
Dokter zalimah,tertegun mendengar permintaan kirana,yg membuatnya menjadi bingung,sebingung bingungnya.
"Tolong pikirkan sekali lagi bu,kirana sangat menginginkan kebersamaan itu lagi,yg kurasa memang yg paling terbaik diantara permintaan seorang anak,yg akan melanjutkan hidupnya ke jenjang pernikahan", ucap,bude ratmi yg datang dari desa sebelah.
Bude ratmi saudara sepupu januar,yg zalimah kenal baik dari kecil.
"Tapi,saya sudah bersumpah,takkan pernah memaaafkan mas arya lagi bude", sahut zalimah.
Bude ratmi,memegang pundak zalimah.
"Nak zalimah,dari segi ilmu,bude,gak ada apa apanya dibanding kamu yg berpendidikan tinggi dan berwawasan luas,tapi bude ratmi pengganti ayahmu yg hanya bisa memberikan sekelumit nasehat,tentang keutuhan rumah tangga,tak ada rumah tangga yg berjalan tanpa masalah zalimah,semuanya menempuh jalan bebatuan,maafkanlah arya,yg tidak terbukti bersalah,demi kirana", ucap bude ratmi.
Kedua orang tua pak arya,yg tidak tahu menahu masalah rumah tangga anaknya,sangat terkejut mendengarnya,ia mendekati zalimah dan bertanya penuh rasa heran.
"Nak zalimah,kenapa tidak pernah memberi tahu bapak dan ibu masalahmu?", tanya bu wongso,mertua perempuan zalimah.
"Maafkan saya bu,saya tidak mau menyusahkan hati ibu", jawab zalimah.
Membuat mertua lelakinya menjadi berang,dan memarahi anaknya sendiri,yaitu pak arya.
__ADS_1
"Arya,sudah berapa kali ku nasehati,jangan membuka pintu perselingkuhan,jaga citra keluargamu", bentak pak wongso.
Pak arya terlihat panik dan ketakutan mendengar bentakan ayahnya yg seorang purnawirawan AD itu.
"Saya hanya di fitnab pak,ada orang orang yg sengaja ingin menjatuhkanku", ucap arya membela diri.
Pak Wongso mendekati zalimah yg duduk tertunduk.
"Zalimah anakku,dapat kupahami perasaanmu,tapi demi kebaikan bersama,penuhilah permintaan satu satunya anakmu,saya mewakili arya,sangat menyesali apa yg telah terjadi diantara kalian,dan saya selaku bapaknya arya,memohon maafmu,maafkanlah arya nak.terimalah kembali arya menjadi suamimu", pinta pak wongso,dengan sungguh sungguh.
Sementara bu wongso,dari tadi memeluk menantunya dengan air mata yg dari tadi sudah tumpah.
"Ibu jangan sedih begitu,biar bagaimanapun juga,kirana ttetap cucu nya ibu", kata dokter zalimah.
"Zalimah,maafkan saya,saya tidak pernah bermaksud mengkhianatimu,tolong buka pintu hatimu untukku lagi zalimah,demi anak kita", ucap pak arya yg mendekati zalimah,yg dibimbing bapaknya.
Zalimah terdiam,ia yg masih terluka hatinya,belum bisa Move on dari rasa lukanya yg mendalam.
"Nak,maafkanlah arya,ia takkan mengulangi kesalahan itu lagi", pinta bu wongso.
__ADS_1
Zalimah,menangkupkan wajahnya di pangkuan mertuanya itu,dan menangis sejadi jadinya.
"Saya memaafkan kesalahan mas arya,bukan karena mas arya,tapi demi kirana,juga demi bapak dan ibu", ucap dokter zalimah.
Pak Wongso dan bu wongso,menangis haru,dan memeluk menantunya itu.
"Terima kasih nak,terima kasih telah sudi menerima arya lagi", ucapnya penuh rasa haru.
Mereka kembali berpelukan dan bertangis tangisan.
Dokter zalimah dan dokter arya pun,segera dinikahkan kembali oleh penghulu.
Membuat keluarga keluarga yg datangnya dari jauh keheranan,mereka tak menyangka dalam keluarga dokter zalimah yg nampak baik baik saja,ternyata terlibat konflik yg diselesaikan di pengadilan.
"Ayah bunda,terima kasih mengabulkan permintaan kirana", ucap kirana,dengan mata berkaca kaca.
"Demi kamu nak", ucap dokter zalimah.
Ia kini bernapas lega,bisa menyatukan lagi ayah bundanya dalam mahligai rumah tangga,tinggal ia yg esok melangkah ke pelaminan.
__ADS_1