menatap Cucuku yg tertidur dengan pulas dalam inkubator, wajahnya sangat cantik,ia bagai barbie.


"Cucuku sayang, selamat datang di dunia ini".


"Jadilah anak yang berbakti pada orang tua tuamu kelak ", ucapku,air mataku membasahi pipi ku, terharu melihat Cucuku yg lahir dengan selamat,diatas perjuangan Kirana.

__ADS_1


Kirana yg sekarang belum siuman, yang telah berjuang melahirkan bayinya dengan ikhlas.


__ADS_2